Pebulu tangkis muda berbakat Indonesia, Metta Handayani Hartono, berhasil mengamankan tempat di babak perempat final turnamen bergengsi Jaya Raya Junior International Grand Prix (JIGP) 2026. Kepastian ini diraih setelah Metta menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa saat menundukkan wakil Jepang, Rise Hino, melalui pertarungan sengit tiga gim dengan skor 21-13, 16-21, 21-15 di GOR PB Jaya Raya, Bintaro, Tangerang Selatan.
Kemenangan ini menjadi bukti nyata perkembangan performa Metta dalam ajang berskala internasional. Di babak 16 besar, Metta mengaku sempat mengalami kesulitan saat menghadapi agresivitas permainan lawan yang sangat menguras stamina. Pola serangan yang diterapkan Rise Hino sempat membuat Metta kehilangan ritme permainan di gim kedua, yang memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Selain tekanan dari lawan, Metta juga mengungkapkan sempat terkendala masalah fisik di bagian perut selama pertandingan berlangsung. Kondisi ini tentu menjadi ujian tersendiri bagi pemain yang baru berusia 13 tahun tersebut. Namun, berkat instruksi taktis dari pelatih yang memintanya untuk tetap sabar dan meminimalisir kesalahan sendiri, Metta mampu bangkit dan mendominasi gim ketiga.
Menatap babak perempat final, Metta akan menghadapi lawan yang lebih berat, yakni unggulan ketiga asal Thailand, Napatcha Choksakulporn. Napatcha sendiri melaju ke babak delapan besar setelah menghentikan langkah Ayana Hagihara dengan skor meyakinkan 21-12, 21-14. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Metta dalam mengukur kemampuannya melawan pemain peringkat atas di kategori U-15.
Dalam keterangannya, Metta menyatakan bahwa dirinya justru merasa lebih percaya diri saat harus berhadapan dengan pemain asing. Mentalitas ini menjadi modal penting bagi seorang atlet muda untuk berkembang di kancah internasional. Fokus utamanya untuk pertandingan berikutnya adalah tampil lepas dan tanpa beban, sebuah pendekatan psikologis yang seringkali menjadi kunci kemenangan bagi pemain muda di bawah tekanan kompetisi.
Jaya Raya JIGP 2026 sendiri merupakan turnamen yang menjadi wadah pembibitan atlet-atlet muda berbakat dari berbagai negara. Bagi Indonesia, ajang ini sangat krusial dalam memetakan kekuatan bulu tangkis di masa depan. Keberhasilan Metta menembus perempat final di tengah persaingan ketat atlet dari Jepang dan Thailand menunjukkan bahwa pembinaan di level junior Tanah Air masih memiliki daya saing yang cukup kompetitif.
Analisis teknis menunjukkan bahwa kemampuan Metta dalam mengelola emosi dan mendengarkan instruksi pelatih di saat krusial adalah aset berharga. Meski secara fisik masih perlu peningkatan, terutama dalam hal daya tahan tubuh, namun kematangan taktik yang ditunjukkan di usia belia memberikan sinyal positif bagi masa depan tunggal putri Indonesia.
Kedepannya, konsistensi menjadi kata kunci bagi Metta. Menghadapi Napatcha Choksakulporn yang memiliki pengalaman unggulan, Metta tidak hanya dituntut untuk bermain menyerang, tetapi juga harus mampu menjaga ketenangan dalam reli-reli panjang. Dukungan moral dari tim pelatih dan kepercayaan diri yang tinggi akan menjadi penentu apakah Metta mampu melangkah lebih jauh ke babak semifinal atau bahkan final turnamen ini.