Manchester United kembali meniti lorong elit Eropa musim depan. Setan Merah telah memastikan tiket ke Liga Champions 2026/2027 dan kini menunggu undian fase liga yang dijadwalkan berlangsung di Monaco, Kamis (27/8) malam WIB. Sebagai tim Pot 2, MU berpeluang bertemu sejumlah raksasa benua biru sejak putaran pertama.
Prediksi awal dari Express Sport menggambarkan skenario yang menantang bagi tim asuhan Michael Carrick. Paris Saint-Germain muncul sebagai lawan tandang di matchweek pembukaan, sementara Inter Milan dijadwalkan datang ke Old Trafford. Kedua klub itu mewakili tantangan bersejarah dan taktis yang berbeda bagi The Red Devils.
Posisi MU di Pot 2 bermakna mereka menghindari pertemuan dini dengan Real Madrid, Bayern Munich, Manchester City, atau Barcelona. Namun, aturan undian baru memungkinkan duel antar liga yang sama — membuka peluang lawan dari Premier League seperti Arsenal atau Liverpool, meski prediksi Express Sport tidak memasukkan keduanya ke dalam daftar delapan calon lawan MU.
PSG menjadi sorotan utama. Klub Prancis itu telah menyingkirkan empat tim Inggris dalam dua musim terakhir: Arsenal, Liverpool, Aston Villa, dan Chelsea. Dominasi fisik dan kecepatan transisi mereka sering kali menjadi momok klub Premier League. Namun, statistik sejarah memberikan semacam jaminan psikologis bagi MU. Setan Merah mencatat kemenangan di Parc des Princes pada 2019 (2-0 di fase grup) dan 2020 (3-1 di babak 16 besar) — kedua kali di bawah manajemen Ole Gunnar Solskjaer.
Di sisi lain, Inter Milan hadir dengan label juara Eropa tiga kali. Tim Simone Inzaghi — meski pelatihnya bisa berganti musim depan — dibangun di atas fondasi pertahanan ketat dan efisiensi serang. Sejumlah pemain kunci Nerazzurri seperti Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu, atau Lautaro Martinez memiliki pengalaman Premier League, yang meminimalkan faktor adaptasi saat bertanding di Old Trafford.
Rekor head-to-head di Manchester menguntungkan tuan rumah. Dua pertemuan terakhir di Theatre of Dreams — 1999 (fase grup) dan 2009 (perempat final) — berakhir dengan skor identik 2-0 untuk MU. Era Sir Alex Ferguson memang menyanjung keunggulan taktis saat menghadapi sistem Italia, namun sepak bola modern telah mengubah lanskap drastis.
Lawan lain yang diprediksi melengkapi jadwal: RB Leipzig dan Real Betis di Old Trafford; PSV Eindhoven, Feyenoord, Slavia Prague, dan Lens di tandang. Komposisi empat kandang dan empat tandang seimbang, namun intensitas perjalanan ke Prancis, Belanda, Ceko, dan Spanyol akan menguji kedalaman squad Carrick.
Bagi penggemar Indonesia, undian ini bukan sekadar jadwal. Tayangnya Liga Champions di platform streaming lokal — kemungkinan besar Mola TV atau Vidio — berarti jam tayang malam hingga dini hari. Duel MU vs PSG atau Inter akan jadi primadona rating, mengingat basis penggemar Setan Merah di Nusantara tetap masif meski performa liga domestik belum konsisten.
Dampak komersial pun signifikan. Jersey MU dengan sponsor Snapdragon akan terekspos di pasar Asia tenggara setiap kali tim bermain lawan klub besar. Mitra komersial klub — dari Adidas hingga Tezos — memanfaatkan momen ini untuk kampanye regional. Bagi brand lokal yang bermitra dengan MU, ini momentum emas untuk aktivasi digital.
Secara sportif, Carrick menghadapi dilemma rotasi. Jadwal padat Premier League, Piala FA, Carabao Cup, dan Liga Champions baru (dengan minimal delapan pertandingan fase liga) membutuhkan squad 22-25 pemain berkualitas. Rekrutan musim panas — apakah striker penakluk gawang, playmaker kreatif, atau bek sentral cepat — akan menentukan apakah MU bisa bersaing di dua front sekaligus.
Sejarah mengajarkan, format baru Liga Champions memihak tim dengan kedalaman squad. Musim 2024/2025, Arsenal dan Aston Villa tersandung di fase liga meski punya XI kuat, karena kelelahan dan cedera menimpa saat bulan Januari-Februari. MU harus belajar dari kasus itu.
Undian Kamis akan mengubah spekulasi menjadi kenyataan. Apakah MU benar bertemu PSG di pekan pertama? Apakah Inter benar datang ke Manchester? Jawabannya akan menentukan narasi musim Setan Merah: apakah mereka kembali jadi kontender Eropa, atau sekadar peserta yang berusaha lolos ke 16 besar.
Satu hal pasti: Old Trafford akan penuh pada malam Liga Champions. Nyanyian "Glory Glory Man United" akan bergema keras saat PSG atau Inter melangkah ke lapangan. Bagi Carrick dan pemainnya, tekanan itu bukan beban — melainkan bukti mereka kembali di panggung terbesar.