Olahraga

KONI Bentuk Tim Koordinatif untuk Matangkan Persiapan Teknis PON 2028

KONI Bentuk Tim Koordinatif untuk Matangkan Persiapan Teknis PON 2028

Ringkasan

  • KONI Pusat membentuk tim koordinatif lintas instansi untuk mengkaji persiapan teknis PON 2028 di NTB, NTT, dan DKI Jakarta dengan mengedepankan optimalisasi arena yang ada.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengumumkan bahwa tim koordinatif saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam terkait persiapan teknis Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Ajang olahraga nasional empat tahunan ini dijadwalkan akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tuan rumah utama, dengan dukungan DKI Jakarta sebagai wilayah penunjang.

Tim koordinatif yang dibentuk ini terdiri dari kolaborasi lintas instansi, yakni perwakilan dari KONI Pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kejaksaan Agung, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Fokus utama tim ini adalah menyusun strategi teknis yang komprehensif, mulai dari pemetaan kebutuhan arena, hingga perencanaan anggaran yang akuntabel dan transparan demi kelancaran penyelenggaraan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Marciano menegaskan bahwa kehadiran tim pusat di bawah arahan Menpora serta pengawasan aparat hukum bertujuan untuk memastikan kesuksesan PON dari berbagai sisi. Tidak hanya sukses dari segi prestasi atlet dan penyelenggaraan acara, pemerintah juga menargetkan bahwa perhelatan ini mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di daerah tuan rumah.

Marciano memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang telah menerbitkan keputusan resmi terkait penetapan lokasi penyelenggaraan. Kebijakan ini dianggap memberikan kepastian hukum dan operasional bagi para pemangku kepentingan, sehingga seluruh pihak dapat mempercepat persiapan dengan lebih terukur dalam waktu dua tahun lima bulan yang tersisa.

Salah satu poin krusial dalam persiapan kali ini adalah kebijakan pemerintah untuk tidak membangun arena baru. Menpora Erick Thohir memastikan bahwa penyelenggaraan PON 2028 akan berfokus pada optimalisasi fasilitas yang sudah ada di wilayah NTB dan NTT, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menuntut koordinasi yang lebih ketat dalam melakukan renovasi atau penyesuaian fasilitas agar memenuhi standar pertandingan nasional.

Selain itu, KONI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Gubernur Pramono Anung, atas kesediaan wilayah tersebut menjadi penyangga pertandingan. Dukungan Jakarta dinilai sangat vital dalam membantu meringankan beban logistik dan teknis di NTB dan NTT, sekaligus memastikan standar kualitas pertandingan tetap terjaga meskipun dilakukan di tiga provinsi yang berbeda.

Mengapa Ini Penting

Penyelenggaraan PON 2028 menjadi tolok ukur efisiensi penggunaan anggaran negara melalui kebijakan optimalisasi aset tanpa membangun arena baru. Keberhasilan koordinasi lintas lembaga ini sangat krusial bagi tata kelola event skala besar di Indonesia agar tetap akuntabel dan memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi daerah.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit