Sepakbola

Nico Paz Jadi Favorit Gantikan Messi di Timnas Argentina

Nico Paz Jadi Favorit Gantikan Messi di Timnas Argentina

Ringkasan

  • Lionel Messi mengumumkan pensiunnya dari Timnas Argentina, membuka celah bagi generasi muda termasuk Nico Paz untuk mengisi warisan di skuad La Albiceleste.

Lionel Messi secara resmi memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya bersama Timnas Argentina. Pengumuman itu dilontarkan melalui akun media sosial pribadinya pada Senin malam, lantas menuai reaksi beragam di seluruh dunia sepak bola.

Selama lebih dari dua dasawulan, Messi telah menjadi simbol tak tergoyahkan dari skuad *La Albiceleste*. Sebagai kapten sejak 2008, ia membawa tim menuju kemeraihan termasuk kemenangan Piala Dunia 2022 di Qatar. Dengan usia yang sudah mapan dan ambisi pribadi yang terpenuhi, pensiun dari kompetisi internasional terasa logis.

Namun, kepergian Messi membuka celah bagi generasi muda untuk meniti warisan. Di antara nama-nama yang digadang-gadang, Nico Paz muncul sebagai kandidat paling kredibel. Pemuda berusia 21 tahun ini baru saja menyelesaikan masa depan di Real Madrid, lalu hijrah ke Serie A bersama Como.

Paz tampaknya sudah menemukan ritme sendiri di panggung klub. Dalam 77 penampilan untuk Como, ia berhasil mencatatkan 19 gol dan 17 assist. Performa konsisten itu tidak lepas dari pengaruh Cesc Fabregas, pelatih yang kini mengasuh tim tersebut. Di bawah bimbingannya, Paz diberi kebebasan untuk berkembang secara ofensif maupun taktis.

Di sisi teknis, Paz dikenal memiliki visi permainan yang tajam dan insting mencetak gol yang solid. Ia mampu bertindak sebagai jendral lini tengah sekaligus penyerang sayap kiri. Kemampuan adaptability-nya pun diakui oleh banyak pundit sepak bola Eropa.

Sayangnya, minimnya kesempatan di Timnas Argentina masih menjadi sorotan. Sejak debutnya pada 2024, Paz baru tampil 11 kali dan berhasil mencetak satu gol. Aksinya di Piala Dunia 2026 pun terbatas—hanya dua laga, yakni melawan Yordania dan Aljazair.

Skor pertandingan itu menjadi ujian besar bagi Scaloni untuk memadukan pengalaman dan pembaruan. Dengan Paz dipasang sebagai gelandang tengah (CM), ia sempat memberi dampak positif meski hanya selama 10 menit kontra Aljazair, lalu kembali sebagai starter melawan Yordania selama 61 menit.

Dari sudut pandang internasional, hal ini mirip dengan dinamika di Indonesia. Saat pahlawan nasional seperti Bambang Pamungkas atau Irfan Bachdim pensiun, selalu ada ruang bagi pemuda baru untuk tampil. Namun, tekanan akan menggantikan legenda justru membuat banyak talenta enggan tampil optimal.

Indonesia sendiri pernah mengalami proses transformasi serupa. Setelah pensiunnya legenda seperti Soetjiptadi atau Ronaldo Affendy, generasi muda seperti Evan Dimas atau Andik Vermansyah sempat diberi kesempatan. Tapi, bukan semua yang berhasil menaklukkan beban ekspektasi.

Paz sebenarnya memiliki keunggulan dibandingkan rekan-setaranya. Ia sudah terbiasa dengan tekanan karena pernah menjadi bagian dari proyek pengembangan pemuda di Real Madrid. Kemampuan mentalnya dianggap kuat oleh analis taktik.

Pelatih Scaloni tampaknya bersikap realistis. Ia tidak akan langsung memasang Paz sebagai penerus absolut Messi. Justru, ia lebih memilih untuk melatihnya perlahan agar tidak kehilangan kepercayaan diri.

Dengan karier Messi yang sudah ditutup, fokus tim kini beralih pada konsistensi kolektif. Paz dan rekan-setaranya harus membuktikan bahwa *La Albiceleste* tetap kompetitif tanpa sang raja.

Sementara itu, dunia sepak bola global semakin menyoroti pentingnya regenerasi pemain. Klub-klub besar kini lebih serius membiayai akademi dan tim muda agar siap menghadapi transisi strategis seperti ini.

Bagi Paz, tantangan terbesar bukan sekadar teknis, tetapi juga psikologis. Ia harus belajar mengelola ekspektasi publik dan media yang tidak pernah kenamanya.

Namun, dengan usia masih muda dan pengalaman di klub asing yang solid, peluangnya untuk meniti jejak besar memang terbuka lebar. Yang perlu adalah kesabaran dan keberanian untuk tampil di kancah tertinggi.

Mengapa Ini Penting

Pengunduran diri Messi menandai akhir dari satu era dan permulaan pertarungan identitas baru bagi Timnas Argentina. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, sorotan terhadap pemain muda seperti Nico Paz mengingatkan betapa pentingnya sistem akademi dan pengembangan bakat jangka panjang. Klub-klub lokal pun perlu belajar dari pengalaman Paz—bahwa tekanan tak terhindarkan, tetapi bisa dijadikan pijakan agar generasi mendatang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga mental.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Nico Paz Jadi Favorit Gantikan Messi di Timnas Argentina"?

Lionel Messi mengumumkan pensiunnya dari Timnas Argentina, membuka celah bagi generasi muda termasuk Nico Paz untuk mengisi warisan di skuad La Albiceleste.

Mengapa Sepakbola ini penting?

Pengunduran diri Messi menandai akhir dari satu era dan permulaan pertarungan identitas baru bagi Timnas Argentina. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, sorotan terhadap pemain muda seperti Nico Paz mengingatkan betapa pentingnya sistem akademi dan pengembangan bakat jangka panjang. Klub-klub lokal pun perlu belajar dari pengalaman Paz—bahwa tekanan tak terhindarkan, tetapi bisa dijadikan pijak

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
2 September 2026
Waktu Baca
4 menit