Olahraga

Messi Cetak Rekor Baru Saat Argentina Singkirkan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Argentina menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 berkat dua assist Lionel Messi, Rabu (15/7).
  • Pemain 39 tahun itu cetak rekor baru.

Lionel Messi kembali menjadi kunci kemenangan Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung Rabu (15/7) waktu setempat. Pemain berusia 39 tahun itu tidak mencetak gol, tetapi menyumbang dua assist yang memastikan La Albiceleste melaju ke babak final turnamen empat tahunan tersebut.

Penampilan Messi di Stadion MetLife, New Jersey, mempertegas statusnya sebagai salah satu sosok paling dominan dalam sejarah sepak bola modern. Meski usianya tak lagi muda, ia tetap menjadi pengatur ritme serangan timnas Argentina. Dua umpan krusial yang ia berikan membuktikan bahwa kualitas teknis dan visi bermainnya belum surut sedikit pun.

Argentina menembus final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor yang ditentukan oleh kolektivitas tim, di mana Messi berada di pusatnya. Keberhasilan ini bukan kebetulan sesaat. Sejak edisi 2022, Messi konsisten mencetak gol atau memberi assist dalam 11 pertandingan Piala Dunia berturut-turut, rekor terpanjang dalam enam dekade terakhir.

Catatan individu Messi di turnamen ini bahkan melampaui nama-nama legendaris. Ia menjadi pemain pertama yang mengoleksi 10 assist pada babak gugur Piala Dunia, mengungguli Pele dan Antoine Griezmann yang hanya punya empat assist di fase sama. Angka itu menunjukkan betapa sentralnya peran Messi dalam membongkar pertahanan lawan.

Selain itu, Messi mencatatkan diri sebagai pemain keempat sepanjang masa yang mengkreasi dua assist di semifinal Piala Dunia. Terakhir kali hal serupa terjadi pada 1966, atau 60 tahun lalu. Ia juga menjadi pemain pertama yang menciptakan 99 peluang sepanjang penampilannya di Piala Dunia, melewati torehan Diego Maradona yang berhenti di 71 peluang.

Dari sisi kebugaran, Messi membantah anggapan bahwa dirinya pemain yang mudah lelah. Saat melawan Inggris, ia menempuh jarak 8,35 kilometer, jarak berlari tertingginya di Piala Dunia 2026. Data tersebut meruntuhkan narasi bahwa pemain senior hanya berjalan di lapangan dan menunggu bola.

Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, performa Messi memberi pelajaran tentang manajemen karier atlet. Banyak pesepak bola lokal kerap menurun drastis usai memasuki usia 30 tahun karena minimnya pemeliharaan fisik dan taktik adaptif. Messi menunjukkan bahwa dengan disiplin, pemain bisa tetap kompetitif di level tertinggi hingga akhir 30-an.

Liga Indonesia sejauh ini belum memiliki ekosistem yang mendukung pemain senior bertahan lama di performa puncak. Fasilitas sports science di sebagian klub masih terbatas. Keberhasilan Messi di usia 39 tahun bisa menjadi referensi bagi pelatih lokal untuk merancang program latihan berbasis data dan pemulihan individu.

Komentar Messi usai laga menyiratkan motivasi personal yang kuat. Ia menyebut kemenangan atas Inggris sebagai hadiah untuk mendiang Diego Maradona, figur yang menjadi inspirasinya sejak masa kecil. Ungkapan itu menambah dimensi emosional bagi suporter Argentina maupun pecinta sepak bola dunia.

Maradona sendiri merupakan simbol sepak bola Amerika Latin yang juga sangat dihormati di Indonesia. Kehadiran Messi sebagai penerus narasi tersebut membuka ruang diskusi tentang kontinuitas legenda dalam olahraga. Generasi muda Indonesia yang mengidolakan Messi dapat melihat bahwa dedikasi lebih berarti daripada sekadar bakat mentah.

Menjelang final, Argentina diproyeksikan kembali mengandalkan Messi sebagai kreator utama. Lawan yang kemungkinan besar adalah Spanyol akan menyiapkan skema khusus untuk mematikan pergerakannya. Namun, dengan rekam jejak assist dan peluang yang sudah dibuktikan, Messi dipastikan tetap menjadi ancaman meski tidak selalu mencetak gol.

Tren pemain senior berdaya saing tinggi diprediksi makin lazim di Piala Dunia mendatang. Kemajuan ilmu olahraga dan analitik pertandingan memungkinkan atlet memperpanjang usia kompetitif. Messi di Piala Dunia 2026 adalah contoh nyata bahwa batas usia dalam sepak bola tidak lagi seketat dahulu.

Di Indonesia, euforia menjelang final dipastikan meningkat. Komunitas suporter Argentina dan pengikut Liga 1 akan memantau setiap gerak Messi sebagai bahan perbincangan dan evaluasi bakat lokal. Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang negara besar, tetapi panggung pembelajaran bagi ekosistem sepak bola nasional.

Mengapa Ini Penting

Performa Messi di usia 39 tahun menjadi cermin kelemahan sistem pembinaan pemain senior di Indonesia yang belum mengadopsi sports science secara merata. Rekor assist dan peluangnya menunjukkan pentingnya analitik pertandingan yang bisa diaplikasikan klub lokal untuk memperpanjang karier atlet. Keberhasilan ini juga menggeser wacana bahwa pemain Asia Tenggara tak mungkin kompetitif di usia matang jika infrastruktur dibenahi. Penggemar Indonesia mendapat referensi bahwa dedikasi dan data latihan lebih menentukan ketimbang usia biologis semata.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit