Sepakbola

Kepastian Peserta FIFA ASEAN Cup 2026 Ditentukan FIFA dalam 1-2 Hari

Ringkasan

  • FIFA akan mengumumkan kepastian peserta FIFA ASEAN Cup 2026 dalam 1-2 hari ke depan.
  • Kepastian ini dinanti setelah status India di Premier Division terancam batal karena bentrok dengan laga uji coba melawan Brasil.

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) masih mematangkan komposisi peserta FIFA ASEAN Cup 2026. Kepastian mengenai tim yang akan berlaga di turnamen perdana dengan format dua divisi itu dijadwalkan keluar dalam satu hingga dua hari ke depan.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan hal tersebut setelah memimpin rapat koordinasi persiapan FIFA ASEAN Cup di Kemenpora, Jakarta, Senin (10/8/2026). Ia menjelaskan bahwa hingga Minggu malam, FIFA masih menunggu konfirmasi slot pertandingan dari sejumlah federasi.

"Pesertanya kita tunggu FIFA, karena sampai tadi malam masih menunggu slot pertandingan," kata Erick yang juga menjabat Ketua Umum PSSI. "Mudah-mudahan 1-2 hari ini bisa disampaikan oleh pihak FIFA langsung," ujarnya menambahkan.

Ketidakpastian ini muncul terutama karena status India sebagai peserta Premier Division tengah diragukan. Timnas India dijadwalkan menghadapi Brasil dalam laga uji coba di Kolkata pada 4 Oktober 2026. Pertandingan tersebut berpotensi berbenturan dengan agenda FIFA ASEAN Cup yang berlangsung pada periode FIFA Matchday, 21 September hingga 6 Oktober 2026.

Federasi Sepak Bola India (AIFF) dilaporkan ingin memprioritaskan laga melawan Brasil. Mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengirim tim cadangan ke FIFA ASEAN Cup. Namun, jika FIFA tidak mengizinkan penggunaan tim kedua, India disebut bisa menarik diri dari turnamen.

Situasi ini menjadi ganjalan utama yang membuat FIFA belum bisa memfinalkan daftar peserta. Padahal, drawing turnamen telah dilakukan pada akhir Juli lalu. India saat ini menempati Grup A Premier Division bersama Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Bagi Indonesia, kepastian ini dinilai krusial. Sebab, Indonesia telah ditunjuk sebagai tuan rumah Premier Division. Kemenpora juga telah menetapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, sebagai venue pertandingan.

Jika India benar-benar mundur, komposisi Grup A otomatis berubah. Indonesia bisa kehilangan satu lawan yang menarik, dan laga kandang yang semula dinanti penggemar harus disesuaikan. Namun, di sisi lain, mundurnya India juga bisa membuka peluang bagi tim lain untuk menggantikan posisinya.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan turnamen perdana yang menggunakan format dua divisi. Premier Division atau Divisi 1 diikuti delapan tim yang terbagi ke dalam dua grup. Selain Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura di Grup A, Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Sementara itu, Challenge Division atau Divisi 2 diikuti enam tim dalam dua grup dan digelar di Hong Kong. Grup A berisi Hong Kong, Myanmar, dan Brunei Darussalam. Grup B dihuni Kamboja, Laos, dan Timor Leste.

Dari total 14 peserta yang direncanakan, India, Pakistan, dan Hong Kong merupakan tiga tim non-ASEAN. India dan Pakistan masuk Premier Division, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah sekaligus peserta Challenge Division.

Erick Thohir menegaskan bahwa persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Premier Division tetap berjalan meski ada ketidakpastian peserta. Ia berharap FIFA segera memberikan kejelasan agar panitia pelaksana bisa bergerak lebih pasti, termasuk dalam hal tiket, akomodasi, dan persiapan tim.

Kepastian peserta juga penting bagi tim pelatih Indonesia yang dipimpin pelatih anyar. Mereka perlu tahu siapa saja lawan yang akan dihadapi untuk menyusun strategi dan materi latihan. Maklum, turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi skuad Garuda di kancah regional.

Kehadiran Brasil sebagai lawan uji coba India menambah daya tarik tersendiri. Namun, hal itu justru membuat AIFF berada dalam posisi sulit. Mereka harus memilih antara mengikuti turnamen resmi FIFA atau memenuhi ambisi melawan tim sekaliber Brasil.

Keputusan FIFA dalam dua hari ke depan akan menjadi penentu. Jika India mundur, FIFA harus memutuskan apakah akan mencari pengganti atau tetap memutar turnamen dengan tujuh tim di Premier Division. Semua opsi tersebut tentu akan berdampak pada jadwal dan format kompetisi.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kejelasan ini sangat dinantikan. Mereka ingin tahu apakah laga Indonesia melawan India yang dijadwalkan di SUGBK tetap tersaji. Apalagi, pertandingan melawan tim non-ASEAN seperti India selalu memiliki gengsi tersendiri.

Terlepas dari itu, PSSI dan Kemenpora tampak percaya diri. Indonesia siap menjadi tuan rumah yang baik. Kini, bola ada di tangan FIFA untuk memutuskan komposisi final peserta FIFA ASEAN Cup 2026.

Mengapa Ini Penting

Kepastian peserta FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar soal administrasi. Bagi Indonesia, turnamen ini menjadi panggung pembuktian setelah sekian lama absen di kompetisi regional resmi. Jika India mundur, Indonesia berpotensi kehilangan laga bergengsi yang bisa mendongkrak antusiasme suporter. Di sisi lain, keputusan FIFA akan menentukan kualitas kompetisi dan nilai strategis turnamen bagi pengembangan sepak bola nasional. Tiket, hak siar, dan persiapan tim juga bergantung pada keputusan ini. Karena itu, dua hari ke depan menjadi momen krusial yang akan menentukan arah persiapan Indonesia sebagai tuan rumah.

Sumber Asli
Detik Sepak Bola
Tanggal
10 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit