Lando Norris mengakhiri paceklik kemenangan McLaren musim ini dengan meraih gelar juara Grand Prix Hungaria pada hari Minggu, menunjukkan kecepatan yang luar biasa dan kecerdasan strategi di sirkuit Hungaroring. Start yang sempurna dari pembalap Inggris tersebut mengubahnya dari posisi awal menjadi pemimpin balapan, dan ia mempertahankan keunggulannya saat field berkurang menjadi hanya beberapa pesaing teratas. Max Verstappen dari Red Bull finis di posisi kedua, sementara debutan Kimi Antonelli dari Mercedes mengamankan posisi ketiga, memperlebar keunggulan kejuaraan pembalapnya.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Norris dan McLaren pada tahun 2024, sekaligus mengakhiri ketidakberuntungan tim yang telah berlangsung selama beberapa balapan. Di tengah persaingan ketat untuk memperebutkan posisi podium, Verstappen harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya dari Antonelli, yang terus menunjukkan performa mengesankan sejak debutnya. Sementara itu, Lewis Hamilton, yang sempat berada di posisi keempat, dihukum penalti lima detik karena pelanggaran kecepatan di pit lane, sehingga jatuh ke posisi kelima di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc.
Strategi menjadi kunci dalam balapan ini. Oscar Piastri, rekan setim Norris, memimpin selama paruh pertama balapan, tetapi pensiun dari posisi kedua karena masalah gearbox pada putaran ke-56, yang memicu virtual safety car (VSC) dan mengubah dinamika balapan. Keputusan McLaren untuk membiarkan Norris melakukan pit stop lebih awal, setelah sebelumnya menolak permintaannya, terbukti efektif ketika Piastri terlibat tabrakan dengan Carlos Sainz dari Williams saat melakukan overtaking. Sainz dihukum penalti lima detik, sementara Piastri kehilangan peluangnya untuk bersaing memperebutkan kemenangan.
Red Bull melakukan strategi cerdik dengan mengganti ban soft pada mobil Verstappen di pit stop kedua, yang bertujuan untuk menantang Hamilton yang baru melakukan pit stop lebih awal. Upaya ini membuahkan hasil, karena Verstappen mampu mempertahankan posisi ketiga dan mengunci podium. Sementara itu, performa Hamilton yang buruk di akhir balapan, ditambah dengan penalti, membuatnya finish di posisi kelima, jauh di belakang rekan setimnya, Leclerc.
Bagi penggemar Indonesia, kemenangan Norris membawa harapan baru menjelang paruh kedua musim. McLaren, dengan peningkatan performa yang signifikan di Hungaria, kini berada di jalur yang tepat untuk menantang dominasi Red Bull dan Mercedes di kejuaraan konstruktor. Peningkatan performa mobil McLaren, yang diklaim mampu mengurangi waktu putaran hingga sekitar dua detik, memberikan optimisme bahwa tim dapat bersaing memperebutkan kemenangan di sirkuit-sirkuit berikutnya, termasuk sirkuit jalanan yang mirip dengan sirkuit di Singapura, di mana performa mobil yang kompetitif sangat dihargai.
Norris, yang mengaku "senang bisa kembali menjadi pembalap utama", memuji mobil yang "indah untuk dikendarai" dan mengatakan bahwa kecepatannya hari itu mungkin merupakan yang terbaik yang pernah ia alami. Piastri, meskipun kecewa karena pensiun, tidak menyalahkan strategi tim dan hanya menyalahkan Sainz atas insiden yang membuatnya kehilangan posisi. Verstappen, yang mengeluh tentang performa mobilnya selama balapan, memuji perubahan strategi yang dilakukan timnya, menyebutnya sebagai "masterstroke" yang membuahkan hasil.
Dengan hanya empat balapan tersisa sebelum jeda musim panas, persaingan untuk memperebutkan gelar juara semakin memanas. Antonelli kini memimpin kejuaraan dengan keunggulan 50 poin atas Hamilton dan 59 poin atas George Russell dari Mercedes. McLaren, setelah kemenangan di Hungaria, berharap untuk terus meningkatkan performa mobil mereka, dengan upgrade mesin Honda yang dijadwalkan untuk Grand Prix Belanda, yang dapat semakin meningkatkan peluang mereka untuk bersaing memperebutkan kemenangan di masa depan.
Bagi penggemar Formula 1 di Indonesia, kemenangan Norris tidak hanya menjadi momen kebanggaan bagi pembalap lokal, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persaingan di kejuaraan dunia masih sangat kompetitif. Dengan semakin dekatnya Grand Prix Singapura dan Jepang, di mana basis penggemar yang besar dapat memberikan dampak signifikan di lintasan, performa McLaren yang meningkat dapat menginspirasi lebih banyak penonton Indonesia untuk mengikuti balapan secara langsung dan berharap melihat lebih banyak aksi overtaking dan persaingan di masa depan.