Olahraga

Messi dan Mbappe Kejar Dua Digit Gol di Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Messi dan Mbappe sama-sama punya 8 gol di Piala Dunia 2026 dan berpeluang tembus 10 gol di laga terakhir.

Lionel Messi dan Kylian Mbappe bersaing ketat memperebutkan status pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026, dengan masing-masing mengoleksi delapan gol menjelang laga pamungkas turnamen di Amerika Utara. Persaingan keduanya mencapai titik krusial pada partai terakhir, di mana Messi memimpin Argentina di final melawan Spanyol, sedangkan Mbappe membela Prancis dalam perebutan tempat ketiga kontra Inggris.

Messi saat ini menempati urutan teratas daftar top skor berkat keunggulan assist. Pemain asal Argentina itu mencatatkan empat assist, unggul satu atas Mbappe yang mengoleksi tiga assist sepanjang turnamen. Selisih tersebut lahir setelah Messi menyumbang dua assist saat Argentina mengalahkan Inggris di fase sebelumnya, membuatnya melampaui torehan bintang Prancis tersebut.

Tren produktivitas kedua megabintang itu sebenarnya mengalami perlambatan di fase gugur. Mbappe gagal mencetak gol saat Prancis dihadapkan pada Spanyol, sementara Messi mandul di babak perempat final dan semifinal. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya soal peluang mereka menembus catatan dua digit gol, sebuah angka yang terakhir kali diraih penyerang elite pada era 1970-an.

Sejarah mencatat hanya tiga pemain yang mampu mencetak 10 gol atau lebih dalam satu edisi Piala Dunia. Sandor Kocsis mengoleksi 11 gol untuk Hungaria pada 1954, disusul Just Fontaine dengan 13 gol bersama Prancis di 1958, dan Gerd Muller membukukan 10 gol untuk Jerman Barat pada 1970. Setelah Muller, tak ada lagi nama yang sanggup menyentuh angka tersebut.

Catatan terbaik di era modern, tepatnya sejak 1974 hingga edisi 2022, tertahan di angka delapan gol. Ronaldo Nazario menorehkannya untuk Brasil pada 2002, dan Mbappe sendiri menyamai angka itu di Piala Dunia 2022. Jika salah satu dari Messi atau Mbappe menambah dua gol lagi, mereka akan memecahkan rekor usang berusia setengah abad lebih.

Dari sisi tekanan, laga Mbappe memang relatif lebih ringan ketimbang Messi. Duel perebutan peringkat ketiga kerap dimaknai sebagai pertandingan hiburan tanpa beban juara. Di sisi lain, final menghadirkan tensi maksimal, apalagi Argentina berhadapan dengan Spanyol yang merupakan jawara Piala Eropa.

Namun Messi telah membuktikan dirinya sebagai pemain yang justru mencuatkan performa terbaik di bawah tekanan ekstrem. Final Piala Dunia menjadi panggung di mana kapten Argentina itu kerap mengukir momen bersejarah. Mbappe pun punya kapasitas serupa, meski motivasi merebut tempat ketiga tak selalu setara dengan hasrat memegang trofi.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, persaingan ini menjadi hiburan tersendiri di tengah minimnya prestasi tim nasional di level dunia. Komunitas suporter lokal kerap menjadikan rivalitas Messi-Mbappe sebagai bahan diskusi hangat di media sosial, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kompetisi elite global.

Industri siaran olahraga domestik turut menikmati dampaknya. Platform streaming dan stasiun televisi di Tanah Air bersaing menayangkan laga dengan kualitas analisis terbaik demi menarik penonton yang haus akan aksi kedua bintang tersebut. Fenomena ini memperlihatkan betapa kuatnya daya tarik Piala Dunia di pasar Indonesia.

Mantan pelatih timnas Jerman sempat menyoroti taktik Inggris yang hancur lebur saat dihajar Argentina, sebuah faktor yang memperbesar peluang Messi menambah gol di fase akhir. Sementara itu, tiga legenda Liga Inggris ramai mengkritik polah Thomas Tuchel, pelatih yang dinilai gagal meredam ancaman lini depan La Albiceleste.

Proyeksi ke depan menunjukkan final Piala Dunia 2026 bakal menjadi penentu sejarah pencetak gol terbanyak. Jika Messi mencetak dua gol ke gawang Spanyol, ia tidak saja merebut sepatu emas, tetapi juga menasbihkan diri sebagai pemain pertama di era modern yang menembus dua digit gol.

Mbappe masih punya jalan melalui laga perebutan peringkat ketiga. Satu atau dua gol ke gawang Inggris akan membuatnya menyamai atau melewati rekor Muller. Turnamen kali ini pada akhirnya bukan sekadar soal gelar juara, melainkan perebutan mahkota individu yang telah lama kosong dari pemegang baru.

Mengapa Ini Penting

Persaingan menuju dua digit gol di Piala Dunia 2026 membuka peluang promosi produk dan layanan digital olahraga lokal yang selama ini kesulitan bersaing dengan brand global. Tingginya engagement netizen Indonesia terhadap duel Messi-Mbappe dapat dimanfaatkan industri kreatif domestik untuk memproduksi konten analitik berbasis data. Rekor usang setengah abad juga menjadi momentum edukasi sejarah sepak bola bagi generasi muda di Tanah Air yang lebih familiar dengan era modern. Kehadiran potensi rekor baru akan menguatkan posisi Piala Dunia sebagai komoditas hiburan utama yang menggerakkan ekonomi siaran dan periklanan olahraga nasional.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit