Media Vietnam, Soha, menuding AFC telah menguntungkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 melalui perubahan jadwal kualifikasi Liga Champions Asia. Perubahan itu membuat pemain Persib Bandung yang menjadi pilar utama skuad Garuda dapat tampil penuh tanpa bentrok jadwal klub.
Tudingan tersebut muncul setelah AFC mengubah jadwal babak kualifikasi ACL Elite, ACL Two, dan ACL Challenge League musim 2026/2027. Laga Persib Bandung versus Manila Digger yang semula dijadwalkan 11-12 Agustus mundur ke 31 Agustus. Keputusan ini dinilai memberi keuntungan bagi Indonesia karena sebagian besar pemain Persib dipanggil membela timnas.
Soha menulis, "Berkat perubahan jadwal ini, para pemain Timnas Indonesia dari Persib Bandung dapat bermain di Piala AFF 2026 tanpa khawatir adanya jadwal bentrok dengan klub mereka." Tujuh pemain Persib dipanggil John Herdman, yakni Sandy Walsh, Beckham Putra, Eliano Reijnders, Saddil Ramdani, Thom Haye, Marc Klok, dan Ragnar Oratmangoen. Lima di antaranya menjadi starter saat Indonesia menghancurkan Kamboja 5-1 di laga perdana.
Sebaliknya, Vietnam justru dirugikan. Wakil mereka di ACL Elite, CAHN FC, harus menjalani laga kualifikasi melawan Adelaide United pada 11 Agustus. Akibatnya, pemain CAHN seperti Filip Nguyen, Din Trong, dan Cao Pendant Quang Vinh dipulangkan ke klub dan absen membela Vietnam di Piala AFF 2026.
Ini menjadi ironi karena CAHN FC adalah tim Vietnam pertama yang tampil di Liga Champions Asia sejak berganti nama. Pelatih Mano Polking harus merelakan sejumlah pemain kunci jika ingin CAHN FC fokus menembus fase grup ACL Elite. Jika kalah, mereka akan turun ke ACL Two.
Perubahan jadwal yang dilakukan AFC memang berdampak tidak merata. Indonesia diuntungkan karena tidak ada keterwakilan klub di ACL Elite pada fase tersebut. Satu-satunya wakil Indonesia, Persib, kebetulan jadwalnya ditunda. Sementara Vietnam harus berbagi konsentrasi antara turnamen regional dan ambisi kontinental.
Ketergantungan skuad Garuda pada Persib sangat terlihat. Dari tujuh pemain yang dipanggil, kontribusi mereka di lini utama sangat signifikan. Thom Haye menjadi motor serangan dengan tiga assist, sementara Sandy Walsh dan Eliano Reijnders juga mencatatkan kontribusi gol. Keutuhan skuad ini menjadi modal berharga bagi Indonesia di Piala AFF 2026.
Di sisi lain, Vietnam kehilangan beberapa pemain kunci di awal turnamen. Ini bisa memengaruhi start mereka. Namun, kedalaman skuad Vietnam patut diperhitungkan. Absennya pemain CAHN belum tentu menjadi bencana, tetapi jelas mengurangi kekuatan tim.
Dari perspektif Indonesia, keuntungan jadwal ini bisa menjadi bumerang jika tidak dimanfaatkan maksimal. Selain itu, ketergantungan pada satu klub juga rawan. Jika terjadi cedera atau penurunan performa pemain Persib, timnas bisa limbung. PSSI perlu memperluas basis pemain nasional agar tidak terlalu bergantung pada satu klub.
Soha juga menyoroti bahwa perubahan jadwal AFC tidak menguntungkan semua tim. Mereka menganggap AFC bertindak tidak proporsional. Namun, keputusan AFC kemungkinan besar mempertimbangkan situasi darurat atau logistik, bukan untuk menguntungkan salah satu timnas. Tapi persepsi publik Vietnam sudah terlanjur negatif.
Ke depan, persaingan di Piala AFF 2026 akan semakin menarik. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Timor Leste pada laga berikutnya. Vietnam akan berusaha bangkit tanpa pemain CAHN. Apakah keuntungan jadwal ini akan membawa Indonesia juara? Atau justru Vietnam akan membuktikan bahwa mereka tetap kuat? Hanya waktu yang menjawab.
Yang jelas, kasus ini mengingatkan betapa padatnya kalender sepak bola Asia. Dualisme antara kepentingan klub dan negara selalu menjadi perdebatan. Keputusan AFC kali ini setidaknya memicu diskusi mengenai perlunya penjadwalan yang lebih adil bagi semua pihak.