Gelandang serang andalan tim nasional Brasil, Neymar Junior, mendapatkan sambutan hangat dan meriah dari puluhan ribu penonton yang memadati Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat. Momen emosional tersebut terjadi ketika bintang tersebut masuk sebagai pemain pengganti dalam laga krusial babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Norwegia.
Neymar menginjakkan kaki di lapangan hijau pada menit ke-67 untuk menggantikan peran Gabriel Martinelli. Bersamaan dengan pergantian tersebut, Danilo Santos juga masuk ke lapangan menggantikan Rayan, sebuah upaya taktis yang dilakukan pelatih untuk mengubah dinamika permainan di tengah tekanan ketat dari tim lawan.
Penampilan ini tercatat sebagai aksi kedua Neymar dalam gelaran Piala Dunia 2026. Sebelumnya, pemain yang sarat pengalaman ini juga sempat turun dari bangku cadangan saat Brasil sukses menaklukkan Skotlandia dengan skor meyakinkan 3-0 pada babak penyisihan Grup C.
Sepanjang laga melawan Norwegia, setiap kali Neymar menyentuh dan menggiring bola, gemuruh tepuk tangan dan teriakan dukungan terus menggema dari tribun penonton. Dukungan masif ini seolah menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak terkait kebugaran dan kontribusinya bagi tim nasional Brasil di turnamen akbar ini.
Keputusan pelatih untuk memanggil Neymar ke dalam skuad Piala Dunia 2026 memang sempat menuai polemik. Sebagian pengamat sepak bola berpendapat bahwa penyerang Chelsea, Joao Pedro, lebih layak mendapatkan tempat tersebut karena performa impresifnya sepanjang musim, namun antusiasme publik menunjukkan bahwa sosok Neymar masih memiliki tempat istimewa di hati para pendukung.
Hingga berita ini diturunkan, Brasil harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 0-2 melalui dua gol yang dicetak oleh penyerang Erling Haaland. Gol pertama tercipta pada menit ke-79, tak lama setelah Neymar masuk ke lapangan, disusul gol kedua melalui sepakan kaki kiri pada menit ke-90 yang kian memperlebar jarak antara kedua tim.
Bagi Brasil, Piala Dunia 2026 merupakan ambisi besar untuk meraih gelar juara dunia keenam setelah puasa gelar selama 24 tahun. Di sisi lain, Norwegia mencatatkan rekor sejarah baru dengan menembus babak perempat final, melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya yang hanya mampu mencapai babak 16 besar.