Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas keterlibatan aktif mereka dalam mendukung agenda Timnas Indonesia kelompok umur. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela pembukaan Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumatera Utara periode 2026-2030 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Medan, pada Senin (12/10/2026).
Kehadiran Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam kongres tersebut menjadi sorotan utama bagi Sumardji. Ia menilai langkah tersebut merupakan bukti nyata dukungan kepala daerah terhadap ekosistem sepak bola nasional yang selama ini sering kali berjalan tanpa sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah.
Sumardji mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai kepala daerah di Indonesia untuk memfasilitasi kebutuhan Timnas kelompok umur. Namun, ia mengakui bahwa respons dan antusiasme yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara termasuk yang paling menonjol dibandingkan wilayah lainnya.
Keseriusan Sumatera Utara dalam memajukan sepak bola tidak hanya sekadar janji manis. Provinsi ini telah membuktikan kapasitasnya sebagai tuan rumah bagi berbagai ajang bergengsi. Salah satunya adalah Piala Kemerdekaan 2025 yang diselenggarakan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, sebagai persiapan krusial menuju Piala Dunia U-17.
Tidak berhenti di situ, Sumatera Utara juga sukses menjadi tuan rumah ASEAN U-19 Boys Championship atau Piala AFF U-19 pada Juni 2026. Turnamen berskala regional ini melibatkan 11 negara dan menggunakan tiga stadion sekaligus, yakni Stadion Utama Sumatera Utara, Stadion Madya 1 Deli Serdang, dan Stadion Teladan Medan.
Di tingkat akar rumput, kompetisi lokal juga menunjukkan geliat positif. Liga 4 zona Sumatera Utara 2025 menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda tetap berjalan konsisten. Kemenangan Victory Dairi atas PS Kwarta Deli Serdang dalam laga final dengan skor tipis 1-0 mencerminkan ketatnya kompetisi yang mampu melahirkan bakat-bakat baru untuk level nasional.
Bagi dunia sepak bola Indonesia, sinergi antara pemerintah daerah dan federasi merupakan kunci untuk mempercepat akselerasi prestasi. Selama ini, kendala utama yang sering dihadapi adalah infrastruktur dan dukungan logistik yang tidak merata. Keberhasilan Sumatera Utara dalam menyediakan fasilitas kelas internasional dapat menjadi cetak biru bagi provinsi lain.
Model kolaborasi seperti ini sangat krusial bagi keberlangsungan timnas kelompok umur. Tanpa dukungan akses stadion dan kemudahan perizinan dari pemerintah daerah, agenda pemusatan latihan maupun turnamen internasional akan terhambat oleh birokrasi dan biaya operasional yang tinggi.
Sumardji berharap, apa yang dilakukan Sumatera Utara dapat menjadi pemantik semangat bagi daerah lain. Ia menekankan bahwa sepak bola adalah aset bangsa yang membutuhkan perhatian kolektif agar Timnas Indonesia dapat berbicara lebih banyak di kancah global.
Senada dengan Sumardji, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa komitmennya bukan sekadar penyelenggaraan event. Ia menargetkan agar sinergi ini mampu menghasilkan prestasi nyata, yakni membawa pulang piala bagi Sumatera Utara melalui pembinaan yang lebih terstruktur di bawah naungan PSSI.
Ke depan, tantangan bagi Sumatera Utara adalah menjaga konsistensi pengelolaan infrastruktur yang sudah dibangun. Memiliki stadion bertaraf internasional adalah satu hal, namun pemeliharaan dan pemanfaatannya untuk kompetisi berjenjang adalah kunci agar investasi tersebut tidak menjadi sia-sia.
Proyeksi jangka panjang dari kolaborasi ini diharapkan mampu mengubah peta kekuatan sepak bola nasional. Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan tidak ada lagi pemain potensial yang luput dari pantauan karena minimnya kompetisi di daerah, sehingga Timnas Indonesia memiliki kedalaman skuad yang lebih mumpuni di masa depan.