Sepakbola

Absen dari Timnas di ASEAN Cup 2026, Marc Klok Ungkap Kekecewaan

Absen dari Timnas di ASEAN Cup 2026, Marc Klok Ungkap Kekecewaan

Ringkasan

  • Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, mengaku sedih usai tidak dipanggil John Herdman ke skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, meski tetap mendukung penuh rekan setimnya.

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, secara terbuka mengakui rasa kecewa mendalam setelah namanya tidak masuk dalam daftar pemain Timnas Indonesia untuk ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan pelatih John Herdman yang tidak memanggil gelandang naturalisasi tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan pendukung sepak bola tanah air, mengingat kontribusi signifikan Klok bagi Maung Bandung sepanjang musim ini.

Dalam skema yang diracik oleh John Herdman, hanya dua pemain dari Persib Bandung yang mendapatkan kepercayaan untuk membela Garuda, yakni Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen. Keputusan ini dinilai cukup mengejutkan mengingat Klok selama ini menjadi pilar penting di lini tengah baik bagi klub maupun saat berseragam tim nasional dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ditemui di lapangan pendamping Stadion GBLA pada Sabtu (26/9), Klok tidak menutupi kesedihannya. Ia merasa bahwa dengan performa yang ditunjukkannya di kompetisi domestik, dirinya layak untuk berada di dalam skuad yang akan berlaga di turnamen bergengsi kawasan Asia Tenggara tersebut. Baginya, absen dari panggilan negara adalah situasi yang sulit untuk diterima secara personal.

Kendati demikian, profesionalisme Klok tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pelatih. Menurutnya, John Herdman memiliki visi taktis sendiri dan banyak opsi berkualitas yang bisa dipilih dari kedalaman skuad Indonesia saat ini. Klok memilih untuk berbesar hati dan menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola profesional.

Absennya pemain kunci seperti Klok dalam turnamen regional ini mencerminkan tingginya persaingan di tubuh Timnas Indonesia. Dengan banyaknya pemain naturalisasi dan talenta lokal yang muncul, pelatih kini memiliki kemewahan dalam memilih komposisi pemain. Hal ini menciptakan standar baru di mana setiap pemain, tidak peduli statusnya, harus mampu menjaga level performa tertinggi secara konsisten.

Bagi industri sepak bola Indonesia, situasi ini menjadi indikator positif bahwa kedalaman skuad Indonesia semakin kompetitif. Persaingan yang sehat antar pemain untuk memperebutkan posisi inti di tim nasional akan memaksa setiap atlet untuk terus meningkatkan kualitas diri. Jika sebelumnya posisi pemain inti seringkali terlihat statis, kini setiap individu dituntut untuk menunjukkan performa terbaik setiap pekan agar tidak terdepak dari daftar panggilan.

Dampak dari kebijakan rotasi dan seleksi ketat John Herdman ini memang memicu perdebatan di kalangan suporter. Namun, secara jangka panjang, ini adalah langkah yang diperlukan untuk membangun mentalitas juara. Timnas tidak lagi bergantung pada satu atau dua nama besar, melainkan pada kolektivitas dan kesiapan fisik pemain yang paling bugar saat turnamen berlangsung.

Di sisi lain, Klok tetap memberikan dukungan moral penuh kepada rekan-rekannya di Persib, khususnya Ragnar Oratmangoen dan Thom Haye. Ia mengaku senang melihat Ragnar berhasil mencatatkan namanya di papan skor saat Indonesia menaklukkan Singapura dengan skor 2-0 pada Jumat (25/9). Klok menilai gol tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat penting bagi sang pemain.

"Saya selalu mendoakan yang terbaik untuk rekan-rekan saya di sana. Mereka adalah pemain hebat dan saya berharap mereka bisa membawa pulang gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 untuk masyarakat Indonesia," ujar Klok menutup pembicaraan.

Kini, perhatian beralih ke laga krusial berikutnya, yakni duel melawan Malaysia. Pertandingan kedua Grup A yang akan dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (28/9) tersebut diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi racikan taktik John Herdman. Kemenangan atas Malaysia akan menjadi langkah besar bagi Indonesia untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Ke depannya, tantangan bagi pemain seperti Klok adalah pembuktian di level klub. Konsistensi di Persib Bandung akan menjadi satu-satunya jalan untuk kembali menarik perhatian pelatih tim nasional. Sementara bagi publik sepak bola, fenomena ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia kini telah bertransformasi menjadi tim yang lebih dinamis dan tidak bisa diprediksi, sebuah pertanda baik bagi ambisi Indonesia di kancah sepak bola internasional yang lebih luas.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pergeseran standar seleksi pemain di Timnas Indonesia di bawah era John Herdman yang lebih mengutamakan performa terkini dibandingkan reputasi nama besar. Bagi industri sepak bola, ini adalah sinyal bahwa kompetisi internal di level klub semakin panas karena setiap pemain harus berjuang ekstra untuk mendapatkan slot timnas. Implikasinya, kedalaman skuad Indonesia akan menjadi jauh lebih berkualitas, namun di sisi lain, ini menciptakan risiko psikologis bagi pemain senior yang terpinggirkan.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Absen dari Timnas di ASEAN Cup 2026, Marc Klok Ungkap Kekecewaan"?

Gelandang Persib Bandung, Marc Klok, mengaku sedih usai tidak dipanggil John Herdman ke skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, meski tetap mendukung penuh rekan setimnya.

Mengapa Sepakbola ini penting?

Berita ini menyoroti pergeseran standar seleksi pemain di Timnas Indonesia di bawah era John Herdman yang lebih mengutamakan performa terkini dibandingkan reputasi nama besar. Bagi industri sepak bola, ini adalah sinyal bahwa kompetisi internal di level klub semakin panas karena setiap pemain harus berjuang ekstra untuk mendapatkan slot timnas. Implikasinya, kedalaman skuad Indonesia akan menjadi

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
26 September 2026
Waktu Baca
4 menit