Sepakbola

Mbappe Merasakan Sensasi Dilatih Zidane di Timnas Prancis

Mbappe Merasakan Sensasi Dilatih Zidane di Timnas Prancis

Ringkasan

  • Kylian Mbappe mengungkapkan perasaan luar biasa setelah Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih Timnas Prancis.
  • Reuni keduanya yang dimulai sejak 2012 lalu kini berlanjut di panggung internasional.

Kylian Mbappe mengakui bahwa pengalaman dilatih Zinedine Zidane di Timnas Prancis terasa seperti adegan film. Namun bagi pemain berusia 27 tahun itu, kisah ini nyata adanya dan jauh lebih bermakna dari sekadar khayalan.

Zidane secara resmi mengambil alih kursi pelatih Timnas Prancis setelah kontrak Didier Deschamps habis usai Piala Dunia 2026. Keputusan ini menandai era baru bagi Les Bleus, dengan kehadiran salah satu pelatih paling berprestasi dalam sejarah sepak bola dunia.

Koneksi antara Mbappe dan Zidane bukan dimulai dari hari ini. Pada 2012 silam, Zidane yang saat itu menjabat sebagai direktur Real Madrid mengundang Mbappe muda yang baru berusia 13 hingga 14 tahun untuk berlatih di kompleks latihan klub. Langkah itu menjadi fondasi karier Mbappe menuju dunia profesional.

Kini, hubungan keduanya bertransformasi menjadi dinamika pelatih dan pemain di panggung timnas. Mbappe menceritakan bahwa Zidane adalah orang pertama yang membawanya ke Santiago Bernabeu, sebuah momen yang hingga saat ini masih tercetak kuat dalam ingatannya.

"Saya masih ingat saat pertama kali diajak ke Madrid. Saat itu usia saya baru 13 atau 14 tahun, sudah sangat lama berlalu," ujar Mbappe kepada AS.

Ia menambahkan bahwa menjadi pemain di bawah asuhan Zidane di Timnas Prancis memberikan sensasi berbeda. "Kini dia adalah pelatih tim nasional saya. Rasanya seperti adegan di film, tapi sungguh luar biasa. Ini nyata," tandas striker Real Madrid tersebut.

Reputasi Zidane sebagai pelatih tak perlu diragukan lagi. Bersama Real Madrid, ia berhasil mengantarkan klub meraih gelar Liga Champions tiga kali berturut-turut serta dua titik LaLiga. Pencapaian itu menjadikannya salah satu nama terbesar di kancah kepelatihan Eropa.

Di tingkat internasional, Zidane juga meninggalkan jejak gemilang. Sebagai pemain, ia membawa Prancis juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000. Kini sebagai pelatih, seluruh bangsa Prancis menaruh harapan besar pada kemampuannya mereplikasi kejayaan tersebut.

Situasi ini membawa gambaran menarik bagi dunia sepak bola Indonesia. Meskipun Indonesia belum memiliki figur sekaliber Zidane, kasus pelatih yang pernah terlibat langsung dalam perkembangan pemain muda kemudian membimbing timnas menunjukkan pentingnya kesinambungan dalam pembinaan sepak bola. Indonesia kerap mengalami pergantian pelatih yang cepat, sehingga hubungan jangka panjang antara pelatih dan pemain sulit terbentuk.

Debut Zidane di Timnas Prancis akan segera terwujud pekan depan. Les Bleus dijadwalkan menjalani empat pertandingan dalam UEFA Nations League melawan Turki, Belgia, dan Italia. Tiga lawan berat ini menjadi ujian awal yang menentukan arah taktik sang pelatih baru.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kehadiran Zidane di kancah internasional setidaknya menjadi pengingat bahwa investasi jangka panjang dalam pembinaan bakat muda membawa hasil yang nyata. Prancis membuktikan bahwa mengenal potensi pemain sejak dini dan mempertahankan hubungan tersebut hingga ke level tertinggi merupakan kunci kesuksesan yang sering luput dari perhatian dunia sepak bola tanah air.

Mengapa Ini Penting

Pengangkatan Zidane menegaskan bahwa ikatan emosional dan pengalaman bersama antara pelatih serta pemain bisa menjadi aset strategis di level tertinggi. Indonesia selama ini sering kehilangan keuntungan itu karena rotasi pelatih yang tidak berkesinambungan. Selain itu, perhatian terhadap pengembangan bakat usia dini seperti yang dilakukan Zidane terhadap Mbappe menjadi model yang seharusnya diadopsi oleh program pembinaan lokal. Debut Zidane di UEFA Nations League juga akan menjadi tolok ukur bagaimana filosofi pelatihan Eropa bertemu dengan kebutuhan timnas modern yang terus berkembang.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Mbappe Merasakan Sensasi Dilatih Zidane di Timnas Prancis"?

Kylian Mbappe mengungkapkan perasaan luar biasa setelah Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih Timnas Prancis. Reuni keduanya yang dimulai sejak 2012 lalu kini berlanjut di panggung internasional.

Mengapa Sepakbola ini penting?

Pengangkatan Zidane menegaskan bahwa ikatan emosional dan pengalaman bersama antara pelatih serta pemain bisa menjadi aset strategis di level tertinggi. Indonesia selama ini sering kehilangan keuntungan itu karena rotasi pelatih yang tidak berkesinambungan. Selain itu, perhatian terhadap pengembangan bakat usia dini seperti yang dilakukan Zidane terhadap Mbappe menjadi model yang seharusnya diadop

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
22 September 2026
Waktu Baca
3 menit