Conor McGregor mengalami akhir yang menghancurkan atas kembalinya dirinya ke UFC ketika ia terpaksa mundur karena cedera lutut setelah hanya 108 detik bertarung melawan Max Holloway di UFC 329 yang berlangsung di Las Vegas pada hari Sabtu (11/7). Upaya pembuka McGregor yang penuh semangat untuk melakukan tendangan terbang berakhir dengan pendaratan yang canggung, yang menyebabkan lututnya terluka dan membuatnya harus menyerah. Ia mencoba untuk melanjutkan pertarungan selama beberapa detik, tetapi kemudian menatap wasit sebagai tanda bahwa ia tidak dapat melanjutkan pertarungan tersebut.
Kembalinya sang legenda ini terjadi setelah serangkaian masalah yang mengganggu kariernya. Pada Juli 2021, McGregor mengalami patah kaki dalam pertandingan melawan Dustin Poirier, yang membuatnya absen selama lebih dari dua tahun. Rencananya, ia akan menghadapi Michael Chandler pada Juni 2024, tetapi pertandingan tersebut dibatalkan setelah ia mengalami cedera jari kaki saat berlatih. Selain cedera, McGregor juga menghadapi masalah hukum dan disiplin. Pada tahun 2023, sebuah pengadilan sipil di Irlandia memutuskannya bersalah atas pemerkosaan Nikita Hand pada tahun 2018. Kemudian, pada Oktober 2025, ia menerima larangan 18 bulan karena gagal memenuhi kewajiban pelaporan untuk program anti-doping setelah tiga kali gagal menjalani tes pada tahun 2024. Larangan tersebut akhirnya berakhir pada bulan Maret.
Pertarungan tersebut berlangsung di babak pembuka, di mana McGregor mencoba melakukan tendangan terbang untuk memulai ronde pertama, tetapi pendaratannya tidak sempurna dan ia langsung terlihat kesakitan. Holloway, mantan juara kelas bulu, mendominasi pertarungan tersebut setelah cedera yang diderita McGregor dan berhasil mengamankan kemenangan melalui TKO. Setelah pertandingan, Holloway mengungkapkan bahwa ia ingin membahas kemungkinan pertandingan ulang ketika McGregor pulih. "Ini adalah apa adanya, saya akan duduk bersama UFC," katanya. "Ada banyak hype untuk pertandingan itu. Kita harus melakukannya lagi. Satu kali lagi untuk para penggemar."
Pertandingan ini merupakan pertemuan kedua antara kedua petarung tersebut, setelah McGregor memenangkan pertandingan tersebut melalui keputusan bulat pada tahun 2013. Pertemuan sebelumnya menciptakan narasi yang epik dan meningkatkan ekspektasi terhadap pertandingan ini, dengan banyak penggemar dan pengamat MMA yang menganggap kembalinya McGregor sebagai momen penting dalam dunia MMA. Namun, cedera yang dideritanya telah mengubah narasi tersebut.
Dari sudut pandang medis, cedera lutut yang diderita McGregor dapat menjadi cedera yang serius dan berpotensi mengharuskan operasi. Waktu pemulihan untuk cedera lutut dalam MMA biasanya berkisar antara beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun, tergantung pada tingkat keparahan cedera. Pada usia 37 tahun, pemulihan seorang atlet mungkin lebih lambat, dan risiko cedera lebih lanjut menjadi lebih tinggi. Hal ini dapat memengaruhi rencana jangka panjang McGregor di UFC dan menentukan apakah ia dapat bersaing kembali di tingkat elit.
Reaksi dari UFC dan komunitas MMA telah beragam. Presiden UFC, Dana White, mengakui bahwa cedera tersebut adalah bagian dari risiko olahraga tersebut, tetapi juga menyatakan kekagumannya terhadap semangat McGregor. Kompetisi lightweight division kini memiliki kekosongan, dan UFC harus mempertimbangkan untuk mengisi posisi tersebut dengan petarung lain. Bagi penggemar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, pertandingan ini merupakan bagian dari narasi yang lebih besar tentang ketahanan dan kemunduran seorang legenda, yang memicu perdebatan tentang apakah McGregor dapat kembali ke level tertinggi.
Di Indonesia, di mana UFC memiliki basis penggemar yang besar melalui platform streaming seperti UFC Fight Pass, cedera McGregor memicu perbincangan di media sosial dan komunitas MMA lokal. Penggemar tidak hanya membahas hasil pertandingan, tetapi juga dampaknya terhadap popularitas UFC di wilayah tersebut dan bagaimana cedera seorang bintang dapat memengaruhi jumlah penonton dan penjualan tiket. Selain itu, cedera ini juga memicu diskusi tentang keamanan atlet dan perlunya protokol pemulihan yang lebih baik dalam olahraga tersebut.
Meskipun kecewa, banyak pengamat MMA yang tetap optimis tentang masa depan McGregor. Karier sebelumnya menunjukkan bahwa ia mampu bangkit kembali setelah cedera, dan semangatnya yang tak kenal lelah dapat membuatnya kembali ke octagon. UFC 329 meninggalkan pertanyaan tentang kapan, jika pernah, kita akan melihat kembalinya McGregor, tetapi warisannya di dalam dan di luar arena sudah pasti akan terus menginspirasi generasi atlet berikutnya.