PP PBSI resmi menunjuk Nova Widianto sebagai Kepala Pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung. Keputusan ini diambil untuk membangkitkan kembali kejayaan sektor yang pernah melahirkan banyak juara dunia tersebut.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian. Ia menyatakan bahwa penunjukan Nova bukan tanpa alasan. Pengalaman luas pria asal Klaten itu, baik sebagai atlet maupun pelatih, menjadi pertimbangan utama.
"Nova merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di sektor ganda, baik sebagai atlet maupun pelatih," ujar Eng Hian dalam keterangan resminya. Ia meyakini kehadiran Nova mampu memberikan energi baru bagi para atlet.
Nova Widianto memang bukan nama asing di blantika bulu tangkis nasional. Dulu, saat masih aktif sebagai pemain, ia berpasangan dengan Liliyana Natsir. Duet ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet dua gelar juara dunia dan medali perak Olimpiade. Puncaknya, mereka pernah menduduki peringkat pertama dunia.
Perjalanan karier kepelatihannya pun tak kalah mulus. Setelah gantung raket, Nova memulai sebagai asisten pelatih, mendampingi Richard Mainaky. Ketika Richard memutuskan untuk pensiun, Nova dipercaya menggantikan posisinya sebagai Kepala Pelatih Ganda Campuran pada 2021.
Namun, perjalanan itu sempat terinterupsi. Pada awal 2023, Nova memilih meninggalkan Pelatnas Cipayung dan menerima tawaran untuk melatih di BAM, asosiasi bulu tangkis Malaysia. Kini, setelah sekitar dua tahun merantau, ia kembali ke pangkuan PBSI untuk mengemban misi besar.
Keputusan ini pun menjadi sinyal bahwa PBSI serius dalam melakukan revitalisasi sektor ganda campuran. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, ganda campuran Indonesia dinilai belum konsisten di papan atas. Prestasi terbaik hanyaselalu datang dari pasangan-pasangan senior, sementara regenerasi berjalan lambat. Nova diharapkan dapat merombak total sistem pembinaan.
Eng Hian, yang juga mantan pemain ganda putra, menegaskan bahwa target utama kehadirian Nova adalah untuk meningkatkan daya saing di kancah internasional. "Kami berharap kehadirannya dapat membawa energi baru, meningkatkan kualitas pembinaan, memperkuat daya saing pasangan-pasangan ganda campuran Indonesia, serta mengantarkan mereka meraih prestasi terbaik di berbagai turnamen," jelasnya.
Tantangan yang dihadapi Nova pun tidak ringan. Persaingan di nomor ganda campuran dunia saat ini. China, Korea, dan Jepang terus menghasilkan pasangan-pasangan muda yang tangguh. Indonesia, dengan sejarah panjang di sektor ini, dituntut untuk segera bangkit. Nova harus mampu memadukan pengalaman junior dengan jam terbang senior.
Kehadiran Nova juga dipandang sebagai momentum untuk. menciptakan regenerasi. Selama ini, Indonesia kerap mengandalkan pasangan-pasangan senior. Padahal, bibit-bibit muda di sektorat ini cukup banyak. Nova, yang dikenal sebagai pelatih yang detail dan disiplin, diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang kompetitif di internal pelatnas.
Langkah pertama yang akan diambil Nova adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad ganda campuran yang ada. Ia akan menyusun program latihan yang lebih spesifik dan terukur. Selain itu, kerja sama dengan asisten pelatih dan tim pendukung lainnya juga akan menjadi perhatian utamanya.
Publik bulu tangkis Indonesia pun berharap banyak. Era baru di bawah Nova. Widianto dapat melahirkan kembali pasangan-pasangan kelas dunia. Target terdekat adalah meraih hasil maksimal di Kejuaraan Dunia dan All England. Sementara itu, misi besar. Olimpiade Los Angeles 2028. Tentunya, perjalanan masih panjang, tetapi langkah pertama telah diambil. Semua mata kini tertuju pada Pelatnas Cipayung.