Indonesia mengakhiri Matchday 2 Piala AFF 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Timor Leste di Chonburi Stadium, Jumat (31/7/2026) sore WIB. Tiga gol tersebut dicetak oleh Shayne Pattynama, Thom Haye, dan Mitchell Baker, yang semuanya bersarang di babak kedua setelah babak pertama berlangsung gugur tanpa gol.
Gol yang dicetak Baker pada menit ke-67 bukan hanya menutup kemenangan, tapi juga membawanya ke puncak klasemen top skor turnamen. Dengan total empat gol, striker berusia 19 tahun itu kini unggul satu gol di atas Paulo Josue (Malaysia) dan Nguyen Dinh Bac (Vietnam) yang masing-masing mengoleksi tiga gol.
Kemenangan ini menjadi respons penting bagi Garuda setelah matchday pertama yang mengecewakan. Di laga pembuka, Indonesia hanya berhasil mengumpulkan satu poin dari hasil imbang. Pelatih Patrick Kluivert lalu melakukan rotasi signifikan, memasang Baker sebagai penyerang sayap yang diberi kebebasan untuk masuk ke area lawan. Keputusan itu terbukti tepat sasaran.
Baker sendiri sudah mencetak hat-trick di laga pembuka melawan Filipina, meski saat itu Indonesia hanya menang tipis 2-1 usai kehilangan satu pemain. Kontribusinya terhadap empat gol total Timnas di dua laga pertama mencapai 75 persen, angka yang mencerminkan seberapa sentral peranannya dalam skema serbuan Merah-Putih.
Di sisi lawan, Timor Leste tampil kompak di 45 menit pertama, berhasil mengunci area vital dan memaksa Indonesia bermain di sisi lapangan. Namun penurunan stamina dan konsentrasi di babak kedua dimanfaatkan oleh kecepatan Pattynama dan Haye di sayap, menciptakan ruang bagi Baker yang menunggu di titik tengah.
Posisi Baker di puncak klasemen top skor semakin kokoh setelah Nguyen Dinh Bac gagal menambah koleksi golnya. Vietnam justru tertahan imbang 0-0 oleh Singapura di My Dinh National Stadium pada malam yang sama. Striker Vietnam itu tersandung marking ketat dan tidak mendapat suplai bola yang memadai, membiarkan Baker melarikan diri di klasemen.
Kendati demikian, perjuangan top skor masih panjang. Paulo Josue dari Malaysia masih memiliki peluang untuk mengejar saat Harimau Malaya menghadapi lawan yang dinilai lebih lemah di matchday mendatang. Sementara Thailand dan Myanmar masing-masing memiliki pemain dengan dua gol — Kakana Khamyok dan Than Paing — yang tetap bisa mengancam jika Indonesia gagal lolos ke fase gugur.
Data dari akun resmi ASEAN United FC menunjukkan Baker menjadi satu-satunya pemain Indonesia dengan lebih dari satu gol di turnamen ini. Empat pemain lain — Thom Haye, Shayne Pattynama, Jens Raven, dan Sandy Walsh — masing-masing mencetak satu gol. Distribusi gol yang merata ini justru menjadi senjata taji bagi Kluivert, karena lawan sulit memfokuskan marking hanya pada satu nama.
Dari perspektif jangka panjang, munculnya Baker sebagai andalan penyerang menjawab kekhawatiran panjang mengenai regenerasi striker Timnas. Selama ini Indonesia bergantung pada pemain naturalisasi atau veteran usia 30-an. Lahirnya striker asal akademi dengan insting gol alami di usia 19 tahun memberikan opsi strategis yang berbeda: kecepatan, gerakan tanpa bola, dan kemampuan finishing dengan kedua kaki.
Namun tantangan nyata menunggu di fase gugur. Lawan di perempat final nanti akan memiliki kualitas pertahanan jauh lebih baik dari Timor Leste. Baker akan diuji oleh marking ganda, fisik yang lebih keras, dan ruang yang sempit. Kemampuannya menciptakan peluang sendiri — bukan hanya menunggu umpan — akan menentukan apakah ia bisa mempertahankan gelar top skor hingga final.
Selain aspek individu, kemenangan 3-0 ini juga memperbaiki goal difference Indonesia menjadi +3, aset vital jika terjadi poin sama di akhir fase grup. Laga terakhir fase grup akan menentukan lawan di perempat final, dan Kluivert sudah menegaskan akan memutar pemain untuk menjaga kebugaran. Baker sendiri kemungkinan besar akan mendapat istirahat parsial, mengingat jadwal padat dan risiko cedera.
Proyeksi ke depan, jika Indonesia lolos ke semifinal, Baker akan minimal mendapat dua laga lagi untuk menambah cetakannya. Rekor top skor tunggal Piala AFF saat ini dimiliki Teerasil Dangda (Thailand) dengan enam gol pada edisi 2012. Mencapai angka itu bukan mustahil, asalkan Garuda terus melaju dan Baker menjaga efisiensi finishing yang saat ini mencapai 57 persen dari total tembakan ke gawang.