Lionel Messi menyatakan keterkejutannya melihat kembali foto dirinya memandikan Lamine Yamal yang masih bayi pada 2007, kini menjelang final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB. Komentar tersebut disampaikan kapten timnas Argentina itu dalam konferensi pers Sabtu (18/7) setelah foto amal tersebut kembali viral di media sosial.
Foto yang diabadikan oleh fotografer AP Joan Monfort itu awalnya merupakan bagian dari sesi amal di Barcelona pada September 2007. Orang tua Yamal memenangi kesempatan foto bersama Messi yang saat itu berusia 20 tahun dan mulai naik daun sebagai bintang muda La Masia. Yamal sendiri baru berusia lima bulan ketika Messi memandikannya dengan santai di sebuah bak.
Tiga belas tahun berselang sejak debut Messi di level senior, dan 19 tahun sejak foto tersebut diambil, dunia sepak bola menyaksikan pergeseran generasi yang nyaris mustahil dibayangkan. Messi kini mengoleksi seluruh trofi bergengsi klub dan internasional, termasuk Piala Dunia 2022. Yamal, di sisi lain, menjelma menjadi aset utama Barcelona dan timnas Spanyol dengan nomor punggung 10 yang dulu identik dengan Messi.
Legenda NFL Tom Brady yang turut hadir dalam konferensi pers menilai foto tersebut sebagai ramalan yang akurat. Pandangan itu bukan tanpa alasan mengingat kedua figur tersebut akan berdiri di ujung berlawanan final Piala Dunia, sebuah turnamen yang hanya mempertemukan yang terbaik dari benua berbeda.
Bagi penggemar di Indonesia, momen ini mengingatkan pada betapa tipisnya garis antara nostalgia dan sejarah. Komunitas pecinta La Liga di Tanah Air kerap menjadikan nomor 10 sebagai simbol keberlanjutan kejayaan Barcelona, dari Messi ke Yamal. Hal serupa tercermin dalam rivalitas informal antarsekolah sepak bola lokal yang menjagokan pemain muda berbakat sebagai penerus.
Dari sudut pandang industri olahraga, final yang mempertemukan dua generasi dalam satu foto memperlihatkan nilai narasi yang bisa dikapitalisasi broadcaster. Di Indonesia, hak siar Piala Dunia 2026 dipastikan kembali mendulang rating tinggi karena faktor Messi yang masih diperhitungkan di usia 39 tahun dan Yamal yang mewakili wajah baru.
Dampak lebih luas dirasakan oleh merek-merek yang menempel pada kedua pemain. Pengguna internet Indonesia kerap menjadikan konten arsip seperti foto mandi bayi itu sebagai bahan kampanye organik di platform video pendek. Ini menunjukkan bahwa memorabilia digital memiliki umur ekonomi yang panjang.
Messi sendiri menanggapi situasi tersebut dengan nada rendah hati. "Foto itu luar biasa. Fakta bahwa kami berdua main di Piala Dunia sungguh gila," ujarnya seperti dikutip BBC. Ia juga menyebut Yamal sebagai salah satu pemain terbaik dunia saat ini.
"Dia pemain yang luar biasa - bintang dunia. Dia berusia 19 tahun dan memiliki seluruh karier di depannya. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, tetapi kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan dia tidak menjadi juara kali ini," lanjut Messi. Argentina sedang mengejar gelar keempat sekaligus mempertahankan trofi 2022, sementara Spanyol memburu gelar kedua setelah 2010.
Jika Argentina juara, Messi akan mencetak rekor sebagai kapten pertama dengan dua gelar Piala Dunia. Sebaliknya, kemenangan Spanyol membuat Yamal jadi pemain termuda peraih Piala Eropa dan Piala Dunia sekaligus. Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa duel ini bukan sekadar pertandingan, melainkan penyerahan estafet simbolis yang terekam dalam satu bingkai foto.
Tren penyebaran arsip olahraga di media sosial diprediksi makin masif seiring algoritma yang mengutamakan konten bernostalgia. Bagi penggemar Indonesia, momen final nanti menjadi pengingat bahwa investasi pada pemain muda sejak usia dini, seperti yang dilakukan Barcelona terhadap Yamal, merupakan kunci regenerasi yang tak lekang waktu.