Olahraga

Menpora Erick Thohir Apresiasi PB PASI Hadirkan Kompetisi Atletik Skala Asia Tenggara

Menpora Erick Thohir Apresiasi PB PASI Hadirkan Kompetisi Atletik Skala Asia Tenggara

Ringkasan

  • Menpora Erick Thohir mengapresiasi PB PASI yang melibatkan atlet Asia Tenggara di Kejurnas Atletik 2026 untuk mengukur daya saing atlet nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, memberikan apresiasi tinggi kepada Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) atas inisiatif mereka menghadirkan atlet-atlet dari kawasan Asia Tenggara dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 dan Indonesia U-18 Open Championship 2026.

Erick Thohir menilai langkah PB PASI untuk melakukan benchmarking dengan mengundang atlet internasional dari Malaysia, Filipina, dan Timor Leste sebagai terobosan krusial. Hal ini dianggap sebagai cara efektif bagi atlet Indonesia untuk mengukur kemampuan diri sekaligus meningkatkan daya saing di kancah regional.

Lebih lanjut, Menpora menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam pembinaan olahraga nasional. Ia menegaskan bahwa prestasi atlet tidak dapat diraih secara instan, melainkan memerlukan komitmen pada program pemusatan latihan jangka panjang yang matang dan berkelanjutan.

Menyinggung persiapan menuju ajang besar seperti Olimpiade, Erick menyatakan bahwa persiapan harus dilakukan jauh hari. Sebagai contoh, persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028 seharusnya sudah dimatangkan sejak dua tahun lalu, sementara persiapan untuk Olimpiade 2032 sudah harus dimulai pada tahun ini.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa Kejurnas tahun ini diikuti oleh sekitar seribu atlet dari seluruh penjuru Indonesia. Kejuaraan yang berlangsung di Stadion Atletik Rawamangun ini mempertandingkan kategori U-16, U-18 Open, dan U-20 dengan total nomor perlombaan yang sangat bervariasi.

Perlu dicatat bahwa Kejurnas 2026 telah terdaftar dalam Kalender Global World Athletics dan menyandang status sebagai World Rankings Competition. Status ini sangat strategis karena hasil perlombaan diakui dalam poin peringkat dunia, sehingga membuka peluang lebih lebar bagi atlet Indonesia untuk menembus kejuaraan internasional dengan lebih mudah.

Mengapa Ini Penting

Langkah ini menunjukkan pergeseran paradigma pembinaan olahraga nasional menuju sistem jangka panjang yang berbasis data dan standar internasional. Pengakuan status World Rankings Competition memberikan akses lebih adil bagi atlet lokal untuk meningkatkan peringkat dunia tanpa harus selalu berkompetisi di luar negeri.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
28 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit