Olahraga

Mundur dari Direktur Teknik Timnas Italia, Maldini Tak Terima Pelatih Pilihannya Ditolak

Mundur dari Direktur Teknik Timnas Italia, Maldini Tak Terima Pelatih Pilihannya Ditolak

Ringkasan

  • Paolo Maldini mundur dari jabatan Direktur Teknik Timnas Italia setelah bertengkar dengan Presiden FIGC Giovanni Malago yang menolak proposal pelatih Andrea Pirlo karena keterkaitan Pirlo dengan rumah judi online.

Paolo Maldini resmi mundur dari jabatan Direktur Teknik tim nasional Italia hanya dalam hitungan hari setelah ditunjuk. Keputusan itu diambil setelah ia berseteru dengan Presiden FIGC Giovanni Malago ihwal pemilihan pelatih kepala. Leonardo, yang ditunjuk sebagai penasihat, juga ikut meninggalkan posisinya.

Legenda AC Milan itu baru saja dipercaya memegang peran strategis di federasi sepakbola Italia sebagai bagian dari upaya pembenahan total. Italia gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut, sehingga FIGC ingin mendatangkan sosok kuat untuk membangun ulang struktur timnas. Maldini dianggap tepat karena pengalaman dan wibawanya.

Tugas utama Maldini adalah membentuk hierarki tim nasional, mulai dari pembinaan pemain muda hingga pemilihan calon pelatih. Salah satu prioritasnya adalah mencari allenatore kredibel yang bisa membawa Italia kembali ke jalur sukses. Ia mengincar nama besar seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, namun keduanya menolak tawaran tersebut.

Setelah pendekatan kepada dua nama top itu gagal, Maldini mengalihkan bidikan kepada Andrea Pirlo. Pirlo memang legenda di lapangan, tetapi catatan kepelatihannya masih tipis. Prestasi terbaiknya hanya membawa Juventus memenangi Coppa Italia dan Supercoppa Italia sebelum kemudian dipecat.

FIGC melalui Malago langsung menolak proposal Maldini. Alasan penolakan cukup kontroversial: Pirlo terdaftar sebagai brand ambassador untuk sebuah rumah judi online. Malago menilai keterlibatan Pirlo dengan industri perjudian tidak pantas mewakili federasi. Penolakan itu disampaikan tegas dan tanpa kompromi.

Maldini bersikeras mempertahankan pilihannya. Sebagai Direktur Teknik, ia merasa memiliki otoritas penuh dalam menentukan pelatih. Intervensi dari presiden dianggap mengurangi kewenangan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya. Ketidaksepakatan ini kemudian memuncak dan berujung pada pengunduran diri.

Kepergian Maldini dan Leonardo menunjukkan bahwa hubungan antara figur legendaris dan federasi tidak selalu harmonis. Di satu sisi, FIGC ingin memanfaatkan nama besar Maldini, namun di sisi lain masih enggan memberikan kebebasan mutlak. Konflik semacam ini kerap terjadi di federasi sepakbola dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia, gesekan antara PSSI dan direktur teknik timnas juga pernah terjadi. Contoh nyata adalah saat Indra Sjafri menjabat atau ketika Shin Tae-yong ditunjuk dengan campur tangan berbagai pihak. Tanpa batasan wewenang yang jelas, benturan kepentingan antara pemegang jabatan teknik dan administratif sulit dihindari.

Kasus Italia ini menjadi pelajaran berharga bagi federasi sepakbola Indonesia. Kedepan, PSSI harus merumuskan secara detail lingkup kerja direktur teknik agar tidak terjadi tumpang tindih wewenang. Legenda seperti Maldini memang aset besar, tetapi tanpa dukungan penuh federasi, peran mereka hanya akan menjadi simbol tanpa dampak nyata.

Pasca mundurnya Maldini, FIGC disebut akan menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih dan Giorgio Chiellini sebagai Direktur Teknik. Keputusan ini diambil untuk mempercepat pemulihan timnas yang masih berduka akibat kegagalan beruntun. Namun, kepergian sosok sekelas Maldini pasti meninggalkan luka dan memicu pertanyaan soal komitmen FIGC terhadap proyek jangka panjang.

Yang jelas, kisruh ini memperlambat persiapan Italia menuju kompetisi berikutnya. Semakin lama keputusan diambil, semakin sempit waktu bagi pelatih dan staf untuk membangun tim. Apakah Mancini dan Chiellini mampu mengulang kesuksesan seperti dulu? Semua tergantung sejauh mana FIGC belajar dari konflik yang baru saja terjadi.

Mengapa Ini Penting

Kisruh ini mengungkap betapa rapuhnya hubungan antara figur legendaris dan federasi sepakbola ketika wewenang tidak didefinisikan secara jelas. Bagi Indonesia, kasus ini menjadi gambaran nyata bahwa tanpa pembagian peran yang tegas, proyek pembangunan timnas bisa tersandera konflik internal. Masuknya kepentingan komersial—seperti kontrak Pirlo dengan rumah judi—juga menjadi peringatan bahwa federasi harus memiliki standar etika yang ketat dalam memilih pelatih. Jika hal serupa terjadi di PSSI, bukan tidak mungkin pengamat dan publik kembali mempertanyakan transparansi federasi.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Mundur dari Direktur Teknik Timnas Italia, Maldini Tak Terima Pelatih Pilihannya Ditolak"?

Paolo Maldini mundur dari jabatan Direktur Teknik Timnas Italia setelah bertengkar dengan Presiden FIGC Giovanni Malago yang menolak proposal pelatih Andrea Pirlo karena keterkaitan Pirlo dengan rumah judi online.

Mengapa Olahraga ini penting?

Kisruh ini mengungkap betapa rapuhnya hubungan antara figur legendaris dan federasi sepakbola ketika wewenang tidak didefinisikan secara jelas. Bagi Indonesia, kasus ini menjadi gambaran nyata bahwa tanpa pembagian peran yang tegas, proyek pembangunan timnas bisa tersandera konflik internal. Masuknya kepentingan komersial—seperti kontrak Pirlo dengan rumah judi—juga menjadi peringatan bahwa federa

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
28 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit