Olahraga

Julian Nagelsmann Ungkap Kekecewaan Mendalam Jerman Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Julian Nagelsmann Ungkap Kekecewaan Mendalam Jerman Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, menyatakan kekecewaannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 oleh Paraguay lewat adu penalti.

Jakarta - Langkah tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih awal setelah menelan kekalahan dramatis dari Paraguay melalui babak adu penalti pada putaran 32 besar yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat. Pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann, mengungkapkan bahwa suasana di ruang ganti pemain dipenuhi dengan rasa kekecewaan yang mendalam setelah hasil pahit tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, Jerman sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Julio Enciso pada menit ke-42. Namun, Die Mannschaft berhasil menyamakan kedudukan berkat aksi Kai Havertz pada menit ke-54. Sayangnya, dominasi permainan yang coba dibangun Jerman tidak mampu menghasilkan gol tambahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir, sehingga laga harus ditentukan lewat drama adu penalti.

Pada fase adu penalti, keberuntungan tidak berpihak kepada Jerman. Kai Havertz, yang menjadi salah satu eksekutor, gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditebak oleh kiper Paraguay, Orlando Gill. Kegagalan tersebut kemudian diikuti oleh Nick Woltemade, sebelum akhirnya Jonathan Tah gagal mengeksekusi tendangan krusial di fase sudden death, yang memastikan langkah Paraguay melaju ke babak 16 besar.

Nagelsmann menyoroti kelemahan taktis timnya dalam menghadapi pertahanan Paraguay. Ia mengakui bahwa para pemainnya terlalu lambat dalam membangun serangan dan kurang agresif dalam mengirimkan bola ke kotak penalti lawan. Menurutnya, Jerman seharusnya bisa mengunci kemenangan tanpa harus melewati drama adu penalti yang penuh risiko.

Kai Havertz sendiri merasa sangat terpukul atas hasil ini. Penyerang Arsenal tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada publik Jerman karena gagal membawa timnya melangkah lebih jauh. Baginya, turnamen ini menjadi catatan buruk kedua setelah Piala Dunia 2022, di mana timnya kembali harus tersingkir lebih awal dari ekspektasi.

Lebih lanjut, Havertz menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh bagi seluruh pemain. Ia menolak untuk menyalahkan sang pelatih dan menegaskan bahwa tanggung jawab atas performa yang kurang maksimal berada di pundak para pemain di lapangan. Menurutnya, terdapat celah dalam permainan Jerman yang harus segera diperbaiki agar tidak terulang pada turnamen internasional mendatang.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti tren penurunan performa tim elit dunia yang menjadi pelajaran berharga bagi manajemen tim sepak bola dalam melakukan regenerasi pemain. Bagi penggemar olahraga di Indonesia, ini menjadi contoh pentingnya evaluasi taktis dan mentalitas pemain dalam menghadapi tekanan turnamen besar berskala internasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit