Olahraga

Lionel Scaloni: Usia 39 Tahun Bukan Penghalang bagi 'Mesin' Lionel Messi

Lionel Scaloni: Usia 39 Tahun Bukan Penghalang bagi 'Mesin' Lionel Messi

Ringkasan

  • Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, memuji ketahanan fisik Lionel Messi di usia 39 tahun dan menegaskan sang bintang tetap menjadi pemain terbaik dunia.

KANSAS CITY, Missouri – Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, kembali menegaskan kekagumannya terhadap performa fisik dan mental Lionel Messi di usianya yang kini menginjak 39 tahun. Dalam konferensi pers menjelang babak perempat final Piala Dunia, Scaloni menegaskan bahwa ia sama sekali tidak terkejut dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh sang kapten di lapangan hijau.

Messi, yang saat ini memperkuat Inter Miami, telah menjadi tulang punggung Argentina dalam kampanye Piala Dunia kali ini. Dengan torehan delapan gol, ia kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak bersama bintang Prancis, Kylian Mbappe. Ketajaman Messi terbukti krusial, terutama saat ia memimpin timnya melakukan comeback dramatis 3-2 melawan Mesir di babak 16 besar.

Dalam laga melawan Mesir, Argentina sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-79. Namun, di saat kritis, Messi mencetak satu gol dan memberikan assist krusial bagi Cristian Romero. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa visi permainan dan kemampuan eksekusi Messi tetap berada di level tertinggi, meskipun ia melakoni rekor penampilan di Piala Dunia keenamnya.

Sebelum turnamen dimulai, banyak pihak meragukan kebugaran fisik Messi menyusul cedera otot yang sempat membekapnya. Namun, Scaloni mengungkapkan bahwa persiapan fisik yang terukur bersama pelatih kebugaran pribadinya telah membuahkan hasil yang signifikan. Menurut sang pelatih, angka statistik lari Messi di setiap pertandingan tidak mengalami penurunan drastis.

Scaloni menjelaskan bahwa kunci dari performa Messi adalah dedikasi total di atas lapangan. "Ketika dia memberikan segalanya dan merasakan peluang untuk menciptakan bahaya, dia adalah sebuah mesin," ujar Scaloni. Ia menegaskan bahwa mereka yang meragukan Messi karena faktor usia hanyalah orang-orang yang tidak mengenal dedikasi sang pemain secara mendalam.

Bagi Scaloni, status Messi sebagai pemain terbaik dunia tidak akan memudar selama sang pemain masih memiliki hasrat untuk berkompetisi. Ia menekankan bahwa pandangannya ini objektif dan bukan sekadar bentuk dukungan dari seorang pelatih kepada anak asuhnya. Messi terus membuktikan bahwa usia hanyalah angka dalam kamus sepak bolanya.

Menatap laga perempat final melawan Swiss di Kansas City, Argentina harus tetap waspada. Swiss bukanlah lawan sembarangan setelah mereka menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Scaloni mengakui bahwa Swiss memiliki tradisi Piala Dunia yang kuat, pemain berpengalaman, dan fisik yang tangguh, yang membuat mereka menjadi tim yang sangat kompetitif.

Argentina kini berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara, namun Scaloni menekankan bahwa tidak ada tim yang mudah dikalahkan di tahap turnamen ini. Fokus tim saat ini adalah menjaga momentum, memastikan kondisi fisik pemain tetap prima, dan terus mengandalkan kreativitas Messi untuk membedah pertahanan lawan yang disiplin.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti bagaimana pengelolaan performa atlet profesional di usia senja melalui pendekatan sains olahraga dan disiplin tinggi. Bagi industri teknologi dan kesehatan di Indonesia, narasi ini merefleksikan pentingnya optimasi data kebugaran dan pemulihan berbasis teknologi dalam menjaga produktivitas jangka panjang. Hal ini menjadi studi kasus relevan bagi manajemen SDM dan atlet nasional dalam memperpanjang usia karier profesional melalui pendekatan holistik.

Sumber Asli
Channel News Asia
Tanggal
11 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →