Sepakbola

Kisah Haru di Balik Sukses Pau Cubarsi: Dari JIS hingga Juara Dunia

Ringkasan

  • Pau Cubarsi, bintang muda Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026, memiliki kenangan manis di Indonesia saat berlaga di Piala Dunia U-17 2023 bersama tim asuhan Jose Lana.

Pau Cubarsi kini berdiri di puncak dunia sepak bola setelah mengantarkan Spanyol menjadi kampiun Piala Dunia 2026. Bek muda yang kini bersinar bersama Barcelona ini sukses mencuri perhatian publik global berkat penampilan impresifnya di lini belakang sepanjang turnamen di Amerika Serikat tersebut.

Namun, jauh sebelum mengangkat trofi di New York, jejak karier Cubarsi terukir di tanah Indonesia. Pada akhir 2023, pemain berusia 19 tahun ini merupakan bagian dari skuad Spanyol U-17 yang berlaga di Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia. Saat itu, ia masih remaja berusia 16 tahun yang tengah merintis jalan menuju karier profesional.

Haura Najmakamila, Liaison Officer (LO) yang mendampingi tim Spanyol U-17 selama di Indonesia, menjadi saksi bisu awal perjalanan karier Cubarsi. Baginya, melihat Cubarsi bertransformasi dari pemain muda menjadi juara dunia terasa seperti menyaksikan seorang anak yang tumbuh dewasa. Haura sendiri memiliki kedekatan personal karena ia bertanggung jawab penuh atas kebutuhan skuad asuhan Jose Lana selama berada di Tanah Air.

Selama perhelatan Piala Dunia U-17, Haura tidak hanya menjadi penerjemah, tetapi juga jembatan koordinasi untuk segala urusan, mulai dari transportasi hingga kebutuhan medis. Profesionalisme Haura bahkan membuat para pemain Spanyol memberikan julukan 'Ms Espana' kepadanya. Kedekatan ini terbangun karena tim Spanyol U-17 dikenal sangat rendah hati dan menghargai peran staf pendukung di sekitar mereka.

Salah satu kenangan paling membekas bagi Haura terjadi saat Spanyol berhadapan dengan Jerman di Jakarta International Stadium (JIS). Dalam laga perempat final yang sengit tersebut, kiper utama mereka, Raul Jimenez, mendapatkan kartu merah. Tanpa komando panjang, Cubarsi harus mengambil alih peran kiper dadakan dengan segala kepanikan di lapangan.

Momen krusial di JIS tersebut kini menjadi memori yang kontras dengan pencapaiannya saat ini. Cubarsi, yang dulu harus berjibaku menjadi kiper darurat di Jakarta, kini telah menjelma menjadi salah satu bek tengah paling ditakuti di Eropa. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa turnamen kelompok umur di Indonesia menjadi kawah candradimuka yang efektif bagi talenta muda kelas dunia.

Bagi industri sepak bola Indonesia, kisah ini memberikan perspektif menarik mengenai pentingnya manajemen tim dan peran krusial staf pendukung dalam sebuah turnamen internasional. Keberhasilan Spanyol mengintegrasikan pemain muda ke tim senior secara konsisten menunjukkan model pembinaan yang patut dicontoh. Indonesia, yang sempat menjadi tuan rumah, kini memiliki catatan sejarah bahwa bintang dunia pernah ditempa di stadion lokal.

Haura menuturkan bahwa para pemain Spanyol tidak pernah menunjukkan sikap eksklusif. Mereka sering mengajak staf untuk berbaur, baik saat makan maupun sekadar mengobrol di waktu senggang. Rasa hormat yang ditunjukkan para pemain kepada staf lokal seperti Haura adalah bagian dari budaya kerja profesional yang mereka bawa dari Spanyol.

Keberhasilan Cubarsi menembus tim senior dan menjuarai Piala Dunia merupakan puncak dari kerja keras yang dimulai sejak masa remaja. Bagi Haura, kebanggaan itu muncul karena ia sempat melihat langsung bagaimana para pemain tersebut berjuang di lapangan dengan semangat yang sama besarnya, terlepas dari usia mereka yang masih sangat belia.

Saat ini, Cubarsi telah menjadi pilar utama pertahanan Spanyol. Tren pemain muda yang langsung promosi ke tim senior setelah turnamen U-17 bukanlah hal baru, namun konsistensi Cubarsi menunjukkan bahwa dia memiliki mentalitas juara sejak dini. Masa depan sepak bola Spanyol tampak cerah dengan kehadiran pemain dengan profil seperti dia.

Ke depannya, kisah ini diharapkan dapat menginspirasi para pemain muda Indonesia untuk melihat bahwa turnamen level dunia adalah panggung untuk unjuk gigi. Dengan disiplin dan kerja keras, bukan tidak mungkin pemain Indonesia di masa depan bisa mengikuti jejak Cubarsi, merintis karier di level internasional dan mencapai puncak tertinggi dalam karier profesional mereka.

Perjalanan Cubarsi dari Jakarta hingga New York adalah pengingat bahwa setiap pemain besar pasti memiliki titik awal. Indonesia telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan sang juara, dan bagi mereka yang mendampinginya, momen-momen kecil di luar lapangan adalah bagian dari narasi besar kesuksesan seorang atlet kelas dunia.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini menyoroti bagaimana turnamen usia muda di Indonesia menjadi titik balik penting bagi perkembangan karier pemain bintang dunia. Selain aspek teknis, narasi ini memberikan wawasan tentang profesionalisme manajemen tim yang bisa diadopsi oleh klub-klub di Indonesia. Kehadiran pemain kelas dunia di Indonesia memberikan dampak psikologis dan motivasi bagi ekosistem sepak bola nasional untuk terus berbenah dan percaya bahwa talenta lokal bisa bersaing jika dipersiapkan dengan benar.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
21 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit