Nathan Ake resmi mengakhiri masa baktinya selama enam tahun di Manchester City setelah memutuskan untuk bergabung dengan klub raksasa Turki, Fenerbahce. Kepindahan ini menandai babak baru dalam karier profesional bek asal Belanda tersebut, yang kini akan mencari tantangan di liga luar Inggris setelah kesuksesan besar yang diraihnya bersama The Citizens.
Dalam pernyataan resminya, pemain berusia 31 tahun tersebut mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Manchester City. Ake menyebut bahwa menjadi bagian dari skuad asuhan Pep Guardiola adalah sebuah kehormatan besar dan pengalaman yang sangat berkesan dalam perjalanan karier sepak bolanya di kancah Eropa.
Perjalanan Ake di Etihad Stadium dimulai pada Agustus 2020 ketika ia didatangkan dari Bournemouth. Sejak saat itu, ia telah mencatatkan 177 penampilan di semua kompetisi. Kehadirannya di lini pertahanan City memberikan stabilitas dan fleksibilitas taktis yang krusial bagi tim, menjadikannya salah satu pemain kunci di bawah asuhan Guardiola.
Selama enam musim yang luar biasa, Ake berhasil mengoleksi 12 gelar bergengsi. Koleksi trofinya mencakup empat gelar Liga Inggris, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub FIFA, dua gelar Piala FA, dua Piala Liga, Community Shield, serta UEFA Super Cup. Prestasi ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bek tersukses dalam sejarah modern klub.
Meskipun musim terakhirnya sempat terhambat oleh masalah cedera, Ake tetap menunjukkan kontribusi signifikan. Ia berperan penting dalam kemenangan Manchester City di final Piala Liga melawan Arsenal dan turut membantu tim meraih gelar ganda domestik setelah mengalahkan Chelsea di final Piala FA, yang menjadi penutup manis bagi kariernya di Manchester.
Kini, kepindahan ke Fenerbahce tinggal menunggu izin internasional resmi untuk diselesaikan. Bergabungnya Ake ke Liga Turki diharapkan dapat memberikan dimensi baru bagi pertahanan Fenerbahce, mengingat pengalaman luas yang ia miliki di level tertinggi sepak bola dunia serta mentalitas juara yang ia bawa dari Manchester City.