Sachsenring, CNN Indonesia -- Pembalap Indonesia Mario Aji menutup sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto2 Gran Premio Deutschland 2026 di posisi ke-13, Sabtu (11/7) waktu setempat. Hasil ini menandai langkah nyata sang pembalap Idemitsu Honda Team Asia dalam menegaskan eksistensinya kembali di panggung dunia setelah absen lima seri beruntun akibat cedera servikal yang mengancam karirnya.
Di sirkuit legendaris Sachsenring yang dikenal dengan 10 tikungan kiri beruntun dan hanya satu tikungan kanan, Aji menunjukkan adaptasi yang mengesankan. Pada awal sesi, ia sempat menembus lima besar dengan catatan waktu yang menempatkannya di posisi kelima setelah 10 menit berjalan. Posisi itu ia pertahankan hingga menit ke-25 sebelum melorot ke keenam, dan akhirnya menyelesaikan sesi 45 menit di urutan ke-13 dengan selisih waktu yang relatif rapat dari puncak klasemen.
Ivan Ortola (QJMotor Gresini Moto2) menduduki posisi teratas dengan torehan 1 menit 21,087 detik, diikuti David Alonso (CFMoto Aspar Team), Ivan Guevara (CFMoto Aspar Team), Daniel Holgado (CFMoto Aspar Team), dan Senna Agius (Liqui Moly Husqvarna Intact GP) melengkapi lima besar. Dominasi tim Aspar dengan tiga pembalap di lima besar menunjukkan kekuatan paket teknis mereka di sirkuit yang menuntut kecepatan cornering maksimal dan stabilitas rem.
Kembalinya Aji ke jejak balap tidaklah instan. Sebelum turun di Sachsenring, pembalap berusia 20 tahun itu menjalani pemeriksaan medis ketat pada Kamis (9/7) pagi waktu setempat. Tim medis FIM bersama dokter tim Idemitsu Honda Team Asia memberikan lampu hijau setelah memastikan tulang belakang bagian C6 dan C7 telah sembuh sempurna pasca-operasi. Cedera fraktur servikal ini dialaminya saat insiden di awal musim, memaksa ia melewati seri Catalunya, Mugello, Sachsenring (musim lalu), Assen, dan Sachsenring kembali — meski ironisnya kini ia balik di sirkuit yang sama.
"Kondisi fisik sudah 95 persen, yang tersisa adalah kepercayaan diri dan *race craft* yang harus dibangun kembali," ujar manajer tim Idemitsu Honda Team Asia, Tecmasu Suzuki, dalam konferensi pers pra-event. "Mario telah melakukan rehabilitasi intensif di Jepang selama dua bulan, fokus pada kekuatan leher, koreksi postur, dan simulasi beban G-force. Kami tidak memaksa target posisi, tapi proses."
Performa Aji di FP2 menunjukkan pola yang konsisten dengan FP1 di mana ia finis ke-17. Peningkatan empat posisi dalam satu hari praktik menandakan kurva pembelajaran yang curam, mengingat ia tidak memiliki data telemetri terbaru di sirkuit ini sejak musim lalu. Sachsenring menuntut *riding style* unik: *trail braking* mendalam, *corner speed* tinggi, dan transisi cepat antar tikungan kiri. Untuk pembalap yang baru pulih dari cedera leher, beban fisik pada otot sternocleidomastoideus dan trapezius saat menahan G-force lateral di tikungan kiri berulang adalah tantangan tersendiri.
Secara championnat, Aji saat ini menempati posisi di bagian bawah klasemen dengan poin minim akibat ketidakhadiran lima seri. Kembalinya di paruh kedua musim 2026 berfungsi sebagai *reset* mental dan teknis. Target realistis tim adalah masuk Q2 kualifikasi (14 besar gabungan FP1-FP2-FP3) dan mengejar *points finish* (15 besar) di balapan Minggu. Jika berhasil, ini akan menjadi *momentum builder* menuju putaran Asia-Pasifik (Aragon, Misano, Mandalika, Motegi, Buriram, Sepang) di mana Honda memiliki basis penggemar dan dukungan teknis kuat.
Di konteks lebih luas, kehadiran Aji di Moto2 2026 mempertahankan representasi Indonesia di kelas *intermediate* Grand Prix motorcycle racing. Bersama Mario Suryo Aji (kembarannya yang berbalap di Moto3) dan pembalap muda di program *Asia Talent Cup*, ekosistem pembalapan Indonesia menunjukkan regenerasi yang berkelanjutan. Dorna Sports dan FIM terus memantau perkembangan *market* Indonesia sebagai salah satu pasar motor terbesar dunia, dan keberhasilan Aji pulih penuh akan menjadi narasi inspiratif bagi generasi muda *rider* nusantara.