Pelatih kepala John Herdman memimpin sesi latihan penutup di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (2/8) sore, dengan 24 pemain termasuk tiga kiper hadir. Kedua pemain kunci itu tidak terlihat di lapangan, menandakan ketidakpastian ketersediaan mereka untuk laga semifinal putaran gugur.
Marselino Ferdinan belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dialaminya menjelang laga pembuka melawan Kamboja. Sementara Justin Hubner masih berada di Belanda bersama klubnya Fortuna Sittard yang belum melepaskan bek andalan tersebut untuk bergabung dengan timnas. Kedua absensi ini memaksa Herdman menyusun skema taktis alternatif.
Latihan berlangsung dengan intensitas terukur. Herdman dan pelatih fisik Cesar Meylan lebih banyak mengarahkan gerakan tanpa bola serta latihan fisik kekuatan. Pilihan ini bukan tanpa alasan — Vietnam dikenal sebagai tim dengan agresivitas tinggi dan gaya main fisik yang sering melanggar batas keras.
Sejarah pertemuan kedua tim selalu penuh tegangan. Vietnam di bawah era pelatih Kim Sang-sik mempertahankan identitas pressing tinggi dan duel fisik di seluruh sektor lapangan. Timnas Indonesia yang relatif lebih muda dan teknis harus siap menghadapi tekanan fisik dan mental yang ekstrim selama 90 menit.
Ketiadaan Marselino menghilangkan opsi kreativitas di sayap kiri serta ancaman tendangan jarak dekat. Pemain Oxford United itu telah menjadi katalisator serangan dengan kemampuan dribbling dan visi passing yang sulit digantikan. Gelandang sayap lain seperti Witan Sulaeman atau Rafael Struick kemungkinan besar mendapat kesempatan start.
Di lini belakang, absensi Hubner berarti Herdman harus mempercayakan pasangan sentral pertahanan pada Rizky Ridho dan Jordi Amat. Keduanya memiliki pengalaman bermain di liga Eropa, namun kerjasama tim dengan Hubner yang sudah terbiasa membaca permainan lawan akan hilang. Komunikasi dan penempatan posisi menjadi kunci.
Fortuna Sittard menahan Hubner kemungkinan besar terkait jadwal liga Eredivisie yang padat. Klub tersebut berhak menolak pelepasan pemain untuk turnamen non-FIFA Date seperti Piala AFF. Situasi ini mengungkapkan tantangan struktural: kalender sepak bola Indonesia yang tidak sinkron dengan jadwal FIFA sering kali membuat pemain naturalisasi sulit dikumpulkan penuh.
Sisi positif, Herdman memiliki kedalaman skuad yang memadai. Pemain seperti Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, hingga Ivar Jenner telah menunjukkan performa solid di fase grup. Rotasi skuad justru bisa menjadi senjata ampuh mengelola kelelahan mengingat jadwal laga yang padat di turnamen ini.
Dari sudut mental, timnas harus menghindari jebakan emosional. Vietnam cenderung memprovokasi lawan untuk mencetuskan kartu kuning atau merah. Herdman telah menanamkan disiplin taktis sejak awal pelatihan — pemain dilarang terprovokasi dan fokus pada eksekusi rencana permainan.
Kondisi cuaca dan lapangan Stadion Pakansari juga menjadi faktor. Laga berlangsung malam hari dengan kelembaban tinggi, menguntungkan tim yang fisiknya lebih siap. Latihan fisik intensif sesi terakhir ini dirancang khusus untuk mengaklimatisasi pemain dengan kondisi tersebut.
Jika Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam, mereka akan menyegel tiket semifinal dan berpeluang meraih gelar juara AFF ketiga dalam sejarah. Kemenangan ini juga akan menjadi bukti nyata proyek naturalisasi dan regenerasi yang diprakarsai PSSI mulai memberikan hasil konkret di panggung regional.
Laga kick-off pukul 19.30 WIB akan menjadi ujian karakter bagi generasi baru Garuda. Tanpa dua bintang utamanya, Timnas harus bermain sebagai unit yang kohesif, disiplin taktis, dan tangguh mental — tiga hal yang menjadi ciri-ciri tim juara.