Sepakbola

Messi Berduka dan Absen, Inter Miami Terancam Tersingkir dari Leagues Cup

Ringkasan

  • Lionel Messi dipastikan absen membela Inter Miami saat melawan Leon di Leagues Cup setelah sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia.
  • Tanpa La Pulga, Vice City terancam gagal lolos ke babak gugur.

Lionel Messi sedang dilanda duka mendalam. Sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia pada Jumat (8/8/2026) di usia 68 tahun setelah berjuang melawan penyakit berkepanjangan. Kepergian sosok yang menjadi fondasi kariernya itu memaksa La Pulga terbang ke Rosario, Argentina, untuk menghadiri pemakaman sang ayah pada Minggu (9/8).

Inter Miami memberikan cuti penuh kepada Messi selama masa berkabung. Konsekuensinya, pemain berusia 39 tahun itu dipastikan absen saat Vice City menjamu Leon pada laga pamungkas fase grup Leagues Cup, Kamis (13/8) waktu setempat. Ini menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Guillermo Hoyos yang tengah berada di tepi jurang eliminasi.

Situasi Inter Miami di Leagues Cup musim ini memang sudah kritis sebelum kabar duka tersebut datang. Tim berjuluk Vice City itu tertahan di peringkat 11 klasemen grup MLS dengan koleksi tiga poin dari dua pertandingan. Padahal, hanya empat tim teratas dari masing-masing liga yang berhak melaju ke babak perempat final turnamen yang mempertemukan klub MLS dan Liga MX ini.

Masalahnya, nasib Inter Miami kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Selain wajib meraih hasil maksimal kontra Leon, pasukan Guillermo Hoyos juga harus berharap hasil pertandingan tim-tim lain di atas mereka tidak berpihak pada kompetitor. Ketergantungan ini membuat peluang lolos Vice City menipis drastis.

Data dari akun CNF Sports menunjukkan enam tim teratas klasemen Grup MLS—Charlotte FC, Austin FC, FC Cincinnati, Chicago Fire, Columbus Crew, dan FC Dallas—sudah mengantongi enam poin dari dua laga. Di bawah mereka ada Los Angeles FC dengan lima poin, disusul Real Salt Lake (4 poin), Portland Timbers (3 poin), dan Nashville SC (3 poin). Artinya, Inter Miami harus bersaing ketat dengan Portland dan Nashville untuk merebut satu tiket tersisa.

Kepergian Messi jelas menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Sejak bergabung pada 2023, pemain berjuluk La Pulga itu langsung mengubah wajah Inter Miami. Pada musim pertamanya, ia mengantarkan tim asal Florida tersebut menjuarai Leagues Cup. Kini, tanpa sosoknya, lini serang Vice City kehilangan kreator utama sekaligus eksekutor andal.

Situasi ini mengingatkan pada pentingnya ketergantungan sebuah tim terhadap satu pemain bintang. Di Indonesia, fenomena serupa kerap terjadi ketika tim nasional kehilangan pemain kunci seperti Marselino Ferdinan atau Rizky Ridho karena cedera atau akumulasi kartu. Bedanya, Inter Miami tidak punya kedalaman skuad yang memadai untuk menggantikan peran Messi secara langsung.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Banyak suporter yang mengikuti perjalanan Messi di MLS melalui siaran langsung maupun sorotan media sosial. Kepergian Jorge Messi bukan hanya duka pribadi bagi sang pemain, tetapi juga momen emosional yang dirasakan publik sepak bola dunia, termasuk di Tanah Air.

Dari sisi analisis, absennya Messi membuka pertanyaan besar tentang masa depan Inter Miami di kompetisi ini. Jika benar-benar tersingkir di fase grup, ini akan menjadi kegagalan pertama Vice City lolos ke babak gugur sejak kedatangan Messi. Prestasi buruk tersebut bisa memicu evaluasi besar-besaran di tubuh klub, mulai dari komposisi pemain hingga strategi pelatih.

Manajemen Inter Miami belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana mereka jika Messi harus absen lebih lama. Namun, yang jelas, tim harus segera berbenah. Leon, lawan terakhir mereka, bukan tim yang mudah dikalahkan. Apalagi, Inter Miami dalam kondisi mental yang terguncang setelah kehilangan figur penting di luar lapangan.

Ke depan, fokus utama Messi adalah pemulihan diri dan keluarga. Sepak bola bisa menunggu. Keputusan Inter Miami memberikan cuti penuh menunjukkan rasa hormat klub terhadap situasi pribadi pemain terbaiknya. Ini langkah manusiawi yang patut diapresiasi, meski konsekuensinya bisa sangat pahit bagi perjalanan tim di Leagues Cup.

Publik sepak bola Indonesia dan dunia tentu berharap Messi segera pulih secara mental. Namun, jika Inter Miami harus tersingkir, itu adalah risiko yang harus diterima. Sepak bola memang kejam, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada keluarga.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena menyoroti bagaimana faktor non-teknis seperti kondisi psikologis dan keluarga dapat mengubah peta persaingan di kompetisi sepak bola profesional. Bagi penggemar di Indonesia, ini menjadi pengingat bahwa pemain bintang sekaliber Messi pun tidak kebal terhadap duka dan tekanan hidup. Implikasinya, Inter Miami harus membuktikan kemampuan kolektif tanpa mengandalkan individu, sebuah pelajaran yang relevan bagi klub-klub Asia Tenggara yang kerap bergantung pada pemain naturalisasi atau marquee player. Ke depan, keputusan Messi untuk kembali atau istirahat lebih lama akan menentukan arah kariernya di MLS dan daya tarik liga tersebut bagi penonton global.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
11 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit