FOXBOROUGH, Massachusetts — Tim nasional Maroko harus menelan pil pahit menjelang laga krusial perempat final Piala Dunia. Pelatih Mohamed Ouahbi mengonfirmasi bahwa penyerang andalan mereka, Ismael Saibari, dipastikan absen dalam pertandingan melawan Prancis karena cedera hamstring yang dideritanya saat laga babak 16 besar melawan Kanada.
Kehilangan Saibari merupakan pukulan telak bagi lini serang Maroko. Pemain tersebut telah menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen, dengan mencatatkan gol di setiap pertandingan fase grup. Perannya semakin vital ketika ia menjadi penentu kemenangan Maroko lewat eksekusi penalti dramatis saat menyingkirkan Belanda di babak 32 besar.
Meski kehilangan pemain kunci, Ouahbi tetap menunjukkan ketenangan. Dalam sesi konferensi pers di Foxborough, ia menegaskan bahwa timnya tidak menyiapkan rencana khusus yang aneh-aneh untuk menghadapi Prancis. Baginya, kunci utama adalah keseimbangan dan kedisiplinan di semua lini permainan untuk mengimbangi kekuatan Les Bleus yang diunggulkan.
Ouahbi menyatakan bahwa tidak ada kejutan dalam persiapan timnya. Ia menegaskan bahwa gaya bermain Maroko sudah terpolarisasi dengan jelas dan dapat dianalisis oleh lawan. Pelatih tersebut lebih memilih untuk fokus pada efektivitas penguasaan bola dan kesabaran dalam mencari celah, baik melalui serangan sayap maupun penetrasi di lini tengah lapangan.
Menanggapi memori pertemuan kedua negara di semifinal Piala Dunia empat tahun lalu di Qatar, Ouahbi menekankan bahwa setiap pertandingan memiliki konteks sejarah dan dinamika yang berbeda. Ia menilai bahwa kedua tim saat ini telah berevolusi menjadi skuad yang lebih tangguh dibandingkan pertemuan mereka sebelumnya.
Lebih lanjut, Ouahbi menolak narasi bahwa keberhasilan Maroko melaju hingga perempat final sudah dianggap sebagai pencapaian puncak. Ia menegaskan bahwa skuadnya tidak akan puas dengan sekadar pujian publik. Fokus utama mereka tetap pada trofi, dan status Prancis sebagai favorit juara tidak akan menyurutkan ambisi Maroko untuk meraih kemenangan.
Secara taktis, Maroko diprediksi akan bermain lebih pragmatis namun tetap berani menekan pertahanan Prancis. Ouahbi menekankan pentingnya memanfaatkan setiap peluang saat memegang kendali bola, meski ia enggan membocorkan detail strategi spesifik yang akan diterapkan di lapangan hijau nanti.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ujian bagi kedalaman skuad Maroko pasca-cedera Saibari, tetapi juga menjadi pembuktian mentalitas tim Afrika tersebut di panggung global. Dengan semangat kolektivitas yang tinggi, Maroko berharap dapat menumbangkan raksasa Eropa dan melanjutkan perjalanan impian mereka di Piala Dunia tahun ini.