Pelatih timnas Vietnam Kim Sang Sik menegaskan tidak akan bermain pelan di leg dua semifinal Piala AFF 2026 lawan Malaysia. Keunggulan 2-0 dari laga pertama di Kuala Lumpur justru dijadikan momentum untuk menekan lawan lebih awal di hadapan penonton sendiri.
Dalam konferensi pers pra-pertandingan di Hanoi, Selasa (18/8), pelatih asal Korea Selatan itu mengakui banyak pihak memprediksi Vietnam akan lolos final dengan mudah. Ia justru menolak narasi tersebut. "Saya tidak melihat adanya perbedaan. Kami tetap harus turun maksimal," tegas Kim Sang Sik.
Kecemasan sang pelatih tidak tanpa alasan. Statistik Piala AFF 2026 menunjukkan anomali menarik: Vietnam baru mencetak tiga gol saat bermain di kandang sendiri. Sebaliknya, di markas lawan, Prajurit Bintang Emas justru menembak 12 gol tanpa kebobolan. Pola ini jadi catatan serius untuk Kim dan staf pelatih.
"Kami telah menjalani sesi latihan intensif untuk memperbaiki taktik penyerangan dan mengatasi kekurangan," ujar Kim. Ia menargetkan tim bisa menampilkan performa penuh dominasi di My Dinh, stadion yang diprediksi akan dipadati 30.000 penonton.
Kunci penyerangan Vietnam tetap di kaki Nguyen Xuan Son. Striker naturalisasi ini telah mencetak empat gol di turnamen ini, termasuk satu di leg pertama. Gerakan tanpa bola dan kemampuan finish-nya jadi senjata utama menembus pertahanan Malaysia yang rapuh di laga pertama.
Di sisi lawan, Malaysia hadapi tekanan psikologis berat. Harimau Malaya harus mencetak minimal tiga gol tanpa dibalas untuk lolos langsung — skenario yang mustahil mengingat Vietnam belum kebobolan di fase knockout. Pelatih Pau Martorell kemungkinan akan memasang formasi ultra-ofensif sejak menit awal.
Sejarah head-to-head di My Dinh juga mendukung Vietnam. Dari lima pertemuan terakhir di Hanoi, Vietnam menang empat kali dan seri satu. Kemenangan terakhir Malaysia di kandang lawan ini terjadi 15 tahun lalu. Faktor mental dan dukungan penonton jadi aset tambahan bagi tuan rumah.
Bagi sepak bola Indonesia, laga ini jadi petunjuk bentuk tim yang mungkin dihadapi di final nanti. Jika Vietnam lolos, Garuda akan menghadapi tim yang sangat terstruktur secara taktis, disiplin defensif, dan punya penyerang andal seperti Xuan Son. Timnas Indonesia harus mempersiapkan variasi serangan lebih kreatif.
Kendati demikian, Kim Sang Sik tetap waspada pada bola diam dan konter cepat Malaysia. Faisal Halim dan Arif Aiman dikenal berbahaya di ruang terbuka. Vietnam diinstruksikan menjaga kompakness di transisi pertahanan-ke-serangan, area di mana tim sering rentan di menit-menit awal.
"Saya berharap tim bisa menampilkan sepak bola yang memuaskan penonton My Dinh," tutup Kim. Laga ini bukan hanya soal lolos final, tapi juga membuktikan konsistensi Vietnam sebagai raja sepak bola Asia Tenggara era baru.
Kick-off dijadwalkan pukul 20.00 WIB. Pemenang akan bertemu dengan Indonesia atau Thailand di final dua leg pada 22 dan 29 Agustus mendatang. Vietnam berpeluang besar, tapi seperti dikatakan Kim: "Belum ada yang selesai sebelum wasit meniup peluit panjang."