Lionel Messi kembali menjadi sorotan dalam perjalanan Argentina menuju final Piala Dunia 2026. Namun kali ini, ia tampil dengan peran berbeda: sebagai pelayan yang memberi dua assist krusial saat Albiceleste menaklukkan Inggris 2-1 di babak semifinal. Gol kemenangan dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez di masa injury time.
Messi yang selama turnamen menjadi mesin gol dengan delapan gol, memilih untuk bergerak lebih melebar dan menarik perhatian bek lawan. Strategi ini membuka ruang bagi rekan setimnya. Umpan terukur Messi di kotak penalti Inggris membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Ia tidak memaksa mencetak gol sendiri meski menjadi magnet utama.
Perjalanan Argentina menuju final tidak mulus. Mereka sempat tertinggal 0-2 dari Mesir hingga 15 menit terakhir, dan dipaksa Cape Verde serta Swiss bermain hingga perpanjangan waktu. Namun krisis selalu bisa diatasi berkat ketenangan Messi dan kolektivitas tim.
"Ini gila, bisa main di dua final Piala Dunia berturut-turut," ujar Messi setelah laga. Ia menegaskan bahwa tim lebih penting dari individu. Sikap inilah yang membuat ia rela menjadi pelayan, meninggalkan ego pribadi demi kemenangan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, peran baru Messi memberikan pelajaran berharga. Di tengah maraknya pemain bintang yang cenderung bermain individu, Messi justru menunjukkan pentingnya pengorbanan untuk tim. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia agar lebih mengedepankan permainan kolektif.
Turnamen Piala Dunia 2026 juga menjadi tontonan yang dinantikan publik Indonesia. Argentina memiliki basis suporter besar di Tanah Air. Keberhasilan Messi melaju ke final membuat euforia semakin terasa.
Kemenangan atas Inggris juga menunjukkan kedalaman skuad Argentina. Selain Messi, pemain seperti Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez menjadi pahlawan. Mereka tampil konsisten di momen krusial.
Argentina kini menunggu lawan di final. Peluang untuk menjadi juara bertahan terbuka lebar. Tidak ada tim yang pernah melakukannya sejak Brasil pada 1962, namun skuad asuhan Lionel Scaloni memiliki kepercayaan diri tinggi.
Messi sendiri telah menegaskan bahwa ia akan memberikan segalanya di laga pamungkas. "Kami akan mati-matian untuk membawa trofi pulang lagi," katanya.
Dengan peran sebagai pelayan yang sempurna, Argentina kini selangkah lagi mengukir sejarah. Messi membuktikan bahwa menjadi hebat bukan hanya tentang mencetak gol, tapi juga membuat rekan setim menjadi lebih baik.