Kiandra Ramadhipa, yang akrab disapa Rama, saat ini membalap di dua ajang pengembangan bintang muda: Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dan Moto3 Junior Championship 2026. Pada jeda paruh musim ia mengoleksi 101 poin di Rookies Cup, menempatkannya di posisi ketiga klasemen, sementara di Moto3 Junior ia berada di peringkat kelima dengan 64 poin. Posisi ini menjadikannya kandidat kuat untuk memperoleh tiket promosi ke grand prix musim depan.
Red Bull Rookies Cup dikenal sebagai jalur utama menuju Moto3. Regulasi terbaru menetapkan bahwa pembalap yang finis di tiga besar klasemen akhir dan telah berusia 17 tahun akan menerima "golden ticket" untuk naik kelas. Rama akan genap 17 tahun pada Januari 2027, tepat saat musim baru dimulai, sehingga syarat usia sudah terpenuhi jika ia mempertahankan atau memperbaiki posisi saat ini.
Ayah sekaligus manajer pribadi, M Yoki Arafat, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada komunikasi resmi dari pihak promotor atau tim Moto3 mengenai keikutsertaan putranya. "Saya tidak menutupi, tetapi memang belum ada informasi, baik langsung maupun tidak langsung. Yang jelas kita berusaha menyelesaikan sisa musim sebaik‑baiknya saja," ujar Yoki saat ditemui di Jakarta, Jumat (31/7).
Yoki menambahkan bahwa keluarga memilih sikap pasrah atas hasil yang akan datang. "Kalau saya pribadi kita ikut rezeki saja. Kalau alhamdulillah dia bisa step up dengan regulasi yang berlaku, ya alhamdulillah, berarti memang sudah jatahnya naik. Kalau belum, ya sudah, kita tidak punya ekspektasi yang berlebihan," tuturnya.
Mekanisme golden ticket ini mirip dengan yang dialami Veda Ega Pratama musim lalu. Veda finis runner‑up di Rookies Cup 2025 dan langsung mengamankan tempat di grid Moto3 2026. Jika Rama menutup musim 2026 di tiga besar, ia akan mengikuti jejak senior tersebut dan menjadi pembalap Indonesia kedua yang melangkah ke grand prix dalam kurun waktu singkat.
Sisa jadwal Rookies Cup 2026 masih menanti dua putaran di sirkuit Eropa yang sudah dikenal Rama: Misano pada 12‑13 September dan Red Bull Ring pada 19‑20 September. Di sisi Moto3 Junior, balapan lanjutan akan digelar di Valencia, Aragon, dan kembali ke Misano. Pengalaman Rama di sirkuit‑sirkuit ini menjadi modal psikologis dan teknis yang berharga.
Musim lalu di Red Bull Ring, Rama menyelesaikan balapan di posisi ke‑4 dan ke‑12, sementara di Misano ia finis ke‑15 dan ke‑7 di Rookies Cup. Di European Talent Cup ia sempat meraih posisi ke‑5 dan ke‑6 di Misano, meski gagal finis di Valencia. Konsistensi masuk zona poin di berbagai trek menunjukkan kemampuan adaptasi yang matang untuk usianya.
Dari sudut pandang industri motorsport Indonesia, kemajuan Rama menandakan regenerasi yang terstruktur. Keberhasilan Veda dan potensi Rama menciptakan narasi baru: Indonesia tidak lagi hanya penonton di MotoGP, melainkan mulai memasok talenta ke level dunia. Hal ini membuka peluang sponsor lokal, program pengembangan pembalap muda, serta minat media yang lebih besar terhadap balap dua roda.
Jika Rama berhasil naik ke Moto3, ia akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang berkompetisi di kelas tersebut sejak era modern MotoGP. Dampaknya tidak hanya bersifat simbolis; kehadiran pembalap lokal di grand prix menarik perhatian penonton domestik, meningkatkan nilai siaran, dan mendorong investasi pada fasilitas latihan serta tim pendukung di tanah air.
Langkah selanjutnya bagi tim manajemen Rama adalah memastikan performa stabil di empat balapan tersisa, sekaligus memulai dialog dini dengan tim‑tim Moto3 yang memiliki slot kosong. Negosiasi kontrak, program pengembangan fisik, dan penyesuaian teknis motor akan menjadi fokus utama selama off‑season 2026‑2027. Keberhasilan di tahap ini akan menentukan apakah golden ticket benar‑benar terwujud atau harus menunggu kesempatan musim berikutnya.