Mario Suryo Aji akhirnya kembali mengaspal di lintasan balap setelah absen panjang. Pembalap kebanggaan Indonesia yang membela Idemitsu Honda Team Asia ini berhasil menuntaskan sesi Latihan Bebas Pertama (FP1) Moto2 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring pada Jumat (10/7) dengan finis di posisi ke-17. Penampilan ini menjadi tonggak penting bagi karier Mario setelah ia harus menepi dari kompetisi selama lima seri berturut-turut.
Absennya Mario bukan tanpa alasan. Ia terpaksa menjalani operasi serius akibat fraktur servikal yang menyerang bagian tulang belakang C6 dan C7. Cedera ini memaksa pembalap muda berbakat tersebut melewatkan serangkaian balapan krusial mulai dari GP Catalunya hingga GP Assen. Proses rehabilitasi yang intensif dilakukan demi memastikan kondisi fisiknya kembali prima sebelum diizinkan tim medis untuk kembali berkompetisi di level tertinggi kelas menengah.
Dalam sesi FP1 yang berlangsung di Sachsenring, Mario menunjukkan adaptasi yang cukup impresif. Pada 10 menit awal sesi, ia sempat berkutat di posisi ke-19, namun intensitasnya terus meningkat seiring berjalannya waktu. Bahkan, saat sesi menyisakan 13 menit, Mario sempat mencatatkan kejutan dengan melesat ke posisi kedelapan sebelum akhirnya stabil di papan tengah. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa *feeling* atau intuisi balapnya tidak hilang meski sudah lama tidak berkompetisi.
Secara keseluruhan, sesi FP1 di Jerman ini dikuasai oleh Manuel Gonzalez yang mencatatkan waktu tercepat 1 menit 22,483 detik. Sementara itu, posisi puncak sempat berganti-ganti, menunjukkan persaingan yang sangat ketat di kelas Moto2 musim ini. Bagi Mario, finis di posisi ke-17 di tengah kondisi fisik yang belum pulih 100 persen adalah bukti ketangguhan mental seorang pembalap profesional.
Mario sendiri mengaku sangat lega bisa kembali ke lintasan. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa tujuan utamanya di Sachsenring bukanlah mengejar podium secara instan, melainkan membangun kembali ritme balap dan harmoni dengan motornya. Ia menyadari bahwa tubuhnya masih membutuhkan penyesuaian, namun kekuatan fisiknya sudah kembali ke level yang memadai untuk bertarung di lintasan balap.
Sirkuit Sachsenring memiliki sejarah yang cukup personal bagi Mario. Pada musim lalu, ia harus absen di sirkuit ini karena cedera bahu, sementara pada edisi 2024 ia gagal menyelesaikan balapan akibat masalah teknis. Oleh karena itu, tampil hingga akhir sesi FP1 kali ini dianggap sebagai langkah maju yang signifikan bagi mentalitas dan rekam jejaknya di Jerman.
Manajemen Idemitsu Honda Team Asia memberikan apresiasi penuh atas kegigihan Mario. Kehadirannya kembali di tim sangat dibutuhkan untuk memberikan data teknis yang akurat dalam pengembangan motor Moto2 mereka. Dengan sisa seri yang masih panjang, Mario memiliki kesempatan emas untuk memperbaiki peringkat klasemennya sekaligus membuktikan bahwa ia layak berada di jajaran pembalap elit dunia.
Ke depan, fokus Mario adalah menjaga konsistensi dan menghindari tekanan berlebih. Ia ingin menikmati setiap lap yang dilalui untuk memahami batas kemampuan motornya kembali. Dukungan dari publik Indonesia terus mengalir deras, berharap Mario dapat menyelesaikan sisa musim 2026 dengan performa yang jauh lebih solid dan bebas dari cedera yang menghambat progres kariernya.