Kelme secara resmi memperkenalkan jersey ketiga Timnas Indonesia pada Kamis (17/9), yang mengusung filosofi kekayaan alam nusantara sebagai identitas visual utama. Kostum alternatif ini didominasi warna biru yang terinspirasi dari kedalaman samudera Indonesia, dipadukan dengan aksen motif flora vertikal pada bagian depan yang memberikan kesan dinamis sekaligus elegan.
Desain ini membawa nuansa klasik melalui penggunaan kerah berwarna putih yang kontras. Pemilihan elemen visual tersebut bukan sekadar estetika, melainkan upaya apparel asal Spanyol ini untuk merepresentasikan identitas Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan keanekaragaman hayati di panggung internasional.
Jersey ini dijadwalkan akan menjalani debutnya dalam ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober mendatang. Indonesia, yang bertindak sebagai tuan rumah untuk Divisi 1, tergabung dalam Grup A bersama Malaysia, Bangladesh, dan Singapura.
International Director Sales Kelme, Violet Wu, mengungkapkan bahwa peluncuran varian ketiga ini bertujuan untuk memberikan suntikan semangat baru bagi para pemain di lapangan. Pihaknya optimistis bahwa desain yang lebih segar dan teknologi yang tersemat di dalamnya akan meningkatkan kepercayaan diri penggawa Garuda saat berlaga.
Dari sisi teknis, Kelme menyematkan inovasi material terkini melalui teknologi K-TechFit dan DrySport+. Kedua teknologi ini dirancang khusus untuk menjaga stabilitas material jersey agar tetap ringan, sekaligus mengoptimalkan sirkulasi udara bagi pemain yang bergerak dengan intensitas tinggi sepanjang pertandingan.
Penggunaan teknologi DrySport+ juga diklaim mampu mempercepat proses penguapan keringat, sehingga pemain tetap merasa nyaman meski dalam kondisi cuaca tropis yang lembap. Aspek kenyamanan ini menjadi krusial mengingat jadwal padat yang akan dihadapi Timnas Indonesia selama fase grup turnamen tersebut.
Kelme menyediakan dua kategori produk bagi publik, yakni versi Player Issue yang dibanderol seharga Rp1.449.000 dan versi Replica dengan harga Rp749.000. Perbedaan harga ini mencerminkan perbedaan material serta detail teknis yang menyerupai jersey asli yang dikenakan pemain di lapangan.
Langkah strategis ini menandai komitmen Kelme dalam memperkuat ekosistem merchandise sepak bola di Indonesia. Di tengah tingginya antusiasme suporter, ketersediaan produk berkualitas tinggi menjadi instrumen penting dalam membangun loyalitas penggemar serta meningkatkan nilai komersial tim nasional.
Bagi industri apparel olahraga di tanah air, kehadiran jersey berteknologi tinggi ini menjadi tolok ukur baru bagi standar kostum tim nasional. Persaingan antar jenama global yang masuk ke pasar Indonesia kini tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga pada riset material yang menunjang performa atlet.
Kehadiran jersey ketiga ini juga menjadi simbol kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah turnamen tingkat regional. Dengan menyelenggarakan Divisi 1 di dalam negeri, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempromosikan citra positif sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif melalui penjualan atribut tim.
Ke depannya, tren penggunaan teknologi tekstil dalam jersey sepak bola diperkirakan akan terus berkembang ke arah keberlanjutan. Kelme diharapkan dapat terus mengeksplorasi penggunaan material ramah lingkungan yang tetap mampu memberikan performa maksimal bagi atlet profesional.
Publik kini menantikan bagaimana performa Timnas Indonesia saat mengenakan seragam biru ini di FIFA ASEAN Cup 2026. Harapannya, semangat baru yang dibawa oleh desain dan teknologi terbaru ini mampu membawa skuad asuhan John Herdman meraih prestasi gemilang di hadapan pendukung sendiri.