Spanyol memastikan langkah mereka ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Belgia di Stadion SoFi, Inglewood, Amerika Serikat, pada Sabtu dini hari. Kemenangan ini menegaskan dominasi La Roja dalam turnamen akbar empat tahunan ini dan sekaligus mengirim mereka ke laga krusial menghadapi Prancis di Stadion AT&T, Arlington, pada Rabu (15/7) mendatang.
Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal. Spanyol, yang dikenal dengan filosofi penguasaan bola, langsung mengambil inisiatif serangan. Pada menit ke-30, upaya Dani Olmo yang sempat ditepis oleh kiper kelas dunia Thibaut Courtois berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Fabian Ruiz. Tendangan keras Ruiz merobek jala gawang Belgia, membawa Spanyol unggul 1-0 dan meningkatkan moral tim asuhan pelatih mereka.
Namun, Belgia tidak tinggal diam. Tim berjuluk Setan Merah ini memberikan respons cepat sebelum babak pertama berakhir. Pada menit ke-41, umpan silang akurat dari Timothy Castagne berhasil disambut oleh sundulan tajam Charles De Ketelaere. Gol tersebut menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1, memaksa kedua tim untuk menyusun ulang strategi di ruang ganti saat turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat drastis. Spanyol terus menekan pertahanan Belgia melalui pergerakan lincah Mikel Oyarzabal yang memaksa Courtois bekerja ekstra keras di bawah mistar gawang. Namun, nasib buruk menimpa Belgia pada menit ke-71 ketika Thibaut Courtois harus ditarik keluar lapangan karena cedera, digantikan oleh kiper cadangan Senne Lammens.
Perubahan di posisi penjaga gawang ini ternyata menjadi titik balik bagi Spanyol. Tekanan konstan yang dilakukan skuad Spanyol akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-88. Tembakan jarak jauh Pau Cubarsi sempat dibendung oleh Lammens, namun bola liar yang gagal dikuasai dengan sempurna oleh sang kiper langsung disambar oleh Mikel Merino. Gol telat ini memastikan kemenangan 2-1 bagi Spanyol.
Belgia sempat mencoba memberikan perlawanan terakhir di sisa waktu pertandingan. Peluang emas sempat tercipta melalui aksi Alexis Saelemaekers yang berhasil melewati kiper Spanyol, Unai Simon. Namun, kesigapan bek Aymeric Laporte dalam menyapu bola sebelum mencapai Romelu Lukaku menyelamatkan gawang Spanyol dari kebobolan di detik-detik terakhir.
Kemenangan ini bukan sekadar statistik, melainkan pembuktian kedalaman skuad Spanyol di tengah turnamen yang sangat menguras fisik. Keberhasilan menembus semifinal menunjukkan bahwa Spanyol telah berevolusi menjadi tim yang lebih pragmatis namun tetap mematikan. Mereka kini harus mempersiapkan diri untuk menghadapi Prancis, yang dikenal memiliki lini serang paling berbahaya di dunia.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga semifinal ini akan menjadi tontonan utama yang dinanti. Pertarungan antara Spanyol dan Prancis di Stadion AT&T diprediksi akan menjadi salah satu laga paling taktis dalam sejarah Piala Dunia 2026. Dengan tiket final yang dipertaruhkan, kedua tim dipastikan akan mengeluarkan seluruh kekuatan terbaik mereka untuk menjaga impian meraih trofi emas.