Ganda putra andalan Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, menutup perjalanan mereka di Taiwan Open 2026 dengan gelar juara. Mereka mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai, dalam partai final yang berlangsung sengit di Taipei.
Duel berdurasi 42 menit itu berakhir dengan skor tipis 23-21, 21-19 untuk kemenangan Leo/Daniel. Kemenangan ini mempertegas status mereka sebagai salah satu pasangan paling berbahaya di tur dunia saat ini.
Keberhasilan ini bukan sekadar gelar biasa. Ini merupakan buah dari keputusan strategis mereka untuk kembali berpasangan setelah sempat berpisah. Hasilnya sangat menggembirakan. Gelar juara di Taiwan Open ini adalah yang kedua bagi mereka sejak reuni, setelah sebelumnya menjuarai Thailand Open.
Konsistensi terlihat dari perjalanan mereka di Taiwan. Sepanjang turnamen, Leo/Daniel hanya sekali terpaksa melalui pertandingan tiga set atau rubber game. Momen itu terjadi di babak kedua saat mereka harus bekerja ekstra untuk menumbangkan wakil tuan rumah Jepang, Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa, dengan skor 21-12, 14-21, 21-18.
Pertandingan melawan pasangan Jepang tersebut juga menjadi laga terpanjang yang mereka mainkan di turnamen ini, dengan durasi 51 menit. Di sisi lain, mereka juga mampu tampil efisien. Laga tercepat mereka hanya memakan waktu 30 menit, saat membungkam He Zhi Wei/Huang Jui Hsuan dari Taiwan di babak awal.
Statistik ini menunjukkan sebuah pola yang mengesankan: kemampuan mereka untuk mengatur tempo dan energi. Mereka mampu bermain cepat untuk efisiensi, namun juga memiliki ketahanan mental dan fisik untuk memenangkan duel panjang yang melelahkan.
Bagi keduanya, gelar Taiwan Open 2026 juga menandai pencapaian baru. Ini merupakan gelar Super 300 kedua dalam karier mereka. Secara kumulatif, Leo/Daniel kini sudah mengoleksi enam gelar di pentas BWF World Tour. Jumlah ini menempatkan mereka dalam jajaran ganda putra Indonesia paling produktif di era baru.
Keberhasilan ini jelas merupakan angin segar bagi sektor ganda putra Tanah Air. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus mencari pasangan yang mampu mengisi kekosongan setelah era emas Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon. Perkembangan Leo/Daniel memberikan optimisme baru.
Gaya permainan mereka yang agresif dan cepat, khas ganda putra Indonesia, kini diasah dengan lebih dewasa dan konsisten. Turnamen ini membuktikan mereka bisa mengalahkan peringkat atas dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Jepang.
Ke depannya, tantangan bagi Leo/Daniel adalah mempertahankan ritme ini di level turnamen yang lebih tinggi, seperti Super 750 dan Super 1000. Konsistensi meraih gelar di level Super 300 adalah fondasi yang kuat, namun lompatan menuju papan atas sejati world tour masih menunggu.
Para penggemar dan PBSI tentu berharap kemenangan ini menjadi awal dari rangkaian prestasi yang lebih panjang. Jika mereka dapat terus mematangkan chemistry dan strategi, Leo/Daniel berpotensi menjadi kekuatan dominan ganda putra Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.
Turnamen ini sekaligus menjadi batu loncatan persiapan mereka menghadapi kompetisi yang lebih bergengsi di sisa musim. Dengan modal gelar dan kepercayaan diri yang tinggi, langkah mereka selanjutnya akan ditunggu oleh seluruh pecinta bulu tangkis Indonesia.