Lionel Messi resmi kembali ke gusuran timnas Argentina. Nama kapten juara dunia Qatar 2022 tercantum dalam daftar 31 pemain yang diumumkan pelatih Lionel Scaloni untuk seri uji coba FIFA Matchday Oktober 2026. Kehadiran sang maestro bukan untuk kompetisi resmi, melainkan menghadiri panggung perpisahan yang diselenggarakan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) melawan Benin di Stadion Monumental, 6 Oktober mendatang.
Keputusan ini menjawab keraguan penggemar sejak Messi mengumumkan pensiun internasional pasca-Copa America 2024. Scaloni dan Presiden AFA, Claudio "Chiqui" Tapia, bersepakat mengundang kembali pemain Inter Miami tersebut guna memberikan penutup yang layak di hadapan suporter setia di Buenos Aires. Tapia mengungkapkan undangan tersebut dikirim setelah menerima kesediaan langsung dari Messi, yang juga diizinkan mendatangkan keluarga ke laga penutup karier internasionalnya.
Latar belakang panggilan ini tak terlepas dari keinginan AFA menghormati warisan Messi sebagai pemain terdekorasi dalam sejarah Albiceleste. Sepak bola Argentina baru saja menyelesaikan kampanye Piala Dunia 2026 di mana tim gagal mempertahankan gelar, tumbang di babak perempat final. Momen itu menjadi penampilan terakhir Messi di panggung dunia, namun tanpa perpisahan formal di tanah air. Laga lawan Benin dirancang mengisi kekosongan emosional tersebut.
Susunan skuad Scaloni untuk trilogi laga Oktober — lawan Bolivia, Burkina Faso, dan Benin — memadukan tulang punggung juara dunia dengan generasi baru. Emiliano Martínez, Cristian Romero, Lisandro Martínez, Rodrigo De Paul, Lautaro Martínez, dan Julián Álvarez tetap menjadi fondasi. Di sisi lain, nama-nama muda seperti Franco Mastantuono (Fiorentina), Matías Soulé (Roma), Gianluca Prestianni (Benfica), dan Santiago Castro (Roma) mendapat kesempatan pertama merasakan suasana senior.
Kehadiran Mastantuono menarik perhatian khusus. Gelandang sayap berusia 18 tahun itu dinilai memiliki profil mirip Messi di usia muda: dribling rendah, visi pasar tajam, dan keberanian menembak dari jarak jauh. Prestianni dan Soulé, keduanya bermain di Liga Italia, menambah variasi serangan sayap. Castro, penyerang Roma yang mencetak 8 gol musim lalu, diproyeksikan sebagai alternatif panjang Lautaro.
Di sektor belakang, Scaloni menghadapi keretakan. Nicolás Otamendi sudah menggantung sepatu, sementara Leandro Paredes dan bersaudara Almada (Thiago dan Nahuel) tidak dipanggil. Celah itu diisi Agustí Giay (Palmeiras), Leonardo Balerdi (Roma), dan Román Vega (Zenit). Balerdi khususnya bermotivasi tinggi setelah cedera otot membuatnya absen di Piala Dunia 2026. Juan Foyth dan Facundo Medina memberikan opsi fleksibilitas di posisi bek kanan dan kiri.
Dari perspektif penggemar Indonesia, kehadiran Messi di Monumental berarti lebih dari sekadar laga persahabutan. Ribuan penggemar Albiceleste di Jakarta, Surabaya, dan Medan yang tidak bisa terbang ke Argentina akan menyaksikan momen sejarah via siaran langsung. Komunitas "Argentina Fans Indonesia" sudah merencanakan nonton bareng massal di beberapa titik. Ini menunjukkan daya tarik global Messi yang melampaui batas nasionalitas.
Secara komersial, laga ini menjadi aset emas untuk pemegang hak siar dan sponsor. Permintaan tiket Stadion Monumental berkapasitas 84.000 penonton diprediksi habis dalam hitungan menit. Merchandise edisi khusus "La Última Tango" sudah dipasarkan pra-jual sejak pengumuman skuad. Bagi industri olahraga Indonesia, fenomena ini mengingatkan betapa besar nilai ekonomi seorang ikon global yang manajemen karirnya diatur dengan cermat hingga babak akhir.
Tapia dalam konferensi pers menegaskan laga lawan Benin dirancang sebagai "pesta sepak bola" bukan sekadar uji coba. Seluruh pemain juara dunia 2022 diundang hadir bersama keluarga. Acara pembukaan akan menampilkan tarian tango tradisional, video perjalanan Messi dari Rosario ke puncak dunia, serta sesi penyerahan piagam kehormatan dari Presiden Argentina Javier Milei. Scaloni sendiri mengaku emosional: "Ini bukan tentang taktik, tapi tentang rasa terima kasih."
Messi sendiri belum memberikan pernyataan resmi panjang, namun melalui media sosial ia memposting foto latihan dengan caption singkat: "Volver a casa" (Kembali ke rumah). Frasa dua kata itu mencerminkan hubungan simbiotik antara pemain dan negara yang selama 19 tahun diwarnai 187 penampilan dan 112 gol. Laga Oktober akan menutup babak itu dengan angka penampilan internasional final 188.
Ke depan, Argentina memasuki era pasca-Messi secara penuh. Kualifikasi Piala Dunia 2030 dimulai Maret 2027, dan Scaloni harus membangun identitas tim tanpa talisman nomor 10. Integrasi pemain muda di Oktober ini menjadi uji coba pertama. Keberhasilan Mastantuono, Prestianni, dan Castro beradaptasi akan menentukan kecepatan transisi generasi. Sementara itu, Messi akan fokus penuh di Inter Miami dan persiapan Copa America 2028 yang mungkin menjadi turnamen klub terakhirnya.
Bagi dunia sepak bola, perpisahan Messi di Monumental menutup era dominasi individu yang jarang terulang. Tidak ada pemain lain dalam sejarah modern yang memenangkan Copa America, Finalissima, Piala Dunia, dan Ballon d'Or berulang kali sambil memikul beban ekspektasi 45 juta warga Argentina. Laga 6 Oktober bukan akhir warisan, melainkan titik koma sebelum babak baru dimulai — baik untuk Albiceleste maupun untuk sang maestro di Florida.