Novak Djokovic kembali menorehkan tinta emas dalam perjalanan kariernya di ajang Wimbledon. Petenis asal Serbia tersebut sukses menaklukkan petenis kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, dengan skor 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3. Kemenangan ini tidak hanya memastikan langkahnya ke babak perempat final, tetapi juga mencatatkan rekor kemenangan ke-106 bagi Djokovic di All England Club, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai legenda tenis dunia.
Pertandingan yang berlangsung di bawah terik matahari di Centre Court tersebut terbukti cukup menantang bagi Djokovic. Unggulan ketujuh ini sempat mengalami kesulitan di awal laga dan melakukan beberapa kesalahan yang tidak biasa, yang membuat Safiullin mampu memberikan perlawanan sengit. Bahkan, Djokovic sempat tertinggal 2-5 pada set pertama sebelum akhirnya bangkit dan menyelamatkan dua set poin untuk merebut set pembuka melalui tiebreak yang sangat ketat.
Roman Safiullin, yang saat ini menduduki peringkat 132 dunia, tampil tanpa beban meski sempat absen selama beberapa bulan akibat cedera pinggul. Ia terus menekan Djokovic dengan variasi pukulan yang menyulitkan. Namun, ketenangan Djokovic di poin-poin krusial menjadi pembeda. Sebuah kesalahan backhand yang dilakukan Safiullin saat kedudukan 2-4 di set kedua memberikan keuntungan bagi Djokovic untuk memperlebar keunggulan.
Memasuki set kedua, Djokovic mulai menunjukkan dominasinya dengan permainan serve-and-volley yang presisi. Ia berhasil menggandakan keunggulan setnya dan tampak akan menutup pertandingan dengan mudah. Namun, Safiullin menolak untuk menyerah begitu saja. Petenis Rusia tersebut berhasil mematahkan servis Djokovic dan mencuri set ketiga, memaksa pertandingan berlanjut ke set keempat yang semakin meningkatkan intensitas atmosfer di lapangan.
Memasuki set keempat, Djokovic kembali fokus dan meningkatkan level permainannya. Setelah berhasil mempertahankan servis di gim pembuka set tersebut, ia perlahan mengendalikan ritme pertandingan dan akhirnya mengunci kemenangan setelah melalui pertarungan selama lebih dari tiga jam. Kemenangan ini sekaligus menghentikan kejutan yang coba dibangun oleh Safiullin sepanjang turnamen.
Dengan hasil ini, Djokovic kini menanti lawan di babak perempat final. Ia akan berhadapan dengan pemenang antara unggulan ketiga, Felix Auger-Aliassime, atau petenis Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina. Konsistensi yang ditunjukkan oleh Djokovic di Wimbledon tahun ini semakin mempertegas ambisinya untuk meraih gelar juara tambahan dan mempertahankan dominasinya di kancah tenis internasional.