Olahraga

Marc Marquez Akui Tak Mampu Bersaing di MotoGP Inggris, Posisi 7 Jadi Batas Maksimal

Ringkasan

  • Marc Marquez mengaku tidak bisa bersaing di MotoGP Inggris dan finis posisi tujuh.
  • Hasil ini membuat jaraknya dengan pemimpin klasemen Jorge Martin melebar menjadi 40 poin.

Marc Marquez kembali menuai hasil mengecewakan di MotoGP Inggris. Pembalap Ducati Lenovo itu finis di posisi ketujuh dan secara blak-blakan mengaku tidak mampu bersaing memperebutkan podium di Sirkuit Silverstone.

Pebalap asal Spanyol itu menyebut dirinya kesulitan menemukan ritme terbaik sepanjang balapan. Meski motor dan ban bekerja dengan baik, Marquez tak kuasa mengejar kecepatan para pembalap Aprilia yang tampil dominan di seri kesembilan musim ini.

"Motor bekerja dengan baik, begitu juga dengan ban. Namun hari ini saya tidak mampu menemukan cara lebih baik dan posisi ketujuh adalah posisi di atas kertas yang bisa kami harapkan," ujar Marquez usai balapan.

Hasil ini jelas menjadi pukulan telak bagi Marquez dalam perburuan gelar juara dunia. Pasalnya, rival terberatnya Jorge Martin tampil impresif dan semakin kokoh di puncak klasemen sementara.

Saat ini Marquez mengoleksi 200 poin, tertinggal 40 angka dari Martin yang memimpin klasemen. Selisih tersebut merupakan jarak terbesar sepanjang musim 2026 dan mulai mengkhawatirkan bagi kubu Ducati Lenovo.

Yang lebih memprihatinkan, Marquez hanya menjadi pembalap Ducati tercepat ketiga di Silverstone. Ia kalah dari Alex Marquez yang finis keempat dan Fabio Di Giannantonio yang menempati posisi keenam.

Marquez tak menampik bahwa sang adik memang tampil lebih baik di sirkuit ini. "Tahun lalu ketika saya dalam kondisi terbaik, Alex juga lebih cepat dibandingkan saya di sirkuit ini. Tapi memang Alex mengendarai motor lebih baik dibandingkan kami," tuturnya.

Kekalahan beruntun dari pembalap yang menggunakan motor sama menjadi catatan serius. Marquez mengakui dirinya sendiri yang patut disalahkan atas performa kurang maksimal di Inggris.

Situasi ini kontras dengan awal musim ketika Marquez tampil perkasa dan sempat memimpin klasemen. Namun sejak paruh musim, konsistensinya menurun sementara Martin justru semakin trengginas.

Bagi penggemar MotoGP Indonesia, persaingan gelar yang semakin ketat justru menjadi tontonan menarik. Apalagi Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah seri balapan di Sirkuit Mandalika pada akhir musim nanti.

Tekanan kini berada di pundak Marquez untuk segera bangkit di seri-seri berikutnya. Jika terus kehilangan poin, impiannya merebut gelar juara dunia bersama Ducati akan semakin menjauh.

Sisa musim masih panjang dan peluang belum tertutup sepenuhnya. Namun Marquez harus segera menemukan solusi atas masalah ritme balapnya jika masih ingin disebut sebagai kandidat juara.

Mengapa Ini Penting

Hasil buruk Marquez di Silverstone mengubah peta persaingan gelar MotoGP 2026. Ketertinggalan 40 poin dari Jorge Martin membuat peluang juara Marquez menipis, dan ini berdampak pada daya tarik musim ini bagi penggemar Indonesia yang menantikan seri Mandalika. Jika Marquez terus terpuruk, duel juara bisa menjadi milik Martin dan Raul Fernandez, memberikan narasi baru yang segar bagi kompetisi.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
10 Agustus 2026
Waktu Baca
3 menit