Kylian Mbappe resmi mengunci gelar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol ke gawang Inggris pada laga perebutan tempat ketiga, menjadikan totalnya 10 gol dalam satu turnamen.
Kemenangan ini membuat Mbappe menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia sejak 1930 yang berhasil meraih gelar top skor dua kali, setelah sebelumnya ia juga memimpin daftar pencetak gol pada edisi sebelumnya.
Sepanjang turnamen, Mbappe menampilkan konsistensi tinggi dengan mencetak gol di fase grup, babak 16 besar, perempat final, hingga semifinal, menunjukkan kemampuan finishing yang mematikan dan kecerdasan posisi di kotak penalti.
Dengan tambahan 10 gol ini, koleksi gol Mbappe di Piala Dunia mencapai 22, melewati rekor Miroslav Klose yang berdiri pada 16 gol dan menempatkannya di puncak daftar pencetak gol semua waktu turnamen tertua dunia.
Sementara rival utamanya, Lionel Messi, hanya berhasil menambahkan delapan gol di edisi ini dan tidak mencetak gol pada final melawan Spanyol, sehingga jarak antara keduanya semakin melebar.
Prestasi Mbappe memicu gelombang kebangkitan minat sepak bola global, termasuk di Indonesia, di mana tayangan laga final dan perebutan tempat ketiga mencatat peningkatan rating televisi serta interaksi media sosial yang signifikan.
Bagi penggemar sepak bola di Tanah Air, keberhasilan Mbappe menjadi inspirasi bagi generasi muda pemain lokal untuk mengejar standar internasional, sekaligus mendorong liga domestik untuk meningkatkan kualitas pelatihan dan fasilitas.
Menurut analis sepak bola senior Andi Setiawan, “Mbappe telah menegaskan dominansinya dengan cara yang sulit ditiru; kombinasi kecepatan, teknik, dan mentalitas juara menjadikannya teladan yang layak ditiru oleh striker-striker muda di Asia.”
Berusia 28 tahun pada Desember mendatang, Mbappe masih memiliki peluang besar untuk memperluas rekor tersebut di Piala Dunia 2030, asalkan ia terhindar dari cedera serius dan mempertahankan performa di tingkat klub bersama Real Madrid.
Namun, tantangan tidak kecil datang dari generasi baru seperti Erling Haaland dan Jude Bellingham yang masing-masing mencetak tujuh gol di turnamen ini, menandakan persaingan ketat untuk gelar top skor mendatang.
Dampak komersial pun terasa, dengan peningkatan penjualan jersey Mbappe, nilai sponsor tim nasional Prancis, serta rating permainan video game sepak bola yang menyesuaikan statistik pemain secara real‑time.
Secara keseluruhan, pencapaian Mbappe di Piala Dunia 2026 tidak hanya menulis babak baru dalam sejarah sepak bola, tetapi juga mengubah lanskap kompetitif dan komersial olahraga paling populer di dunia.