SPIELBERG, Austria – Pembalap kawakan Lewis Hamilton menyatakan keyakinannya bahwa peluang untuk mencetak sejarah dengan meraih gelar juara dunia Formula Satu (F1) kedelapan masih terbuka lebar. Meskipun saat ini ia berada di posisi kedua dalam klasemen sementara, Hamilton menegaskan bahwa dirinya memahami langkah strategis yang harus diambil untuk mengejar ketertinggalan poin dari pemimpin klasemen.
Memasuki usia 41 tahun, pembalap asal Inggris ini sedang berada dalam tren positif setelah berhasil meraih kemenangan perdananya bersama Ferrari di Spanyol awal bulan ini. Kemenangan tersebut diraih setelah ia mencatatkan dua kali finis di posisi kedua secara beruntun, yang menunjukkan peningkatan performa signifikan bagi tim asal Italia tersebut di pertengahan musim ini.
Saat ini, Hamilton terpaut 41 poin dari pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, yang mendominasi klasemen sementara. Meski selisih poin tersebut cukup besar, Hamilton menolak untuk menyerah. Ia menekankan pentingnya pengembangan mobil secara berkelanjutan dan kerja sama tim yang solid untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes yang tampil sangat dominan sepanjang musim ini.
Dalam menghadapi seri kedelapan di Austria, Ferrari dijadwalkan akan membawa peningkatan mesin (engine upgrade) pertama mereka musim ini. Hamilton menyambut baik langkah tersebut dan menyebutnya sebagai kemajuan yang krusial. Meskipun ia menyadari bahwa peningkatan ini belum cukup untuk menutup celah performa secara keseluruhan, namun ini merupakan langkah awal yang positif bagi tim.
Hamilton memberikan apresiasi tinggi kepada Mercedes yang dianggapnya sebagai tim yang harus dikalahkan saat ini. Menurutnya, Mercedes telah menunjukkan performa luar biasa dengan mobil yang kompetitif dan tim yang solid. Ia mengakui bahwa tantangan yang dihadapi sangat besar, namun ia percaya bahwa dengan kerja keras seluruh anggota tim, persaingan gelar juara tetap mungkin untuk dimenangkan.
Berdasarkan pengalamannya yang luas, termasuk saat meraih gelar juara dunia pertama bersama McLaren pada 2008 dan gelar terakhir bersama Mercedes pada 2020, Hamilton menegaskan bahwa faktor pengalaman akan memainkan peran kunci. Ia memilih untuk tetap fokus pada balapan per balapan daripada memikirkan kalkulasi poin jangka panjang, sembari memastikan timnya dapat mengeksekusi strategi dengan sempurna di setiap akhir pekan balapan.