VANCOUVER – Meski perhelatan Piala Dunia akan segera berakhir, gairah terhadap sepak bola tidak meredup bagi Alexandre Gangue-Ruzic dan rekan-rekannya di Vancouver. Setiap hari Senin, mereka rutin berkumpul di sebuah lapangan yang tidak biasa untuk menunjukkan kemampuan olah bola mereka di tengah gemerlap kota.
Kisah ini bermula sekitar lima tahun lalu ketika Gangue-Ruzic bersama teman-temannya memutuskan untuk memanfaatkan lapangan hoki jalanan sebagai arena bermain sepak bola. Apa yang awalnya hanya pertemuan santai antar teman dengan jumlah peserta sekitar 10 orang, kini telah berkembang menjadi magnet bagi para penggemar sepak bola dari berbagai penjuru kota Vancouver.
Melalui akun Instagram yang diberi nama Sunset Beach FC, komunitas ini berhasil memperluas jangkauannya secara organik. Kini, setiap Senin sore, lapangan tersebut dipenuhi oleh pemain dari beragam latar belakang yang antusias menyalurkan hobi mereka hingga matahari terbenam. Pemandangan pemain yang mengenakan jersey klub maupun tim nasional menjadi hal lumrah di arena ini.
Format pertandingan yang diterapkan adalah lima lawan lima, yang menyuguhkan aksi dribel memukau dan atmosfer kompetitif. Uniknya, permainan ini mengadopsi elemen budaya hoki es Kanada, di mana lapangan tertutup memungkinkan bola tetap berada dalam permainan meskipun pemain berada di belakang gawang kecil yang dapat dilipat.
Sistem permainan yang dianut adalah 'king's court', di mana pemenang tetap bertahan di lapangan dan tim yang kalah harus berganti dengan pemain lain yang menunggu. Menurut Gangue-Ruzic, sistem ini menjadi daya tarik utama karena memudahkan siapa saja untuk bergabung tanpa perlu mengenal orang lain terlebih dahulu.
Menjelang berakhirnya turnamen besar di Kanada, para pemain Sunset Beach FC berharap bahwa euforia ini tidak sekadar numpang lewat. Mereka mendesak agar warisan Piala Dunia diwujudkan dalam bentuk penyediaan fasilitas olahraga yang lebih memadai serta peningkatan kesadaran publik terhadap sepak bola akar rumput di Vancouver. Gangue-Ruzic optimis bahwa budaya sepak bola di kota tersebut sedang tumbuh, di mana warga mulai memahami bahwa menjadi kota sepak bola berarti merayakan kebersamaan di jalanan saat tim nasional berlaga atau sekadar bermain bersama di lapangan terbuka.