Sepakbola

Man City Tolak Tawaran Barcelona untuk Rodri, Reijnders Didorong ke Liga Arab Saudi

Ringkasan

  • Manchester City menolak penawaran Barcelona untuk Rodri dan menargetkan pengganti, sementara Tijjani Reijnders diprediksi akan berpindah ke Al Qadsiah musim 2026/2027.

Manchester City menutup pintu kepergian Rodri ke Barcelona setelah menilai penawaran Katalan belum memenuhi valuasi internal. Klub biru Manchester menaruh harga 70 hingga 80 juta euro untuk gelandang berusia 30 tahun yang masih bersisa kontrak satu musim. Keputusan ini memperpanjang saga transfer yang sudah berbulan-bulan memanas di media Eropa.

Kebijakan keras City tidak terlepas dari peran sentral Rodri dalam empat gelar Premier League berturut-turut. Gelandang Spanyol itu menjadi metronom sistem Pep Guardiola, lalu diteruskan Enzo Maresca. Kehilangannya di tengah musim akan menciptakan kekosongan taktis yang sulut diisi, apalagi jadwal padat menanti di awal musim 2026/2027.

Menyadari risiko itu, manajemen City sudah mengaktifkan daftar pengganti sejak dini. Dua nama utama muncul di radar: Ayyoub Bouhaddi, gelandang muda Maroko yang dinilai memiliki profil fisik dan teknis mirip Rodri, serta Enzo Fernandez dari Chelsea. Nama Fernandez paling konkret setelah The Blues memasang price tag 120 juta poundsterling, setara Rp 2,8 triliun.

Chelsea bahkan memberikan tenggat keras hingga Jumat, 14 Agustus pukul 17.00 waktu setempat. Jika City tidak menandatangani kesepakatan sebelum batas waktu itu, negosiasi akan dibatalkan dan Fernandez akan tetap di Stamford Bridge. Deadline ketat ini memaksa Txiki Begiristain dan tim rekrutmen untuk memutuskan cepat: tarik dana besar atau beralih ke opsi lain.

Di antara kekacauan pasar transfer senior, City justru sudah mengamankan Elliot Anderson dari Newcastle United sebelum Piala Dunia berlangsung. Kedatangan pemain berusia 21 tahun itu mendapat sambutan hangat dari Mateo Kovacic. Gelandang Kroasia menilai Anderson menghadirkan kualitas lari tanpa henti, penguasaan bola rapi, dan kecerdasan posisi tanpa bola — elemen yang cocok untuk sistem Maresca.

Namun, kedalaman squad justru menjadi bumerang bagi Tijjani Reijnders. Gelandang berdarah Indonesia yang digaji dari AC Milan seharga 46,5 juta pound hanya setahun lalu kini masuk daftar dijual. Kompetisi di lini tengah terlalu padat: Rodri, Kovacic, Gundogan, Stones yang bisa turun ke tengah, plus Anderson dan calon rekrutan baru.

Reijnders yang memperkuat timnas Belanda di Euro 2024 tidak ingin menghabiskan musim di bangku cadangan. Pilihan realistis muncul dari Al Qadsiah, klub Arab Saudi yang didanai dana sovran dan sedang membangun proyek ambisius. Kontak awal sudah terjadi, dan kedua belah pihak menargetkan kesepakatan final untuk musim 2026/2027.

Pindah ke Liga Pro Saudi bukan langkah mundur bagi Reijnders. Liga itu kini menarik bintang global seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Neymar, dengan standar fasilitas dan gaji yang mengungguli banyak klub Eropa menengah. Bagi Reijnders, ini peluang jadi pemain utama, memimpin proyek baru, dan mengamankan finansial di usia puncak 27 tahun.

Dari perspektif Indonesia, perpindahan Reijnders ke Timur Tengah membawa narasi baru. Jika sebelumnya penggemar lokal mengikuti jejaknya di San Siro lalu Etihad, kini perhatian bergeser ke Al Qadsiah. Tayangan liga Arab Saudi sudah tersedia di platform streaming populer di Indonesia, memudahkan akses untuk menonton laga Reijnders mingguan.

Kovacic sendiri mengakui kedalaman squad saat ini menciptakan kompetisi sehat, tapi juga mengakui tidak semua pemain bisa mendapat menit bermain yang adil. "Kita punya terlalu banyak opsi kualitas di posisi serupa," ujarnya saat wawancara BBC minggu lalu. Pernyataan itu secara tidak langsung mengonfirmasi status Reijnders sebagai korban kelimpahan sumber daya.

Community Shield melawan Arsenal pada 16 Agustus akan jadi uji coba pertama komposisi Maresca. Apakah Rodri tetap diboyong? Apakah Anderson langsung main? Atau Maresca mencoba sistem tanpa pivot tradisional? Jawaban di Wembley akan membentuk narasi transfer sisa musim panas.

Sementara itu, jam berdetak untuk keputusan soal Enzo Fernandez. Jika City menolak bayar 120 juta pound, fokus akan sepenuhnya dialihkan ke Bouhaddi atau pemain bebas lain. Satu hal pasti: City tidak akan memasuki musim baru tanpa jaminan pengganti berkualitas untuk Rodri, meski pemain itu akhirnya bertahan.

Mengapa Ini Penting

Pergerakan Reijnders ke Arab Saudi menandai geseran lanskap karir pemain berdarah Indonesia: dari liga elit Eropa ke proyek kaya di Timur Tengah yang kini jadi tujuan utama bintang dunia. Bagi penggemar Indonesia, ini berarti akses menonton jadi lebih mudah via streaming resmi, sekaligus membuka narasi baru soal eksistensi pemain keturunan di liga non-Eropa. Di sisi City, keputusan menahan Rodri sambil mengejar Fernandez dengan deadline ketat menunjukkan dilema manajemen modern: mempertahankan aset vs membangun regenerasi. Hasil Community Shield akan jadi indikator awal apakah strategi Maresca berjalan atau kacau.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
14 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit