Lionel Messi akhirnya menunjukkan wujud jersey spesial yang akan ia kenakan dalam laga perpisahan bersama tim nasional Argentina. Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Selasa (22/9), megabintang Inter Miami tersebut memperlihatkan transisi emosional dari jersey yang ia gunakan di Piala Dunia 2026 menuju kostum yang akan menjadi saksi laga pamungkasnya.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, Messi tampak menggantung jersey terbaru yang hanya menampilkan bagian belakangnya. Desain tersebut menonjolkan siluet ikonik Sol de Mayo atau Matahari Mei, simbol kebanggaan dalam bendera Argentina. Di atas simbol tersebut, terpampang nama "Messi" dengan nomor punggung 10 yang telah melegenda, menegaskan statusnya sebagai ikon sepak bola dunia yang tak tergantikan.
Keputusan pensiun Messi dari panggung internasional telah diumumkan secara resmi pada 31 Agustus lalu, mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depannya di timnas. Laga uji coba melawan Benin pada 6 Oktober mendatang diplot sebagai panggung perpisahan terakhir bagi sang kapten. Pertandingan ini menjadi bagian dari rangkaian FIFA Matchday yang juga mencakup laga kontra Bolivia pada 30 September dan Burkina Faso pada 3 Oktober.
Langkah Messi untuk gantung sepatu dari timnas Argentina menandai berakhirnya era emas yang ia bangun sejak debut profesionalnya pada 2005. Selama dua dekade, La Pulga telah menjadi ruh permainan tim Tango. Ia berhasil mempersembahkan gelar-gelar bergengsi, mulai dari dua trofi Copa America, gelar Finalissima, hingga pencapaian tertinggi dalam karier sepak bola, yakni trofi Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kabar ini membawa resonansi emosional yang mendalam. Messi bukan sekadar pemain asing; ia adalah fenomena budaya yang menyatukan jutaan penikmat bola di Tanah Air. Ketiadaan Messi di lapangan internasional nantinya akan menciptakan kekosongan narasi yang selama ini selalu menjadi magnet utama dalam setiap perhelatan akbar FIFA.
Fenomena pensiunnya pemain sekaliber Messi memberikan pelajaran berharga bagi ekosistem sepak bola nasional. Di Indonesia, regenerasi pemain sering kali terhambat oleh ketergantungan pada figur sentral. Sementara Argentina mampu mengelola transisi pasca-Messi dengan tetap mempertahankan identitas permainan mereka, Indonesia masih harus berjuang keras mencari suksesor yang mampu membawa dampak serupa secara konsisten di level internasional.
Secara industri, kepindahan Messi dari panggung timnas juga akan memengaruhi nilai komersial pertandingan persahabatan FIFA Matchday. Selama ini, kehadiran Messi menjadi jaminan penuhnya stadion dan tingginya angka penonton televisi. Bagi pemegang hak siar, kehilangan sosok Messi berarti harus memutar otak untuk menjaga minat penonton terhadap laga-laga internasional tanpa adanya bintang dengan daya tarik global sebesar dirinya.
Di sisi lain, publik Indonesia kini tengah menaruh perhatian besar pada perkembangan Timnas Indonesia yang sedang bersiap menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026. Fokus PSSI dalam membangun tim yang kompetitif melalui pemain naturalisasi dan pengembangan talenta lokal menjadi cerminan bahwa Indonesia sedang berusaha mengejar ketertinggalan, meski dengan pendekatan yang berbeda dari model yang dibangun Argentina melalui akademi dan sistem liga domestik yang matang.
Dalam pesannya, Messi menuliskan kalimat menyentuh, "Satu pertandingan terakhir. Sebuah jersey untuk selamanya." Ungkapan ini merefleksikan dedikasi totalnya selama 20 tahun. Ia tidak hanya bermain untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk membangun warisan yang akan diingat selamanya oleh generasi mendatang di Argentina maupun di seluruh penjuru dunia.
Para pengamat sepak bola melihat bahwa langkah Messi ini merupakan bentuk kontrol atas kariernya sendiri. Di saat banyak pemain sepak bola harus pensiun karena penurunan performa atau cedera, Messi memilih untuk berhenti di puncak kejayaan, sebuah kemewahan yang jarang didapatkan oleh atlet profesional lainnya.
Proyeksi ke depan, dunia sepak bola akan memasuki masa transisi besar pasca-era Messi dan Cristiano Ronaldo. FIFA Matchday mendatang akan menjadi ajang pembuktian bagi timnas Argentina untuk membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan dominan meski tanpa kehadiran sang kapten di lapangan. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemain muda Argentina untuk keluar dari bayang-bayang besar sang legenda.
Bagi Indonesia, momen perpisahan Messi ini adalah pengingat bahwa setiap era pasti akan berakhir. Fokus kini beralih pada bagaimana industri olahraga nasional mampu mengemas narasi pemain lokal menjadi ikon yang dicintai, sebagaimana Messi dicintai oleh rakyat Argentina. Kepergian Messi adalah penutup bab penting dalam sejarah sepak bola, namun sekaligus menjadi awal bagi munculnya bintang-bintang baru yang akan mengisi panggung dunia di masa depan.