Olahraga

Nguyen Dinh Bac Cetak Hattrick, Vietnam Hancurkan Timor Leste di Awal Piala AFF 2026

Ringkasan

  • Penyerang muda Vietnam Nguyen Dinh Bac mencetak tiga gol memimpin timnas Vietnam mengalahkan Timor Leste 4-0 di laga pembuka Grup B Piala AFF 2026, Rabu (23/7) di Hanoi.

Penyerang belia Nguyen Dinh Bac menjadi sorotan setelah mengemas hattrick pada debutnya di Piala AFF 2026. Tiga golnya membuka pintu kemenangan Vietnam atas Timor Leste dengan skor 4-0 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (23/7). Pemain berusia 21 tahun itu kini memuncaki daftar pencetak gol turnamen bersama tiga gol.

Kemenangan telak itu memberikan awal yang sempurna bagi tim asuhan Kim Sang Sik di Grup B. Vietnam bermain dominan sejak menit pertama dan tidak memberikan ruang bagi Timor Leste untuk mengancam gawang. Dinh Bac memanfaatkan peluang dengan sangkil, menunjukkan kalau dia siap mengambil alih peran penyerang andalan.

Selebrasi menari yang dilakukan Dinh Bac setelah setiap gol jadi bahan pembicaraan. Ia mengaku terinspirasi gaya perayaan para bintang Brasil seperti Neymar dan Ronaldinho. "Mereka adalah idola saya. Saya belajar selebrasi mereka dan praktikkan di lapangan," ujarnya usai laga. Tarian itu jadi ciri khas baru yang mungkin akan sering terlihat jika Vietnam terus mencetak gol.

Prestasi Dinh Bac bukan kebetulan. Pemain Cong An Hanoi ini sudah mengoleksi enam gol dari 15 penampilan merapatkan timnas senior. Sebelum Piala AFF, ia pernah menorehkan nama di papan skor lawan Filipina, Jepang, dan Myanmar. Performa konsisten membuatnya jadi salah satu senjata utama Vietnam selain kapten Nguyen Quang Hai dan penyerang naturalisasi Nguyen Xuan Son alias Rafaelson.

Quang Hai sendiri sudah mengumpulkan 15 gol untuk timnas, sedangkan Rafaelson — yang lahir di Brasil dan dinaturalisasi 2023 — mencatat 12 gol. Ketiganya membentuk trio serangan yang menakutkan. Vietnam kini punya variasi serangan: kecepatan Dinh Bac, kreativitas Quang Hai, dan kekuatan fisik Rafaelson.

Bagi Indonesia, kemenangan Vietnam ini jadi peringatan dini. Garuda akan bertemu Vietnam di laga ketiga Grup B, Senin (3/8) mendatang di Stadion Pakansari, Bogor. Pertandingan itu kemungkinan besar menentukan posisi puncak grup. Vietnam hadir dengan kepercayaan diri penuh setelah hancurkan Timor Leste.

Pelatih Kim Sang Sik menilai pergerakan timnya cukup bagus. "Para pemain bertanding percaya diri. Saya ingin kepercayaan ini dibawa ke laga lawan Singapura dan Indonesia," kata pelatih asal Korea Selatan itu. Vietnam akan menjamu Singapura di My Dinh, Jumat (25/7), sebelum terbang ke Bogor.

Sejarah pertemuan Vietnam-Indonesia di Piala AFF selalu sengit. Final 2022 lalu, Vietnam unggul 1-0 di leg pertama di Hanoi sebelum Indonesia balas 1-0 di leg kedua di Jakarta — lalu Vietnam menang lewat adu penalti. Ketegangan itu dijamin terulang di Pakansari.

Dinh Bac vs lini belakang Indonesia jadi duel menarik. Justin Hubner, Mees Hilgers, dan Shayne Pattynama harus waspadai kecepatan dan gerak tanpa bola penyerang muda itu. Sementara di sisi lawan, Rafael Struick dan Thom Haye harus bijak mengeksploitasi ruang yang ditinggal Vietnam saat menyerang berpasangan.

Faktor kandang di Pakansari bisa jadi penyeimbang. Suporter Indonesia yang penuh semangat sering jadi pemain ke-12. Namun Vietnam sudah terbiasa bermain di atmosfer tekanan tinggi, apalagi dengan pengalaman final dua tahun lalu. Keseimbangan mental akan menentukan siapa yang lolos ke semifinal sebagai juara grup.

Jadwal padat jadi tantangan sendiri. Vietnam main tiga laga dalam sepuluh hari: Timor Leste (23/7), Singapura (25/7), Indonesia (3/8). Rotasi pemain jadi kunci Kim Sang Sik agar kesegaran terjaga. Indonesia punya keuntungan istirahat lebih lama sebelum laga puncak grup.

Apapun hasilnya, performa Dinh Bac sudah menandai lahirnya bintang baru sepak bola Asia Tenggara. Jika ia konsisten, Vietnam punya penyerang andal untuk siklus empat tahun ke depan. Bagi Indonesia, laga di Bogor bukan cuma soal poin — tapi uji karakter menghadapi lawan yang sedang puncak percaya diri.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan Vietnam 4-0 dengan hattrick Dinh Bac mengubah lanskap Grup B: Vietnam jadi favorit puncak grup, sedangkan Indonesia terpaksa menang di Bogor untuk menghindari lawan kuat di semifinal. Trio serangan Vietnam (Dinh Bac, Quang Hai, Rafaelson) saat ini paling lengkap di Asia Tenggara — kecepatan, kreativitas, dan fisik dalam satu paket. Bagi Shin Tae-yong, laga 3 Agustus jadi uji nyata sistem pertahanan dan efisiensi serangan Garuda. Hasil di Pakansari akan menentukan apakah Indonesia harus bermain playoff lawan juara Grup A (kemungkinan Thailand) atau jalan lebih mudah via posisi runner-up. Performa Dinh Bac juga mengirim sinyal ke klub-k klub Liga 1: penyerang muda Asia Tenggara kini berani ambil peran utama di panggung senior.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
25 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit