Dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Minggu (19/7), Timnas Inggris menang dramatis 6-4 atas Prancis. Dua gol Kylian Mbappe tidak mampu membendung hattrick Bukayo Saka serta gol Declan Rice, Ezri Konsa, dan Jude Bellingham. Dari kubu Prancis, Bradley Barcola dan Ousmane Dembele juga menyumbang masing-masing satu gol.
Dengan tambahan dua gol tersebut, koleksi gol Mbappe di Piala Dunia 2026 kini mencapai 10, unggul dua angka dari Lionel Messi yang mengantongi 8 gol. Argentina akan menghadapi Spanyol di final. Jika Messi tidak mampu mencetak hat-trick atau lebih, Mbappe dipastikan menjadi top skor turnamen dan meraih sepatu emas.
Yang membuat pencapaian ini istimewa adalah potensi Mbappe mencatat rekor gila. Sebelum berlaga di Piala Dunia, pemain Real Madrid itu sudah menyandang top skor La Liga 2025/2026 dengan 25 gol dan top skor Liga Champions musim yang sama dengan 15 gol.
Jika gelar top skor Piala Dunia 2026 resmi menjadi miliknya, Mbappe akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang menyapu bersih sepatu emas di tiga kompetisi bergengsi—liga domestik, liga champions, dan piala dunia—dalam satu musim. Belum ada yang pernah melakukannya sebelumnya.
Rekor ini semakin luar biasa mengingat padatnya jadwal dan ketatnya persaingan di setiap ajang. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sempat mendominasi di level klub dan internasional, tetapi tidak dalam satu musim yang sama. Kini Mbappe, di usia 27 tahun, berada di ambang ukiran sejarah.
Dari sisi dampak, prestasi ini memperkuat posisi Mbappe dalam perebutan Ballon d'Or. Jika berhasil mengoleksi tiga sepatu emas sekaligus, ia akan menjadi favorit kuat. Industri sepak bola global pun akan menyoroti betapa konsistennya performa yang ditunjukkan pemain Prancis tersebut.
Bagi Indonesia, pencapaian Mbappe menjadi cermin pentingnya pembinaan usia dini dan kompetisi berkualitas. Sepak bola Tanah Air masih bergulat dengan masalah infrastruktur, manajemen, dan kualitas liga. Namun, kisah sukses Mbappe bisa menjadi motivasi bagi pemain muda untuk bermimpi besar dan bekerja keras.
Memang secara kualitas masih jauh; sebagian pemain Indonesia mulai mencuri perhatian di luar negeri, seperti Ronaldo Kwateh. Namun, untuk mencapai konsistensi level Mbappe, diperlukan ekosistem yang mendukung: kompetisi teratur, pelatihan modern, dan budaya profesionalisme.
Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia selalu tinggi. Setiap edisi, perhatian publik tertuju pada bintang-bintang seperti Mbappe. Momen ini bisa dimanfaatkan federasi dan klub untuk meningkatkan popularitas sepak bola nasional serta mendorong investasi di sektor olahraga.
Kini, final Argentina vs Spanyol akan menjadi penentu akhir perebutan sepatu emas. Messi masih berpeluang menyalip jika ia mencetak tiga gol atau lebih. Namun, mengingat performa Spanyol yang solid, peluang itu tidak mudah. Argentina tetap diperkuat Messi yang lapar gol, tetapi Mbappe kini di atas angin.
Ke depan, rekor ini bisa menjadi standar baru bagi pemain top dunia. Mbappe membuktikan dominasi di semua lini kompetisi dalam satu musim. Jika ia mampu mempertahankan performa, bukan tidak mungkin rekor-rekor lain akan segera menyusul.
Terlepas dari hasil final nanti, Kylian Mbappe telah menorehkan 10 gol di Piala Dunia 2026 dan berdiri di ambang sejarah sebagai pemilik tiga sepatu emas dalam satu musim. Sebuah rekor yang mungkin sulit terulang dalam waktu dekat.