Sepakbola

Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Spanyol Menunggu di New Jersey

Ringkasan

  • Argentina mengalahkan Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7), dengan Lionel Messi mencatat dua assist saat timnya membalikkan keunggulan lawan.

Argentina kembali melangkah ke panggung puncak Piala Dunia. Di Atlanta Stadium, Kamis (16/7) waktu setempat, Albiceleste mengalahkan Inggris 2-1 usai tertinggal lebih dulu lewat gol Anthony Gordon. Dua assist Lionel Messi memicu balasan Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, mengantarkan timnas Argentina ke final edisi ke-23 untuk dua kali berturut-turut.

Kemenangan ini menutup narasi semifinal yang penuh drama. Inggris tampil dominan di babak pertama dengan sistem tekanan tinggi yang melumpuhkan konstruksi permainan Argentina. Harry Kane dan rekan-rekan sempat mengunggul 1-0 hingga menit 67, sebelum masuknya pemain segar dan perubahan taktis Lionel Scaloni membalikkan alur pertandingan.

Messi, yang kini berusia 39 tahun, menolak mengakuikan narasi bahwa Argentina mendapat 'perlakuan istimewa' untuk kembali ke final. "Tim ini telah menunjukkan bahwa hasil yang kami raih adalah hasil kerja keras," ujar kapten Albiceleste usai laga. Ia menegaskan timnya tidak hanya mengandalkan semangat juang, tapi juga kualitas teknis yang ditampilkan saat menghadapi tekanan Inggris.

Dari sudut pandang taktis, pergantian posisi Enzo Fernandez ke area lebih maju di menit ke-60 menjadi kunci. Pemain Chelsea itu bebas dari pengawasan Declan Rice, menciptakan ruang untuk Messi mengoper dari sayap kanan. Gol penyeimbang lahir dari kolaborasi keduanya di menit ke-68, sebelum Lautaro Martinez menyelesaikan aksi personal Messi di menit ke-82.

Di sisi lawan, Harry Kane mengakui kesalahan strategis usai unggul 1-0. "Kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan. Di level seperti ini, itu tidak cukup," ujar kapten Inggris. The Three Lions gagal mengimbangi intensitas Argentina setelah penggantian personel, dan sistem blok pertahanan mereka runtuh di menit-menit krusial.

Kehadiran Argentina di final berarti Lionel Scaloni menyamakan rekor Carlos Bilardo dan Alfio Basile sebagai pelatih yang membawa Albiceleste ke final Piala Dunia dua kali berturut-turut. Lebih dari itu, tim ini berpeluang menjadi juara bertahan pertama sejak Brasil 1962 — prestasi yang selama 64 tahun tak terulang di era modern.

Lawannya, Spanyol, tiba di New Jersey Stadium dengan catatan tak terkalahkan di fase gugur. La Roja mengeliminasi Prancis, Portugal, dan Jerman secara berurutan — ketiga lawan itu berstatus juara dunia atau Eropa. Filosofi berbasis posse Luis de la Fuente akan diuji keras oleh tekanan fisik dan transisi cepat Argentina.

Bagi Messi, final ini mungkin menjadi penutup karir internasional yang legendaris. Pemain Inter Miami itu belum mengumumkan pensiun, tapi usia 39 tahun menjadikan laga Senin (20/7) dinihari WIB sebagai kesempatan terakhir menambah trofi dunia ke dua. Jika berhasil, ia akan menyamakan Diego Maradona sebagai ikon Argentina yang membawa gelar dunia dua kali.

Di Indonesia, tayangan laga final diprediksi akan memecahkan rekor penonton streaming olahraga. Platform Vidio dan MNC Vision Networks telah mempersiapkan infrastruktur server tambahan mengingat final 2022 menarik 12 juta penonton simultan. Komunitas penggemar Argentina di Jakarta, Surabaya, dan Bandung merencanakan nonton bareng massal di lapangan umum.

Secara historis, final Argentina vs Spanyol belum pernah terjadi di Piala Dunia. Kedua tim bertemu terakhir di fase gugur Piala Dunia 2010 — Spanyol menang 1-0 lewat gol David Villa di babak 16 besar. Kini, 16 tahun kemudian, narasi balas dendam tersirat di udara, meski kedua pelatih menolak membahas faktor emosional.

Proyeksi ke depan, final ini juga menjadi uji coba bagi FIFA soal penerapan teknologi semi-automated offside dan VAR generasi baru yang diuji coba di turnamen ini. Keputusan wasit terhadap gol Lautaro Martinez — yang sempat dicek posisi offside Messi saat mengoper — menjadi bukti sistem berfungsi akurat dalam tekanan tinggi.

Jadwal final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Senin dinihari 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di New Jersey Stadium. Pemenang akan mengangkat trofi Jules Rimet dan mengakhiri turnamen sepak bola paling ditunggu dalam empat tahun terakhir.

Mengapa Ini Penting

Final Argentina vs Spanyol bukan sekadar pertandingan penentu juara, tapi pertemuan dua filsafat sepak bola kontras: pragmatisme kontraktual Scaloni vs idealisme berbasis posse De la Fuente. Bagi penggemar Indonesia, ini momen langka menyaksikan Messi — yang dianggap GOAT — berpotensi menutup karir internasional dengan gelar kedua. Secara industri, final ini jadi benchmark kapasitas streaming lokal menghadapi lonjakan trafik masif, sekaligus uji coba monetisasi konten olahraga premium di era pasca-TV kabel.

Sumber Asli
Tempo Bola
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit