Megabintang Argentina Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian di Fanatics Fest yang digelar di New York, Jumat (17/7/2026). Acara yang menjadi rangkaian jelang final Piala Dunia 2026 ini menghadirkan konferensi pers unik: sejumlah legenda olahraga dunia justru bertugas sebagai pewawancara pemain dan pelatih kedua finalis.
Ratusan penggemar memadati arena Fanatics Fest untuk menyaksikan langsung Messi dan rekan-rekannya. Begitu Messi memasuki panggung, penonton serempak mengangkat ponsel, bukan bertepuk tangan. Ia membalas dengan senyum dan lambaian, disambut sorak sorai. Suasana semakin meriah ketika Tom Brady, Novak Djokovic, dan Kevin Durant ikut hadir. Ketiganya menyempatkan diri berfoto bersama Messi setelah sesi resmi.
FIFA sengaja memilih Fanatics Fest sebagai lokasi konferensi pers untuk mendekatkan pemain dengan penggemar. Konsepnya keluar dari kebiasaan: para legenda olahraga bergantian melontarkan pertanyaan. Djokovic pertama menanyai pelatih Argentina Lionel Scaloni tentang tekanan, lalu Messi. Petenis Serbia itu menutup sesinya dengan ucapan "Gracias, Leo." Ia kemudian mewawancarai kubu Spanyol bersama pelatih Luis de la Fuente dan kapten Rodri.
Giliran Brady bertanya kepada Messi mengenai foto ikonik saat memandikan Lamine Yamal yang kembali viral. Durant pun ikut bertanya kepada kiper Argentina Emiliano Martinez tentang arti mempertahankan gelar juara dunia. Suasana santai namun tetap antusias mewarnai acara yang juga dihadiri aktor Kevin Hart, musisi Travis Scott, mantan bek Inggris Rio Ferdinand, dan CEO Fanatics Michael Rubin.
Scaloni mengingatkan anak asuhnya agar tidak terbebani status pertandingan final. "Ini hanya satu pertandingan tersisa," ujarnya. Sementara itu, kapten Spanyol Rodri memuji Messi sebagai yang terbaik sepanjang masa. "Sulit diungkapkan jika melihat apa arti Messi sebagai pemain dan bagi Argentina," katanya.
Perjalanan Argentina menuju final tidak mulus. Meski memiliki rekor sempurna dengan tujuh kemenangan beruntun, La Albiceleste beberapa kali tertinggal lebih dulu. Pada babak 16 besar, mereka sempat tertinggal 0-2 dari Mesir sebelum membalikkan keadaan. Lawan Tanjung Verde dan Swiss juga memaksa mereka melalui perpanjangan waktu. Di semifinal, Argentina mengalahkan Inggris 2-1 setelah tertinggal 0-1 di babak kedua.
"Saya sudah sering mengatakannya, kami tidak pernah berhenti berjuang," ujar Messi menegaskan mental juara timnya. Publik sepak bola Indonesia yang gemar mendukung Argentina tentu menantikan apakah mereka bisa menyamai prestasi Brasil pada 1958 dan 1962 sebagai juara beruntun. Popularitas Messi di Indonesia menjadikan final ini salah satu laga paling ditunggu.
Momen Fanatics Fest bisa menjadi contoh bagaimana FIFA memperkuat koneksi pemain dengan komunitas. Untuk Indonesia, antusiasme terhadap Piala Dunia terus tumbuh seiring berkembangnya ekosistem nonton bareng dan fanbase. Banyak penggemar bersiap menyaksikan live di dini hari, mengingat final kick-off pukul 02.00 WIB.
Martinez menegaskan komitmen tim. "Kami memiliki para pemain dan staf pelatih yang bekerja sangat keras setiap hari. Bersama Leo dan tim ini, kami akan memberikan yang terbaik untuk membawa pulang Piala Dunia," katanya. Messi sendiri, sebelum meninggalkan Fanatics Fest, sempat melirik trofi yang dipajang di arena. Kesempatan mempertahankan gelar kini di depan mata.
Argentina menjadi satu-satunya tim dengan catatan sempurna sepanjang turnamen: tujuh kemenangan tanpa hasil imbang. Sementara Spanyol memiliki enam kemenangan dan sekali imbang saat melawan Tanjung Verde di laga pembuka. Pertandingan final akan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Senin dini hari (20/7/2026) WIB.
Jika Argentina sukses mengalahkan Spanyol, mereka akan mencatat sejarah sebagai juara bertahan Piala Dunia pertama sejak Brasil 1962. Scaloni percaya timnya bisa menjalani laga dengan tenang. "Final nanti akan menjadi pertunjukan yang luar biasa," pungkasnya.
Fanatics Fest menjadi penampilan publik terakhir Messi sebelum partai puncak. Acara yang berlangsung empat hari di New York itu sukses mencuri perhatian global dan menambah aura spesial menjelang duel akbar antara Argentina dan Spanyol.