Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, melontarkan candaan yang menarik perhatian publik sepak bola Asia Tenggara jelang laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026. Ia mengaku memiliki ritual khusus yang berhubungan dengan warna pakaian yang dikenakannya di pinggir lapangan.
Kim Sang-sik percaya bahwa mengenakan polo shirt hitam membawa keberuntungan bagi tim asuhannya. Keyakinan ini muncul setelah ia memimpin Vietnam meraih dua kemenangan telak saat melawan Timor Leste dan Indonesia.
"Saat lawan Timor Leste dan Indonesia, saya pakai polo shirt warna hitam dan menang. Saat lawan Singapura, saya pakai baju warna putih," ujar Kim dikutip dari VNExpress. Ia pun bercanda akan meminta istrinya membuang semua baju putihnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kim usai membawa The Golden Star menaklukkan Indonesia dengan skor telak 3-0 di laga ketiga Grup A. Sebelumnya, Vietnam juga berpesta gol dengan menghancurkan Timor Leste 7-0 dan ditahan imbang Singapura 0-0.
Hasil tersebut menempatkan Vietnam di puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi tujuh poin. Mereka belum terkalahkan dan hanya berselisih satu poin dari Singapura yang berada di posisi kedua.
Fenomena ritual atau superstisi di dunia olahraga memang bukan hal baru. Dari level klub hingga tim nasional, banyak pelatih dan pemain yang memiliki kebiasaan khusus demi mendatangkan keberuntungan.
Di Indonesia, fenomena serupa juga kerap mewarnai perjalanan tim nasional. Suporter dan pengamat sering mengaitkan hasil positif dengan hal-hal di luar taktik, seperti pemilihan lokasi latihan hingga warna seragam.
Namun terlepas dari candaan tersebut, kualitas permainan Vietnam tidak perlu diragukan. Kim Sang-sik berhasil meracik tim yang solid, disiplin, dan efisien dalam memanfaatkan peluang.
Kemenangan telak atas Indonesia menjadi bukti nyata bahwa Vietnam bukan sekadar mengandalkan keberuntungan. Mereka tampil dominan dan mampu membongkar pertahanan lawan dengan skema yang matang.
Dampak hasil ini langsung dirasakan Indonesia. Tim asuhan Patrick Kluivert harus bekerja ekstra keras untuk memastikan lolos ke babak semifinal, serta wajib mewaspadai potensi pertemuan ulang dengan Vietnam.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, rivalitas dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tersendiri. Kekalahan 0-3 di laga sebelumnya menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih untuk membenahi lini pertahanan.
Kim sendiri menegaskan bahwa timnya tidak akan terbawa suasana meski dijagokan lolos sebagai juara grup. Ia menekankan pentingnya fokus menghadapi Kamboja pada laga terakhir.
"Kami sedang dijagokan, tapi kami harus fokus. Selanjutnya kami akan main maksimal hadapi Kamboja," tutup Kim memastikan skuatnya tidak akan mengendurkan intensitas permainan.
Vietnam akan menjalani laga pamungkas Grup A melawan Kamboja pada Jumat (7/8) pukul 20.00 WIB. Kemenangan akan memastikan posisi mereka sebagai juara grup dan menjaga kepercayaan diri menuju semifinal.
Di sisi lain, Kamboja yang sudah tersingkir diprediksi akan tampil tanpa beban. Namun jika Kim benar-benar memakai baju hitamnya, bukan tidak mungkin Vietnam kembali berpesta gol untuk menutup fase grup dengan sempurna.