Manchester United harus puas berbagi angka saat melawat ke Craven Cottage dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (20/9/2026). Duel sengit antara Fulham dan tim tamu berakhir imbang 1-1, setelah Matheus Cunha mencetak gol krusial di menit-menit akhir pertandingan yang menghindarkan Setan Merah dari kekalahan.
Pertandingan berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Manchester United sebenarnya tampil lebih dominan dalam menciptakan peluang berbahaya. Pada menit kesembilan, Lisandro Martinez hampir memecah kebuntuan melalui tembakan jarak jauh, namun kiper Fulham, Bernd Leno, tampil sigap menghalau bola. Tidak lama berselang, Bruno Fernandes nyaris mencatatkan namanya di papan skor andai sepakannya tidak membentur tiang gawang.
Fulham bukan tanpa perlawanan. Tuan rumah merespons ancaman United lewat aksi Alex Iwobi dan Joshua King yang beberapa kali merepotkan pertahanan MU. Beruntung bagi tim tamu, kiper Senne Lammens melakukan serangkaian penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap perawan hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, dinamika permainan berubah. Fulham yang bermain di depan pendukung sendiri tampil lebih agresif. Hasilnya, publik Craven Cottage bersorak pada menit ke-63 ketika Lisandro Martinez justru melakukan gol bunuh diri. Insiden bermula dari upaya Lammens menepis sepakan Iwobi, namun bola justru mengenai kaki Martinez dan bersarang di gawang sendiri.
Tertinggal satu gol, manajer Manchester United merespons dengan mengubah taktik serangan. Bryan Mbeumo hampir saja menyamakan kedudukan melalui tembakan melengkung yang memaksa Bernd Leno melakukan penyelamatan terbang. Tekanan intens yang dilancarkan United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-89.
Matheus Cunha muncul sebagai juru selamat lewat tembakan jarak jauh yang sempat membentur kaki pemain lawan. Perubahan arah bola membuat Bernd Leno mati langkah, sehingga skor berubah menjadi 1-1. Hasil ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, mengunci satu poin berharga bagi skuad asuhan sang manajer di London.
Hasil imbang ini menempatkan Manchester United di posisi ke-12 klasemen sementara dengan koleksi lima poin. Bagi Fulham, tambahan satu poin ini belum mampu mengangkat mereka dari papan bawah, tepatnya di peringkat ke-19 dengan dua poin. Perjalanan liga yang masih panjang menuntut kedua tim untuk segera berbenah demi memperbaiki posisi di tabel klasemen.
Secara teknis, efektivitas di depan gawang menjadi sorotan utama bagi Manchester United. Meski mencatatkan penguasaan bola yang cukup baik, ketidaksiapan dalam mengantisipasi serangan balik cepat Fulham seringkali menjadi celah yang dieksploitasi lawan. Blunder Lisandro Martinez menjadi pengingat bahwa konsentrasi lini belakang harus terjaga selama 90 menit penuh.
Bagi penggemar di Indonesia, performa Manchester United yang belum konsisten sering menjadi bahan diskusi hangat di berbagai platform media sosial. Fenomena ini mencerminkan betapa tingginya standar yang diharapkan suporter terhadap klub raksasa ini, terlepas dari siapa pun pemain yang diturunkan. Ketidakhadiran sosok pembeda yang stabil dalam mencetak gol sering kali menjadi masalah klasik yang menghantui tim.
Kondisi ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tantangan yang dihadapi klub-klub lokal di Indonesia. Masalah adaptasi taktik dan konsistensi pemain sering kali menjadi faktor penentu hasil akhir di kompetisi domestik. Bedanya, skala eksposur yang diterima pemain di Liga Inggris menuntut mentalitas yang jauh lebih tangguh untuk menghadapi kritik publik.
Ke depannya, Manchester United harus segera menemukan ritme permainan terbaik sebelum jadwal pertandingan menjadi semakin padat. Kehadiran pemain seperti Cunha memberikan harapan baru, namun ketergantungan pada gol menit akhir bukanlah strategi yang berkelanjutan. Tim pelatih perlu mengevaluasi kembali skema serangan agar tidak selalu bergantung pada keberuntungan di akhir laga.
Sementara itu, Fulham menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim besar melalui disiplin taktis. Jika mereka mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi MU, bukan tidak mungkin The Cottagers akan merangkak naik meninggalkan zona degradasi. Konsistensi menjadi kunci bagi kedua kesebelasan untuk mencapai target mereka masing-masing musim ini.