Olahraga

Kisah Nenek 97 Tahun Pecahkan Rekor Dunia Jalan di Sayap Pesawat

Ringkasan

  • Betty Bromage, wanita Inggris berusia 97 tahun, memecahkan rekor Guinness World Records sebagai wanita tertua yang berjalan di sayap pesawat terbang dalam aksi penggalangan dana untuk unit stroke.

Betty Bromage membuktikan usia hanyalah angka. Di usianya yang ke-97, nenek asal Inggris ini kembali mencatatkan namanya di Guinness World Records sebagai wanita tertua yang berjalan di sayap pesawat terbang.

Aksi ini dilakukan Bromage di Gloucestershire, Inggris, pada awal Agustus 2026. Ia menghabiskan lima menit di udara, berjalan di atas sayap pesawat Boeing Stearman dari lepas landas hingga mendarat. Catatan ini sekaligus memperbarui rekor yang ia pegang sebelumnya saat berusia 93 tahun.

Perjalanan Bromage menuju rekor ini bukan tanpa rintangan. Pada tahun lalu, ia mengalami stroke dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Cheltenham. Justru dari sanalah muncul motivasi untuk kembali melakukan aksi ekstrem ini.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari acara penggalangan dana untuk unit stroke rumah sakit yang menyelamatkan nyawanya. Menurut penuturannya, stroke yang dideritanya membuatnya sedikit kesulitan berbicara, tetapi kondisi fisiknya secara keseluruhan tetap prima.

Bromage bukan pendatang baru dalam dunia wing walking. Selama satu dekade terakhir, ia telah enam kali melakukan aksi berjalan di sayap pesawat yang sedang terbang. Ketertarikannya justru lahir ketika ia berusia 87 tahun, usia yang kebanyakan orang anggap terlalu rentan untuk aktivitas semacam itu.

"Kalau tidak, saya akan bosan dengan hidup. Saya tidak bisa mengemudi, penglihatan saya kurang baik, dan saya mudah frustrasi. Jadi, saya ingin melakukan hal-hal yang bisa saya lakukan," ujar Bromage menjelaskan alasannya.

Dorongan utama dari aksinya ini adalah membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk tetap berkarya. Di usia senja, banyak orang memilih beristirahat. Namun Bromage justru merasa hidupnya akan hampa tanpa tantangan.

Di Indonesia, aksi semacam ini memang masih sangat jarang terdengar. Namun kisah Bromage memberi perspektif baru soal olahraga ekstrem dan batas kemampuan manusia, khususnya bagi kelompok lanjut usia yang kerap dianggap tidak bisa melakukan aktivitas berat.

Semangat yang sama sebenarnya juga ditunjukkan oleh beberapa atlet veteran Indonesia di cabang olahraga lain. Mereka membuktikan bahwa daya juang tidak mengenal usia, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas tentang pentingnya hidup aktif.

Bromage memberikan nasihat yang menohok ketika ditanya soal keberanian. Menurutnya, kata "tidak bisa" seharusnya tidak ada dalam kosakata seseorang.

"Anda tidak boleh mengatakan kata tidak bisa. Kata tidak bisa itu tidak benar. Anda mengatakan 'saya akan melakukannya jika saya bisa', tetapi kata tidak bisa tidak ada dalam kosakata saya," tegasnya.

Kendati rekor baru telah diamankan, Bromage tidak berencana berhenti. Ia masih menyimpan keinginan untuk mengulang aksinya lagi dalam beberapa tahun mendatang. Baginya, di usia 97 tahun, tidak ada lagi yang perlu ditakuti.

Kisah Bromage menjadi pengingat bahwa inovasi, keberanian, dan semangat pantang menyerah tidak pernah melihat usia. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi semua orang untuk berani keluar dari zona nyaman dan membuktikan bahwa keterbatasan hanyalah persepsi.

Mengapa Ini Penting

Kisah Betty Bromage relevan bagi Indonesia yang tengah menghadapi tantangan penuaan penduduk. Ia membuktikan bahwa lansia tetap bisa produktif dan aktif secara fisik, menepis stereotip bahwa usia lanjut identik dengan keterbatasan. Di tengah gencarnya promosi gaya hidup sehat, aksi Bromage menjadi contoh konkret bahwa batas usia adalah konstruksi sosial. Inspirasi ini bisa mendorong lebih banyak lansia Indonesia untuk tetap bergerak, sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap kapasitas orang tua.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
7 Agustus 2026
Waktu Baca
3 menit