Pelatih Timnas Italia Roberto Mancini mendorong klub-klub Serie A untuk memberikan lebih banyak kepercayaan kepada pemain muda lokal. Ia menyoroti kesenjangan antara prestasi tim kelompok umur dan tim senior yang disebabkan minimnya jam terbang para pemain muda di level tertinggi.
Italia menunjukkan performa impresif di level junior, seperti kemenangan Timnas U-17 di Piala Eropa Juni lalu. Namun, di level senior, Italia gagal lolos ke tiga edisi terakhir Piala Dunia. Terakhir kali Italia tampil di Piala Dunia adalah pada 2014. Situasi ini kontras dengan negara tetangga seperti Spanyol, Prancis, dan Inggris.
Mancini menilai bahwa klub-klub Italia terlalu fokus pada hasil instan. Juventus, AC Milan, dan klub besar lainnya jarang memberikan kesempatan kepada pemain lokal. Pemain muda lebih sering dipinjamkan ke Serie B atau Serie C untuk menambah jam terbang. "Kami memiliki pemain-pemain bagus di Italia. Kami harus memberi mereka waktu dan kesabaran untuk berkembang," ujar Mancini.
Ia mencontohkan pengalaman bersama Nicolo Zaniolo yang belum pernah bermain di Serie A sebelum dipanggil timnas. "Dia kesulitan di panggilan pertamanya, tetapi setelah tiga bulan dia menjadi pemain yang berbeda. Saya pikir ada banyak pemain seperti dia yang berbakat," tambahnya.
Kondisi di Italia berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya. Spanyol membawa 11 pemain berusia 25 tahun atau kurang saat memenangkan Piala Dunia 2022. Kylian Mbappe sudah menjadi juara dunia sebelum usia 20 tahun. Jude Bellingham menjadi andalan Inggris sejak usia 22 tahun. Mancini berharap Italia bisa mengikuti jejak tersebut.
Bagi Indonesia, hal ini menjadi pelajaran berharga. Sepak bola Indonesia juga sering menghadapi masalah serupa di mana pemain muda jarang mendapat kesempatan di klub-klub besar. Kepercayaan terhadap talenta lokal perlu ditingkatkan agar timnas Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.
"Persentase pemain asing dan Italia di Serie A sama seperti 4-5 tahun lalu. Yang bisa kami lakukan adalah membuat pemain muda bermain lebih sering dengan pemain senior agar berkembang lebih cepat," kata Mancini. Ia juga menambahkan bahwa pemain Italia yang bermain di luar negeri seperti Premier League bisa meningkatkan level mereka.
Mancini optimistis dengan potensi yang ada. "Tujuan kami adalah membuat Timnas Italia kembali menang. Saya hanya berharap lebih banyak pemain lokal yang bermain sehingga kami memiliki lebih banyak pilihan," pungkasnya.
Ke depan, Mancini berencana untuk terus memantau perkembangan pemain muda dan memberikan mereka kesempatan di timnas. Dengan perubahan mindset klub-klub Italia, diharapkan akan lahir lebih banyak pemain bintang yang bisa membawa Italia kembali ke jajaran elit sepak bola dunia.
Pelajaran bagi Indonesia adalah pentingnya pembinaan jangka panjang. Klub-klub Indonesia perlu lebih percaya pada pemain lokal dan tidak hanya mengandalkan pemain asing. Dengan begitu, timnas Indonesia bisa memiliki generasi emas di masa depan.